Tarimo kasih ateh penjelasan kanda Andrinof. Salam,
ANB Sadang di Padang Pada 24 Mei 2014 01.32, Andrinof A Chaniago <[email protected]> menulis: > Sanak ANB, kanda, dinda dan dunsanak sa Palanta > Sejarahnya, saya mencari orang untuk membenahi Jakarta yang potensi > uangnya sangat banyak tetapi pemerintahannya boros dan cara-cara korupsi di > dalamnya saya sebut yang "terbaik" di dunia. (Mohon maaf untuk yang menjadi > PNS DKI atau punya anggota keluarga di Pemprov DKI). Dengan sifat > pribadinya, integritasnya, kegigihannya menerapkan tata kelola pemerintahan > yang baik, dan peluang untuk menang, saya pergi ke Solo, Juni 2010, untuk > meminta Jokowi mau maju manjadi calon Gubernur DKI. Singkat cerita, karena > tangan Tuhan, Jokowi terpilih bersama pasangannya Basuki Tjahja Purnama. > Basuki dicalonkan oleh Prabowo yang menjadi mitra koalisi PDIP dalam Pilgub > DKI. PDIP dan Jokowi tidak bisa menolak pilihan Prabowo, karena kursi PDIP > tidak cukup maju sendiri. > Saat Pilgub, jelas saya menjadi punya harapan tata kelola pemerintahan DKI > akan berubah, jika Jokowi menang. > Dan, saya saat itu memang saya berharap Jokowi menyelesaikan jabatannya > sebagai Gubernur satu periode. Karena, saya ingin kepastian Jakarta berubah > di tangan seorang Jokowi. Saya tidak membayangkan situasi dan > masalah-masalah lain yang akan terjadi, dan saya hanya membayangkan Jokowi > akan mengatasi masalah-masalah Jakarta dengan lancar. > Selama satu tahun jelas sudah tampak langkah-langkah nyata Jokowi bersama > Basuki mengubah tata kelola anggaran. Hasilnya juga nyata, kenaikan PAD dan > APBD terjadi secara drastis karena perbaikan sistem pemungutan pajak dan > mengontrol alokasi anggaran sejak direncanakan oleh para bawahannya. Tahun > ini APBD DKI melonjak drastis menjadi Rp 72 Triliun. Kenaikan itu, terutama > karena kenaikan drastis penerimaan pajak. > Bukti kongkret kerja Jokowi lainnya sangat banyak. > Menjelang memasuki tahun kedua, saya tidak peduli dengan permintaan yang > mulai muncul dari berbagai daerah agar Jokowi maju mencalonkan diri menjadi > Presiden di 2014. Buat saya, sampai saat itu, Jokowi tetap lebih baik terus > memimpin DKI. > Tetapi, desakan yang terus makin bertambah, membuat saya ingin tahu lebih > jauh. "Banyak kawan dari berbagai daerah mengirim SMS atau BB berbunyi, > "Jokowi jangan hanya untuk warga DKI saja. Kami juga ingin punya Jokowi". > Saya tetap tidak mau berubah pikiran. Tetapi, saya kemudian kebetulan > beberapa kali menemani Jokowi memberikan Kuliah Umum di > Universitas-universitas, termasuk ke Unand dan Univ Bung Hatta. Saya > terharu (silahkan dicross check) melihat kerinduan orang pada Jokowi > benar-benar luar biasa. Tetapi, ini juga belum cukup untuk saya mengubah > sikap untuk membiarkan Jokowi dicalonkan menjadi presiden. > Nah, yang mulai membuat saya goyah adalah beberapa kebijakan di Pusat, > seperti keluarnya mobil LCGC. Jelas saya mangkel (kesal) dengan kebijakan > ini karena bertabrakan dengan keinginan mengubah sistem transportasi publik > Jakarta. Lalu, tampak lagi labatnya dukunga pusat untuk proyek > revitalisasi sungai yang menjadi salah satu penyebab banjir. Lalu, tampak > lagi kebijakan perumahan (rusun) pusat yang tidak mendukung, dsb.dsb. Nah, > karena fondasi sistem keuangan dan reformasi birokrasi sudah terbentuk, > desakan agar Jokowi dicalonkan menjadi Presiden, dan alasan-alasan di atas, > saya melihat memang ada manfaat yang lebih besar bila Jokowi menjadi > Presiden, termasuk untuk mempercepat penataan Kota Jakarta. > Saya tanya ke yang agak paham soal agama, kalau saya mengubah sikap untuk > alasan seperti di atas. Jawabannya itu bukan dosa, dan insya Allah, > mendatangkan kebaikan. Itulah yang membuat saya akhirnya setuju Jokowi > dimajukan. Sikap ini saya ambil kira-kira tiga bulan lalu. > Nah, sekarang mungkin ada orang yang lebih ingin melihat inkonsistensinya, > bukan alasan-alasannya. Bukan soal sah atau tidaknya perubahan sikap itu. > Ada yang mengecam dengan cara-cara dan kata-kata yang tidak patut. Termasuk > yang membawa-bawa "atas nama orang Minang". Dalam hati, silahkan. Saya > meyakini keputusan saya untuk kebaikan yang lebih besar. Soal tuduhan > macam-macam yang kadang-kadang tidak patut, itu konsekuensi. Banyak juga > anak-anak muda Minang yang berusaha mempermalukan saya di media sosial. > Buat saya, itu tidak terlalu saya hiraukan. Soal motif saya, hanya saya dan > Allah SWT yang tahu. > Tidak ada gunanya saya mememaksa orang untuk yakin dengan tujuan baik saya. > Demikian. Terima kasih. > Wassalam, > > Andrinof A Chaniago > > > > 2014-05-23 21:32 GMT+07:00 taufiq rasjid <[email protected]>: > > >> >> Kan baliau suruah catat sajo...jadi catatan tingga catatan >> >> Atau buliah disamokan jo kecek rang Subarang : >> >> Like Son- Like Father, antah iyo antah indak >> >> TR/59-Pku >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Google Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
