Alhamdulillah ambo Jo keluarga alah mamiliah di Perth, Australia. Kalau mamak 
dan sanak di Palanta perhatikan Perth Ko kini cukuik terkenal di media sosial 
karano banyak tulisan2 nan ditulis mahasiswa2 di siko ttg capres yg 
berseliweran di situ.

Ambo saketek banyaknyo cukuik terlibat. Prinsip ambo ambiak yg paliang saketek 
mudaratnya karano sabananyo kaduo calon indak ideal manuruik ambo. Salain itu 
ambo labiah nyaman pulo badiskusi Jo kawan2 pendukung Capres yg ciek daripado 
ciek nan lain. 

Mengenai hasil alun ado. Banyak pulo yg ngirim via pos. Jadi jaan dipacayo bana 
hasil exit poll akal2an pemilu lua nagari yg patang cukuik gencar.

Salam

Donard34

-----Original Message-----
From: "Ronald P Putra" <[email protected]>
Sent: ‎5/‎07/‎2014 5:57 PM
To: "[email protected]" <[email protected]>
Subject: [R@ntau-Net] Pak Prabowo, kami memilih anda, tapi ...

oleh Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna. 05/07/2014
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash 
Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal 
saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, 
bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”
Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah 
kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. 
Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik. 
Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat 
untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih 
ringan di antara dua madharat”.
Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, 
tidak tepat, dan juga berbahaya.
Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka 
semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya 
di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di 
berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. 
Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, 
Tuhan Maha Besar.”
Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, 
maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan 
tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun 
pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan 
Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al 
Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa 
saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, 
orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan 
orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi 
menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat 
perhitungan.”
Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah 
cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia.  Sebuah 
tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan 
sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, 
tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia 
ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah 
terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi 
jadi pembela.
Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada 
yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan 
hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika 
dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. 
Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika 
terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras 
daripada ‘Umar.
Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa 
dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini 
berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, 
belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan 
Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada 
masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan 
justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal 
kepercayaan kami kepada Anda.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, 
pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga 
hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yang 
telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian 
sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak 
bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam 
hal-hal yang kalian sendiri menyebabkannya.”
Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. 
Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal 
asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup 
berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.
Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah Maqashid Asy Syari’ah (tujuan 
diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima 
hal itu; pertama adalah Hifzhud Diin(Menjaga Agama) yang disederhanakan dalam 
sila Ketuhanan Yang Maha Esa. KeduaHifzhun Nafs (Menjaga Jiwa) yang 
diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga Hifzhun 
Nasl(Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. 
Keempat Hifzhul ‘Aql(Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yang 
Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan 
kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan 
Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan 
setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga 
kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya 
dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang 
sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, melarang perda syari’ah, 
mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin pendirian rumah ibadah, 
pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yang belepotan 
pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yang tangannya berlumuran 
darah ummat.
Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang amat 
dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, 
wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan 
mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah 
mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia 
mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia 
mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum 
mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi 
dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain.”
Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa 
yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada 
perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu 
setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu 
tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu 
ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu 
gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia.
Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan 
dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada 
bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk 
mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. 
Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih Anda, tanpa bayaran 
teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa.
Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang 
disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya dan dia 
mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.”
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah 
mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan 
menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; 
yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yang tidak dapat 
menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami 
dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan 
menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yang tidak 
berguna.”
Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat 
menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para 
‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz 
mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai 
serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda 
bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda 
nanti, orang-orang yang akan meringankan hisab Anda di akhirat.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan 
jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa, sejauh 
yang Anda mampu.
Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, 
rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. 
Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami 
hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, 
disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.
Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. 
Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan 
Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk 
meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.
Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..
Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn 
‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yang 
baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yang 
disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat 
itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”
doa kami,
hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke