Di KL kamipun kapatang alah mamiliah..Alhamdullah Mak Bowo lah dapek ampek
suaro..Debat tarakhir tadi malam tambah mayakinkan, InsyaAllah kami lai
indak salah piliah..lai tapiliah pasangan yang santun dan  sportif sarato
berilmu.. lai indak takicuah mamiliah pasangan yang tanpa sungkan maduto
tarang tarangan didepan umum dan diliput lansuang oleh media..dan pasangan
yang agresif manyerang pihak kain tapi bakoar koar maraso kanai futnah
taruih..
Salamaik mamiliah bagi dunsanak di tanah air tanggal 9 nanti..Piliahlah
dengan hati yang terbuka, bukan dengan cinta buta atau kacamata kuda..
pertimbangkan dua calon yang ada.. pilihlah yang mano mudaratnta paliang
ketek untuak agama kita..

Wass
Sfd, KL.
On 6 Jul 2014 11:58, "Donard" <[email protected]> wrote:

>  Alhamdulillah ambo Jo keluarga alah mamiliah di Perth, Australia. Kalau
> mamak dan sanak di Palanta perhatikan Perth Ko kini cukuik terkenal di
> media sosial karano banyak tulisan2 nan ditulis mahasiswa2 di siko ttg
> capres yg berseliweran di situ.
>
> Ambo saketek banyaknyo cukuik terlibat. Prinsip ambo ambiak yg paliang
> saketek mudaratnya karano sabananyo kaduo calon indak ideal manuruik ambo.
> Salain itu ambo labiah nyaman pulo badiskusi Jo kawan2 pendukung Capres yg
> ciek daripado ciek nan lain.
>
> Mengenai hasil alun ado. Banyak pulo yg ngirim via pos. Jadi jaan dipacayo
> bana hasil exit poll akal2an pemilu lua nagari yg patang cukuik gencar.
>
> Salam
>
> Donard34
>  ------------------------------
> From: Ronald P Putra <[email protected]>
> Sent: ‎5/‎07/‎2014 5:57 PM
> To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] Pak Prabowo, kami memilih anda, tapi ...
>
>  oleh Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna
> <http://salimafillah.com/category/rajutanmakna/>. 05/07/2014
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
>
> Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash
> Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian,
> padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya
> berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah,
> maka luruskanlah.”
>
> Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah
> kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini.
> Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik.
> Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang
> tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah
> “yang lebih ringan di antara dua madharat”.
>
> Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang
> terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.
>
> Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka
> mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda
> tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda
> berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah.
> Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan
> pada Allah *Subhanahu wa Ta’ala*, Tuhan Maha Besar.”
>
> Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan
> kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya
> di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di
> akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia
> taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
>
> Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn
> Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan
> bahwa saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin
> kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan
> kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian,
> tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu
> datangnya saat perhitungan.”
>
> Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah
> cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia.  Sebuah
> tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda.
> Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti
> ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar
> manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi
> penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan
> entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela.
>
> Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun
> ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak
> membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh
> sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar,
> dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami
> bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda
> pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar.
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa
> dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini
> berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan,
> belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan
> Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik
> daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan
> dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi
> modal awal kepercayaan kami kepada Anda.
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
>
> Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn
> ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku
> mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku
> mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam
> hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru
> yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku
> bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yang kalian sendiri
> menyebabkannya.”
>
> Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri
> ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam
> soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama
> dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.
>
> Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah *Maqashid Asy Syari’ah* 
> (tujuan
> diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini.
> Lima hal itu; pertama adalah *Hifzhud Diin*(Menjaga Agama) yang
> disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua*Hifzhun Nafs* 
> (Menjaga
> Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
> Ketiga *Hifzhun Nasl*(Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila
> Persatuan Indonesia. Keempat *Hifzhul ‘Aql*(Menjaga Akal) yang diwujudkan
> dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
> Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, *Hifzhul Maal* (Menjaga Kekayaan)
> yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan
> setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga
> kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala
> perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda
> ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP,
> melarang perda syari’ah, mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin
> pendirian rumah ibadah, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa,
> lisan-lisan yang belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga
> purna-prajurit yang tangannya berlumuran darah ummat.
>
> Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang
> amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “*Al Muhafazhatu ‘Alal
> Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah*.. Memelihara nilai-nilai
> lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
>
> Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib,
> pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin,
> hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain.
> Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah
> lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang
> menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang
> mengajari orang lain.”
>
> Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa
> dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua
> rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya
> kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak.
> Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman
> pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi
> ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin
> bisa menggerakkan berjuta manusia.
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa
> takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa
> yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung
> dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan
> nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih
> Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para
> mahasiswa.
>
> Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa
> yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian
> mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan
> kalian.”
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
>
> Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz,
> pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka
> silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan
> meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang
> yang tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan
> upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat
> menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta
> jangan membuat-buat hal yang tidak berguna.”
>
> Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat
> penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah
> bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar
> ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di
> segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo,
> sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka
> pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yang akan
> meringankan hisab Anda di akhirat.
>
> Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
>
> Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan
> jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa,
> sejauh yang Anda mampu.
>
> Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin,
> rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang
> gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa
> depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering
> tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.
>
> Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ.
> Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan
> Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk
> meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.
>
> Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..
>
> Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn
> ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah
> yang baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan
> yang disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo.
> Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”
>
> doa kami,
>
> hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke