(--).Jadi jaan dipacayo bana hasil exit poll akal2an pemilu lua nagari nan patang cukuik gencar. (Donard)
(+) Bahkan, hasil quick count Pilpres nan (pasti) dipalewakan web atau blog kantuik balapuik nan dibayia atau manjadi simpatisan salah satu Capres (antah Prabowo antah Jokowie) babarapo minik satalah Pilpres 2014 dimulai, ijan dipicayoi..!!!. Kalau >247 juta rayaik badarai di republik (kumpulan para bedebah) ko masih ingin rukun damai ( *baldatun tayyibun* wa rabbul ghafur) sia pun Capresnyo nan kamanang, iyo indak paralu ditiru pulo kurenah "nan mangaku relawan slalah satu capres" siap manyarahkan angoknyo kalau Capresnyo kalah. Salah satunyo intuisi nan (masih) bisa dipicayo mambaritakan HASIL SABANANYO PILPRES 2014 iyolah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dan..., hasia nan sabana-banayo (*shaiah*) tu indak bisa dibuek sacaro ligat panuah sistemik & licik jam 13.00 di tanggal 9-7-2014. Kalau urang baraka nan jadi komunitas r@ntaunet ko ambo yakin, indak ka bisa dikicuah atau diloge dek "juragan *quick count*" nan dibayia dek salah satu (atau salah duo) Timses PIlpres. Tapi...., Si Udin Kuriak nan tingga di kampuang-kampunag tasuruak di Tanah Aira atau rayaik "bonek" nan dari awal Pilpres alah dicuci utaknyo jo pitih warna merah, nan bakredo "pokok e....' pokok e....!!!, baa kato awak ka mambari panjalehan bake wanyo bahaso "Capres pilihannyo nan wanyo anggap dewa", tanyato kalah suaro dalam paretongan (berdata & berfakta) dari KPU, apokoh wanyo lai namuah manarimo? Mudah-mudahan "Hulubalang Rajo" Angku Jenderal Murdopo "Sutan Rajo Dibumi" , nan dibantu dek "Sutan" Budiman (KASAD), "Bagindo" Dr. Marsetio (KASAL), "Sidi" Ida Bagus Putu Dunia (KASAU) nan pasang badan mambekingi anak buah "Mak Datuak" Sutarman (Ka.POLRI) bisa tegas dan santun dalam mahadoki strategi mambuek cabuah nan (kabanyo) alah disiapkan pulo dek salah satu "Timses Pilpres" nan kutiko aktif dek sari alah biaso membuek sandiwara di ma sajo nan kadipacabuah (sasuai skenario). Salamaik mamiliah Presiden & Wakia Presiden piliahan hati nurani Sanak masiang-masiang. "Mudah-mudahan hari bisuak labiah rancak dari hari ko". Salam............................................, *mm**** di Bekasi. *PANUNGKEK :* Hasil quick count Pilpres Indonesia 2014 di luar negeri hari ini Warga Indonesia di sejumlah kota di luar negeri telah melakukan pencoblosan untuk Pilpres 2014. Hasil perhitungan cepat atau quick count pada Pemilihan presiden (Pilpres) sudah dibeberkan. Di Arab Saudi, pasangan nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) diberitakan menang 75 persen. Sedangakan kubu Prabowo-Hatta meraih 25 persen suara. Pelaksanaan Pilpres 2014 Arab Saudi digelar di Jeddah, pada Jumat (4/7). “Kabar kemenangan ini saya dapatkan dari Wakil Rektor Universitas Paramadina Ir Widjayanto MPP. Kami gembira sebab hasil ini adalah awal yang baik,” kata anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi dilansir BeritaSatu.com di Jakarta, Sabtu 5 Juli 2014 seperti dilansir *Liputan6*. Namun belakangan kabar yang disebut hasil quick qount berdasar exit poll ini merupakan hoax dan melanggar UU Pemilu. *Kelompok pemuda di kultural Nahdlatul Ulama, Gerakan Daulat Nusantara (GDN) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menertibkan sosialisasi exit poll hasil Pemilihan Presiden di luar negeri yang cenderung dipelintir memihak capres tertentu.* “Itu jelas melanggar UU Pemilu,” kata Ketua GDN Frans Islami, Sabtu (5/7), seperti dikutip *Republika*. Frans menjelaskan, proses pemungutan suara dalam pemilihan presiden di luar negeri memang sudah dilaksanakan sejak tanggal 4 Juli kemarin. Meski demikian, UU Pemilu menyebut proses penghitungan suara baru dapat dilakukan pada Rabu, 9 Juli mendatang, tepatnya pukul 14.00 WIB setelah seluruh proses pemungutan suara berakhir. “Bagaimana mungkin exit poll atau quick count bisa dilakukan jika kotak suara saja belum bisa dibuka? Jika ternyata metode yang digunakan dengan bertanya langsung ke pemilih di luar TPS, apa bisa dipertanggung jawabkan kebenaran informasi yang disampaikan?” tegas Frans. (Baca selengkapnya di berita *“Quick count hasil Pilpres di luar negeri itu hoax, melanggar UU” <http://simomot.com/2014/07/06/quick-count-hasil-pilpres-di-luar-negeri-itu-hoax-melanggar-uu/>* ) Sementara itu hasil quick count Pilpres menurut akun twitter intelijen @TM2000back atau TrioMacan2000 memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Berikut hasil quick count versi TrioMacan2000: 1. TAIWAN Prabowo Hatta 76% Jokowi JK 24% 2. ARAB SAUDI Prabowo Hatta 46% Jokowi JK 54% 3. MALAYSIA Prabowo Hatta 75% Jokowi JK. 25% 4. JEPANG : Prabowo Hatta 77% Jokowi JK 23% 5. RRC / CHINA Prabowo Hatta : 45% Jokowi Jk. : 55% 6. SINGAPORE Prabowo hatta : 52% Jokowi Jk. : 48%7. 7. YAMAN : Prabowo Hatta : 66% Jokowi Jk. : 34% Selain itu masih hasil quick count yang beredar di situs jejaring sosial (FB dan Twitter) dan BlackBerry Messenger (BBM). Menurut, Sally, salah seorang yang menerima pesan berantai itu, Jokowi-JK menang dalam pesan tersebut. Berikut hasil quick count versi BBM yang banyak beredar: Negara,Prabowo-HT,Jokowi-JK Arab Saudi, 25,75 Eropa 40,60 Amerika 20,80 Australia 15,85 TimurTengah 30,70 Asia Oceania 35, 65 Malaysia 15,85 Jepang 40,60 Hasil resmi Pilpres di luar negeri akan diumumkan KPU setelah melakukan rekapitulasi. *Awas hasil quick count palsu* Dilansir Tribunnews, beberapa hari lalu, publik diminta mewaspadai ditayangkannya hasil quick qount palsu. Hasil quick qount itu dibuat sebelum pelaksanaan pilpres tetapi hasilnya ditayangkan beberapa jam usai pencoblosan. “Kecurangan pemilu presiden bisa saja dengan menayangkan hasil quick qount yang seolah-olah real time tetapi sejatinya hasilnya sudah dibuat jauh-jauh hari. Itu hasil quick qount palsu untuk mengelabuhi masyarakat dan mengondisikan kemenangan salah satu capres,” tegas Sekjen SekberNas Relawan Prabowo Hatta, Heru B. Arifin dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (2/7/2014) dan dimuat sebagai Advertorial. Heru meyakini hasil quick qount palsu ini dipakai untuk pengondisian agar KPU juga mengikutinya. Selanjutnya, website KPU akan dibobol dan diretas untuk menampilkan hasil hitung cepat palsu tersebut. Heru meminta seluruh relawan Prabowo-Hatta merapatkan barisan. Kecurangan sedang dibuat secara sistematis. “Pasang mata dan telinga baik-baik. Jaga masyarakat agar dapat memilih pemimpinnya dengan pikiran jernih dan hati yang bersih. Bersuci dengan ambil wudhu sebelum berangkat ke TPS dan satu pilihan, satu tujuan,” pintanya. ---------- Pesan terusan ---------- Dari: Donard <[email protected]> Tanggal: 6 Juli 2014 10.59 Subjek: RE: [R@ntau-Net] Pak Prabowo, kami memilih anda, tapi ... Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Alhamdulillah ambo Jo keluarga alah mamiliah di Perth, Australia. Kalau mamak dan sanak di Palanta perhatikan Perth Ko kini cukuik terkenal di media sosial karano banyak tulisan2 nan ditulis mahasiswa2 di siko ttg capres yg berseliweran di situ. Ambo saketek banyaknyo cukuik terlibat. Prinsip ambo ambiak yg paliang saketek mudaratnya karano sabananyo kaduo calon indak ideal manuruik ambo. Salain itu ambo labiah nyaman pulo badiskusi Jo kawan2 pendukung Capres yg ciek daripado ciek nan lain. Mengenai hasil alun ado. Banyak pulo yg ngirim via pos. Jadi jaan dipacayo bana hasil exit poll akal2an pemilu lua nagari yg patang cukuik gencar. Salam Donard34 ------------------------------ From: Ronald P Putra <[email protected]> Sent: 5/07/2014 5:57 PM To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Pak Prabowo, kami memilih anda, tapi ... oleh Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna <http://salimafillah.com/category/rajutanmakna/>. 05/07/2014 Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi.. Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.” Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”. Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya. Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah *Subhanahu wa Ta’ala*, Tuhan Maha Besar.” Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya. Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi.. Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.” Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia. Sebuah tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela. Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar. Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal kepercayaan kami kepada Anda. Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi.. Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yang kalian sendiri menyebabkannya.” Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud. Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah *Maqashid Asy Syari’ah* (tujuan diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima hal itu; pertama adalah *Hifzhud Diin*(Menjaga Agama) yang disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua*Hifzhun Nafs* (Menjaga Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga *Hifzhun Nasl*(Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. Keempat *Hifzhul ‘Aql*(Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, *Hifzhul Maal* (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, melarang perda syari’ah, mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin pendirian rumah ibadah, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yang belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yang tangannya berlumuran darah ummat. Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “*Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah*.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.” Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi.. Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain.” Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia. Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa. Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.” Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi.. Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yang tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yang tidak berguna.” Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yang akan meringankan hisab Anda di akhirat. Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi.. Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa, sejauh yang Anda mampu. Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu. Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit. Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi.. Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yang baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yang disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.” doa kami, hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
