Hal yang sama tentu akan dirasakan oleh provinsi lain Sumatra yg memenangkan PH, kecuali Sumut & Lampung. Daerah Batak akan semakin berjaya, demikian juga Indonesia Timur. Konsekuensi logis dari sebuah pilihan, kue pembangunan tidak akan terbagi merata akibat kekuasaan"otonomi daerah" dan "anak tiri anak kandung" karena beban utang luar negeri yg "luar biasa". Mengharap pertumbuhan >7%/ tahun? Harus menunggu 2020, karena beban subsidi semakin membengkak dan harus menunggu tersingkirnya "mafia minyak" oleh JKW-JK. Mungkinkah? Isi debat pilpres tak selalu sinkron dgn realita.. Wallahu 'alam. Pada 2014 7 25 04:41, "Aprinal Saldi" <[email protected]> menulis:
> *untung ada beberapa figur penyeimbang: M. Sayuti, Maso’ed Abidin, > Zulwadi, Shofwan Karim, Zainuddin Husin, Desi Asmarut, Nur Ainas Abizar, > Feriyanti, Ade Faulina, Yunando Dhuhelmo, Basril Djabar, Marzul Veri, Fahmi > Idris, Syafi’i Maarif, Fasli Djalal, Sjahrul Udjud, Chairul Tandjung, dan > Febby, Saldi Isra, Eko Alvares, Gus tf Sakai, Edy Utama. Kini, demi > (pembangunan dan kesejahteraan) Provinsi Sumbar, mereka dimohon segera > mengadakan pendekatan dengan presiden dan wakil presiden terpilih. Dan > semoga gubernur, bupati dan walikota yang “menjerumuskan” (di antara tanda > petik) rakyat masih terpilih lagi untuk tetap menjabat. Saya menggunakan > diksi menjerumuskan menyusul kelakuan mereka yang tidak memerdekakan rakyat > menentukan pilihan.* > > Kemenangan Jokowi-JK dan Sumbar “Hebaaat” > <http://hariansinggalang.co.id/kemenangan-jokowi-jk-dan-sumbar-hebaaat/> (514 > Views) July 24, 2014 8:43 am | Published by sgl17 > <http://hariansinggalang.co.id/author/sgl17/> | No comment > <http://hariansinggalang.co.id/kemenangan-jokowi-jk-dan-sumbar-hebaaat/#respond> > > Darman Moenir – Kemarin malam, Selasa, 22 Juli 2014, pukul 20.30, > pemerintah melalui Ketua KPU Republik Indonesia, Husni Kamil Manik, secara > resmi mengumumkan, bahwa pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangkan > pemilihan presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan pada 9 Juli 2014. > > Artinya, kini RI punya presiden dan wakil presiden baru, menggantikan > SBY-Boediono. Joko Widodo-JK akan dilantik 20 Oktober, memangku jabatan > sampai 2019. Perolehan suara Jokowi-JK 70.997.833 atau 53,15 persen dari > suara sah sebanyak 133.574.277. Prabowo-Hatta meraih 62.576.444 suara, atau > 46,85 persen. > Satu lagi kerja besar rampung. Dan bangsa Indonesia, tanpa dikomando, > bersyukur, amat sangat bersyukur dengan hasil pilpres. Dua kubu > berseberangan diharap kembali bersatu, sebangsa dan setanah air. Perbedaan > pilihan dan barangkali gesekan-gesekan sebelum dan selama kampanye patut > diakhiri, dan pada waktunya kita kembali melanjutkan pembangunan RI ke arah > lebih baik, makmur, sejahtera, aman dan damai. > > > Dan kepada presiden terpilih, kita sampaikan ucapan: selamat Pak Jokowi > dan Pak JK. Jokowi-JK adalah pilihan sebagian besar rakyat Indonesia dari > Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu semua janji sesuai visi dan misi > mohon diimplementasikan. Kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang pun > kita berterima kasih. > Kemenangan Jokowi-JK adalah kemenangan rakyat Indonesia, kemenangan rakyat > di Provinsi Sumatra Barat. Kemenangan rakyat di Sumbar perlu garis-bawah. > Ternyata, 76,92 persen rakyat Sumbar memberikan suara kepada Prabowo-Hatta. > Prabowo meraih 1.797.505 suara. Jokowi-JK hanya mendapat 5.039.308 suara. > Paling menarik, persentase itu terbesar di semua provinsi! Tidak > tanggung-tanggung, sesudah angka itu diketahui melalui hitung-cepat, Irwan > Prayitno langsung menghadap Prabowo di Jakarta. > “Pak Prabowo berterima kasih dan memberikan apresiasi yang > setinggi-tingginya kepada masyarakat Sumatra Barat yang telah memberikan > hak politik kepada Prabowo-Hatta. Hal ini disampaikan beliau dalam rapat > yang diikuti pemimpin parpol pendukung dan jajaran tim pemenangan pada > Rabu, 9 Juli, pukul 23.00 WIB,” kata Irwan Prayitno, Ketua Tim Pemenangan > Prabowo-Hatta seperti diwartakan Haluan, Jumat, 11 Juli 2014. > > > Namun, kenyataan bicara lain, amat sangat lain! Di Indonesia, > Prabowo-Hatta tidak beruntung. Bukan senda-gurau, pemilihan kali ini bukan > pemilihan gubernur. Bukan! Berapa pun presentase kemenangan Prabowo-Hatta > di Sumbar, yang akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden tetaplah > Jokowi-JK. > Persoalan besar dan mendasar yang menarik disiasati adalah, mengapa > Prabowo-Hatta menang telak di Sumbar? Apakah cukup alasan, kemenangan itu > diraih sebagai akibat Ketua Timses Prabowo-Hatta adalah Irwan Prayitno > yang, tentu saja, tidak dapat tidak, adalah Gubernur Sumbar? Apakah > kemenangan itu sebagai akibat 18 bupati/walikota di Sumbar dan 7 parpol > ikut mengusung Prabowo-Hatta? Di mana gerangan kehebatan dan kecerdasan > orang Minangkabau berdemokrasi, duduak samo randah, tagak samo tinggi? > > > Dan menyimak iklan sehalaman penuh surat kabar dalam upaya pemenangan itu, > ada yang lucu, menggelikan. Terpampang jelas foto Irwan Prayitno dan 18 > figur utama dari kabupaten dan kota seantero Sumbar. Di bawah foto > terpasang 7 logo partai pendukung. Lucu. Mengapa sembunyi di balik ilalang > sehelai? Mengapa nama dan jabatan tidak dicantumkan? Trik itu mangkus? > > > Namun, itukah saja alasan mengapa 76,92 persen rakyat tidak memilih > Jokowi-JK? Adakah sebagian rakyat termakan isu kampanye hitam: Jokowidodo > kafir, keturunan Cina, berhaluan komunis, dan punya program kristenisasi > serta beberapa intrik yang tak berterima akal sehat? Saya menyatakan, > tidak! Urang awak takkan termakan kampanye hitam. Mereka mampu > membeda-bedakan loyang, perak, emas, intan, berlian. Dan dari dulu, sejak > zaman alun barabalun, orang Minangkabau cerdas. Parpatiah Nan Sabatang dan > Katumangguangan adalah pemimpin yang hebat dan agung. Pemimpin-pemimpin > sejak Imam Bondjol, Abdoel Moeis, Rasoena Said, Tan Malaka, M. Yamin, Agus > Salim, Sjahrir, Bung Hatta, berkiprah sangat luar biasa hebat, demi > kepentingan bangsa, demi Indonesia. Sampai sekarang, dan entah sampai > kapan, mereka diteladani. > > > Begitu pula Ahmad Husein, komandan Pasukan Harimau Kuranji, menggebrak, > menentang pemerintah pusat, Jakarta, dengan ultimatum Dewan Perjuangan. > Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, PRRI, dideklarasikan Ahmad > Husein 15 Februari 1958. Figur-figur PRRI adalah Sjafruddin Prawiranegara, > Assaat Datuak Mudo, Dahlan Djambek, Maluddin Simbolon, Soemitro > Djojohadikoesoemo, Moh. Sjafei, J.F. Warouw, Moechtar Lintang, Saleh > Lahade, Gani Usman, Ventje Sumual, Wim Najoan, Eddy Gagola, Dolf > Runturambi, D. J. Somba, Alexander Evert Kawilarang, dan ratusan yang lain > berjuang gagah perkasa. PRRI melakukan koreksi atas pemerintah pusat yang > bertindak sewenang-wenang. Soekarno membangun Jakarta jadi pusat > pemerintahan dan membangun proyek mercu suar Monumen Nasional (Monas), > Masjid Istiqlal, Stadion Gelora Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) dan > sejumlah patung. Tidak ada pemerataan pembangunan. Daerah dibiarkan miskin > dan melarat. Soekarno mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup. > Soekarno terlalu dekat dengan PKI yang tak disukai kelompok Islam dan > nasionalis. > > > Biar kalah, ribuan pejuang dan rakyat jelata tewas, tetapi apa yang > diperjuangkan PRRI kemudian wujud dan kini menemukan bentuk. Itulah > pemerataan pembangunan dan seluruh tanah air, itulah otonomi daerah, itulah > daulat rakyat. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih > kepada Ahmad Hussein dan para sahabat. > > > Lalu, dengan menggiring bupati/walikota dan rakyat Sumbar, sesungguhnya > apa yang diperjuangkan dan hendak diraih Irwan Prayitno? Usaha dan upaya > Irwan Prayitno berhasil, menang telak tetapi sekaligus gagal total. Ini > bisa berakibat fatal! Mudah-mudahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden > Jusuf Kalla takkan menganak-tirikan Provinsi Sumbar di antara > provinsi-provinsi lain. Dipercaya, presiden dan wakil presiden pilihan > rakyat ini berjiwa besar, negarawan sejati. > > > Dan di Sumbar untung ada beberapa figur penyeimbang: M. Sayuti, Maso’ed > Abidin, Zulwadi, Shofwan Karim, Zainuddin Husin, Desi Asmarut, Nur Ainas > Abizar, Feriyanti, Ade Faulina, Yunando Dhuhelmo, Basril Djabar, Marzul > Veri, Fahmi Idris, Syafi’i Maarif, Fasli Djalal, Sjahrul Udjud, Chairul > Tandjung, dan Febby, Saldi Isra, Eko Alvares, Gus tf Sakai, Edy Utama. > Kini, demi (pembangunan dan kesejahteraan) Provinsi Sumbar, mereka dimohon > segera mengadakan pendekatan dengan presiden dan wakil presiden terpilih. > Dan semoga gubernur, bupati dan walikota yang “menjerumuskan” (di antara > tanda petik) rakyat masih terpilih lagi untuk tetap menjabat. Saya > menggunakan diksi menjerumuskan menyusul kelakuan mereka yang tidak > memerdekakan rakyat menentukan pilihan. > Dan, ya, diharapkan, semoga Gubernur Irwan Prayitno, para bupati dan > walikota yang tidak mengusung Jokowidodo dan Jusuf Kalla itu mampu > mengadakan pendekatan dengan Jakarta. Andaikan tidak?! > > > Ini tragedi. Fatal. Ini sungguh-sungguh bertolak-belakang dengan upaya > (dengan hasil cemerlang) dari Tan Malaka, Hatta, Ahmad Husein. (*) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
