Pemimpin  nan  bijaksana indak ka mamiliah-miliah sia pen dukung atau sia
nan indak man dukuang.

Wasalam.
Yosnefil
L/ 37/ Solok/ tanjuang
Pada 25 Jul 2014 06:44, "Maturidi Donsan" <[email protected]> menulis:

> Sanak dipalanta n.a. h
>
>
>
> Mengenai tulisan yang ditampilkan  sebelumnya,  saya disamping sependapat
> dengan pak  Doktor Rahayusalim juga ingin menganjurkan kepada sana-sanak
> dipalanta, suka atau tidak suka :
>
>
>
> Pemilu sudah selesai, presiden baru sudah ada.
>
>
>
> Kita tutup pembicaraan mengenai PH-JJK ini,  baik mengenai dukung
> mendukung sebelumnya maupun masalah yang masih bergesekan dengan PH-JJK itu.
>
>
>
> Ini untuk menjadikan semua kita cooling down.
>
>
>
> Semoga semua kita ber-idul fitri dengan bahagia
>
>
>
> Marilah kita pindak ke topik lain.
>
>
>
> Wass,
>
>
>
> Maturidi (L-7/7/1938) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>
> Pada 25 Juli 2014 05.41, <[email protected]> menulis:
>
>> Assalamualaikum warahmatullahi wabaraakatuh,
>>
>> Tuo tuo rantaunet nan ambo hormati.
>>
>> Kurang sapandapek ambo jo isi pemikiran tulisan ko dek karano mambuek
>> kesan bahaso produk pemilu nan mahasilkan seorang presiden akan bekerja
>> ‎tebang pilih mendahulukan daerah daerah yang memenangkan si presiden.
>> Apakah betul seperti itu?
>> Ambo raso iko pemikiran nan babahayo dalam menuju Indonesia yang kuat dan
>> hebat.
>>
>> Sang presiden akan terjebak pada pemuasan nafsu para
>> pendukungnya....entahlah.
>>
>> Rahyussalim L,44 th, Jakarta
>>
>>  Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
>>   *From: *Aprinal Saldi
>> *Sent: *Friday, July 25, 2014 04:41
>> *To: *[email protected]
>> *Reply To: *[email protected]
>> *Subject: *[R@ntau-Net] Kemenangan Jokowi-JK dan Sumbar "Hebaaat"
>>
>> *untung ada beberapa figur penyeimbang: M. Sayuti, Maso’ed Abidin,
>> Zulwadi, Shofwan Karim, Zainuddin Husin, Desi Asmarut, Nur Ainas Abizar,
>> Feriyanti, Ade Faulina, Yunando Dhuhelmo, Basril Djabar, Marzul Veri, Fahmi
>> Idris, Syafi’i Maarif, Fasli Djalal, Sjahrul Udjud, Chairul Tandjung, dan
>> Febby, Saldi Isra, Eko Alvares, Gus tf Sakai, Edy Utama. Kini, demi
>> (pembangunan dan kesejahteraan) Provinsi Sumbar, mereka dimohon segera
>> mengadakan pendekatan dengan presiden dan wakil presiden terpilih. Dan
>> semoga gubernur, bupati dan walikota yang “menjerumuskan” (di antara tanda
>> petik) rakyat masih terpilih lagi untuk tetap menjabat. Saya menggunakan
>> diksi menjerumuskan menyusul kelakuan mereka yang tidak memerdekakan rakyat
>> menentukan pilihan.*
>>
>> Kemenangan Jokowi-JK dan Sumbar “Hebaaat”
>> <http://hariansinggalang.co.id/kemenangan-jokowi-jk-dan-sumbar-hebaaat/> (514
>> Views) July 24, 2014 8:43 am | Published by sgl17
>> <http://hariansinggalang.co.id/author/sgl17/> | No comment
>> <http://hariansinggalang.co.id/kemenangan-jokowi-jk-dan-sumbar-hebaaat/#respond>
>>
>> Darman Moenir – Kemarin malam, Selasa, 22 Juli 2014, pukul 20.30,
>> pemerintah melalui Ketua KPU Republik Indonesia, Husni Kamil Manik, secara
>> resmi mengumumkan, bahwa pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangkan
>> pemilihan presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan pada 9 Juli 2014.
>>
>> Artinya, kini RI punya presiden dan wakil presiden baru, menggantikan
>> SBY-Boediono. Joko Widodo-JK akan dilantik 20 Oktober, memangku jabatan
>> sampai 2019. Perolehan suara Jokowi-JK 70.997.833 atau 53,15 persen dari
>> suara sah sebanyak 133.574.277. Prabowo-Hatta meraih 62.576.444 suara, atau
>> 46,85 persen.
>> Satu lagi kerja besar rampung. Dan bangsa Indonesia, tanpa dikomando,
>> bersyukur, amat sangat bersyukur dengan hasil pilpres. Dua kubu
>> berseberangan diharap kembali bersatu, sebangsa dan setanah air. Perbedaan
>> pilihan dan barangkali gesekan-gesekan sebelum dan selama kampanye patut
>> diakhiri, dan pada waktunya kita kembali melanjutkan pembangunan RI ke arah
>> lebih baik, makmur, sejahtera, aman dan damai.
>>
>>
>> Dan kepada presiden terpilih, kita sampaikan ucapan: selamat Pak Jokowi
>> dan Pak JK. Jokowi-JK adalah pilihan sebagian besar rakyat Indonesia dari
>> Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu semua janji sesuai visi dan misi
>> mohon diimplementasikan. Kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang pun
>> kita berterima kasih.
>> Kemenangan Jokowi-JK adalah kemenangan rakyat Indonesia, kemenangan
>> rakyat di Provinsi Sumatra Barat. Kemenangan rakyat di Sumbar perlu
>> garis-bawah. Ternyata, 76,92 persen rakyat Sumbar memberikan suara kepada
>> Prabowo-Hatta. Prabowo meraih 1.797.505 suara. Jokowi-JK hanya mendapat
>> 5.039.308 suara. Paling menarik, persentase itu terbesar di semua provinsi!
>> Tidak tanggung-tanggung, sesudah angka itu diketahui melalui hitung-cepat,
>> Irwan Prayitno langsung menghadap Prabowo di Jakarta.
>> “Pak Prabowo berterima kasih dan memberikan apresiasi yang
>> setinggi-tingginya kepada masyarakat Sumatra Barat yang telah memberikan
>> hak politik kepada Prabowo-Hatta. Hal ini disampaikan beliau dalam rapat
>> yang diikuti pemimpin parpol pendukung dan jajaran tim pemenangan pada
>> Rabu, 9 Juli, pukul 23.00 WIB,” kata Irwan Prayitno, Ketua Tim Pemenangan
>> Prabowo-Hatta seperti diwartakan Haluan, Jumat, 11 Juli 2014.
>>
>>
>> Namun, kenyataan bicara lain, amat sangat lain! Di Indonesia,
>> Prabowo-Hatta tidak beruntung. Bukan senda-gurau, pemilihan kali ini bukan
>> pemilihan gubernur. Bukan! Berapa pun presentase kemenangan Prabowo-Hatta
>> di Sumbar, yang akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden tetaplah
>> Jokowi-JK.
>> Persoalan besar dan mendasar yang menarik disiasati adalah, mengapa
>> Prabowo-Hatta menang telak di Sumbar? Apakah cukup alasan, kemenangan itu
>> diraih sebagai akibat Ketua Timses Prabowo-Hatta adalah Irwan Prayitno
>> yang, tentu saja, tidak dapat tidak, adalah Gubernur Sumbar? Apakah
>> kemenangan itu sebagai akibat 18 bupati/walikota di Sumbar dan 7 parpol
>> ikut mengusung Prabowo-Hatta? Di mana gerangan kehebatan dan kecerdasan
>> orang Minangkabau berdemokrasi, duduak samo randah, tagak samo tinggi?
>>
>>
>> Dan menyimak iklan sehalaman penuh surat kabar dalam upaya pemenangan
>> itu, ada yang lucu, menggelikan. Terpampang jelas foto Irwan Prayitno dan
>> 18 figur utama dari kabupaten dan kota seantero Sumbar. Di bawah foto
>> terpasang 7 logo partai pendukung. Lucu. Mengapa sembunyi di balik ilalang
>> sehelai? Mengapa nama dan jabatan tidak dicantumkan? Trik itu mangkus?
>>
>>
>> Namun, itukah saja alasan mengapa 76,92 persen rakyat tidak memilih
>> Jokowi-JK? Adakah sebagian rakyat termakan isu kampanye hitam: Jokowidodo
>> kafir, keturunan Cina, berhaluan komunis, dan punya program kristenisasi
>> serta beberapa intrik yang tak berterima akal sehat? Saya menyatakan,
>> tidak! Urang awak takkan termakan kampanye hitam. Mereka mampu
>> membeda-bedakan loyang, perak, emas, intan, berlian. Dan dari dulu, sejak
>> zaman alun barabalun, orang Minangkabau cerdas. Parpatiah Nan Sabatang dan
>> Katumangguangan adalah pemimpin yang hebat dan agung. Pemimpin-pemimpin
>> sejak Imam Bondjol, Abdoel Moeis, Rasoena Said, Tan Malaka, M. Yamin, Agus
>> Salim, Sjahrir, Bung Hatta, berkiprah sangat luar biasa hebat, demi
>> kepentingan bangsa, demi Indonesia. Sampai sekarang, dan entah sampai
>> kapan, mereka diteladani.
>>
>>
>> Begitu pula Ahmad Husein, komandan Pasukan Harimau Kuranji, menggebrak,
>> menentang pemerintah pusat, Jakarta, dengan ultimatum Dewan Perjuangan.
>> Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, PRRI, dideklarasikan Ahmad
>> Husein 15 Februari 1958. Figur-figur PRRI adalah Sjafruddin Prawiranegara,
>> Assaat Datuak Mudo, Dahlan Djambek, Maluddin Simbolon, Soemitro
>> Djojohadikoesoemo, Moh. Sjafei, J.F. Warouw, Moechtar Lintang, Saleh
>> Lahade, Gani Usman, Ventje Sumual, Wim Najoan, Eddy Gagola, Dolf
>> Runturambi, D. J. Somba, Alexander Evert Kawilarang, dan ratusan yang lain
>> berjuang gagah perkasa. PRRI melakukan koreksi atas pemerintah pusat yang
>> bertindak sewenang-wenang. Soekarno membangun Jakarta jadi pusat
>> pemerintahan dan membangun proyek mercu suar Monumen Nasional (Monas),
>> Masjid Istiqlal, Stadion Gelora Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) dan
>> sejumlah patung. Tidak ada pemerataan pembangunan. Daerah dibiarkan miskin
>> dan melarat. Soekarno mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup.
>> Soekarno terlalu dekat dengan PKI yang tak disukai kelompok Islam dan
>> nasionalis.
>>
>>
>> Biar kalah, ribuan pejuang dan rakyat jelata tewas, tetapi apa yang
>> diperjuangkan PRRI kemudian wujud dan kini menemukan bentuk. Itulah
>> pemerataan pembangunan dan seluruh tanah air, itulah otonomi daerah, itulah
>> daulat rakyat. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih
>> kepada Ahmad Hussein dan para sahabat.
>>
>>
>> Lalu, dengan menggiring bupati/walikota dan rakyat Sumbar, sesungguhnya
>> apa yang diperjuangkan dan hendak diraih Irwan Prayitno? Usaha dan upaya
>> Irwan Prayitno berhasil, menang telak tetapi sekaligus gagal total. Ini
>> bisa berakibat fatal! Mudah-mudahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden
>> Jusuf Kalla takkan menganak-tirikan Provinsi Sumbar di antara
>> provinsi-provinsi lain. Dipercaya, presiden dan wakil presiden pilihan
>> rakyat ini berjiwa besar, negarawan sejati.
>>
>>
>> Dan di Sumbar untung ada beberapa figur penyeimbang: M. Sayuti, Maso’ed
>> Abidin, Zulwadi, Shofwan Karim, Zainuddin Husin, Desi Asmarut, Nur Ainas
>> Abizar, Feriyanti, Ade Faulina, Yunando Dhuhelmo, Basril Djabar, Marzul
>> Veri, Fahmi Idris, Syafi’i Maarif, Fasli Djalal, Sjahrul Udjud, Chairul
>> Tandjung, dan Febby, Saldi Isra, Eko Alvares, Gus tf Sakai, Edy Utama.
>> Kini, demi (pembangunan dan kesejahteraan) Provinsi Sumbar, mereka dimohon
>> segera mengadakan pendekatan dengan presiden dan wakil presiden terpilih.
>> Dan semoga gubernur, bupati dan walikota yang “menjerumuskan” (di antara
>> tanda petik) rakyat masih terpilih lagi untuk tetap menjabat. Saya
>> menggunakan diksi menjerumuskan menyusul kelakuan mereka yang tidak
>> memerdekakan rakyat menentukan pilihan.
>> Dan, ya, diharapkan, semoga Gubernur Irwan Prayitno, para bupati dan
>> walikota yang tidak mengusung Jokowidodo dan Jusuf Kalla itu mampu
>> mengadakan pendekatan dengan Jakarta. Andaikan tidak?!
>>
>>
>> Ini tragedi. Fatal. Ini sungguh-sungguh bertolak-belakang dengan upaya
>> (dengan hasil cemerlang) dari Tan Malaka, Hatta, Ahmad Husein. (*)
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke