Sanak dipalanta n.a. h
Mengenai tulisan yang ditampilkan sebelumnya, saya disamping sependapat dengan pak Doktor Rahayusalim juga ingin menganjurkan kepada sana-sanak dipalanta, suka atau tidak suka : Pemilu sudah selesai, presiden baru sudah ada. Kita tutup pembicaraan mengenai PH-JJK ini, baik mengenai dukung mendukung sebelumnya maupun masalah yang masih bergesekan dengan PH-JJK itu. Ini untuk menjadikan semua kita cooling down. Semoga semua kita ber-idul fitri dengan bahagia Marilah kita pindak ke topik lain. Wass, Maturidi (L-7/7/1938) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau Pada 25 Juli 2014 05.41, <[email protected]> menulis: > Assalamualaikum warahmatullahi wabaraakatuh, > > Tuo tuo rantaunet nan ambo hormati. > > Kurang sapandapek ambo jo isi pemikiran tulisan ko dek karano mambuek > kesan bahaso produk pemilu nan mahasilkan seorang presiden akan bekerja > tebang pilih mendahulukan daerah daerah yang memenangkan si presiden. > Apakah betul seperti itu? > Ambo raso iko pemikiran nan babahayo dalam menuju Indonesia yang kuat dan > hebat. > > Sang presiden akan terjebak pada pemuasan nafsu para > pendukungnya....entahlah. > > Rahyussalim L,44 th, Jakarta > > Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network. > *From: *Aprinal Saldi > *Sent: *Friday, July 25, 2014 04:41 > *To: *[email protected] > *Reply To: *[email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] Kemenangan Jokowi-JK dan Sumbar "Hebaaat" > > *untung ada beberapa figur penyeimbang: M. Sayuti, Maso’ed Abidin, > Zulwadi, Shofwan Karim, Zainuddin Husin, Desi Asmarut, Nur Ainas Abizar, > Feriyanti, Ade Faulina, Yunando Dhuhelmo, Basril Djabar, Marzul Veri, Fahmi > Idris, Syafi’i Maarif, Fasli Djalal, Sjahrul Udjud, Chairul Tandjung, dan > Febby, Saldi Isra, Eko Alvares, Gus tf Sakai, Edy Utama. Kini, demi > (pembangunan dan kesejahteraan) Provinsi Sumbar, mereka dimohon segera > mengadakan pendekatan dengan presiden dan wakil presiden terpilih. Dan > semoga gubernur, bupati dan walikota yang “menjerumuskan” (di antara tanda > petik) rakyat masih terpilih lagi untuk tetap menjabat. Saya menggunakan > diksi menjerumuskan menyusul kelakuan mereka yang tidak memerdekakan rakyat > menentukan pilihan.* > > Kemenangan Jokowi-JK dan Sumbar “Hebaaat” > <http://hariansinggalang.co.id/kemenangan-jokowi-jk-dan-sumbar-hebaaat/> (514 > Views) July 24, 2014 8:43 am | Published by sgl17 > <http://hariansinggalang.co.id/author/sgl17/> | No comment > <http://hariansinggalang.co.id/kemenangan-jokowi-jk-dan-sumbar-hebaaat/#respond> > > Darman Moenir – Kemarin malam, Selasa, 22 Juli 2014, pukul 20.30, > pemerintah melalui Ketua KPU Republik Indonesia, Husni Kamil Manik, secara > resmi mengumumkan, bahwa pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangkan > pemilihan presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan pada 9 Juli 2014. > > Artinya, kini RI punya presiden dan wakil presiden baru, menggantikan > SBY-Boediono. Joko Widodo-JK akan dilantik 20 Oktober, memangku jabatan > sampai 2019. Perolehan suara Jokowi-JK 70.997.833 atau 53,15 persen dari > suara sah sebanyak 133.574.277. Prabowo-Hatta meraih 62.576.444 suara, atau > 46,85 persen. > Satu lagi kerja besar rampung. Dan bangsa Indonesia, tanpa dikomando, > bersyukur, amat sangat bersyukur dengan hasil pilpres. Dua kubu > berseberangan diharap kembali bersatu, sebangsa dan setanah air. Perbedaan > pilihan dan barangkali gesekan-gesekan sebelum dan selama kampanye patut > diakhiri, dan pada waktunya kita kembali melanjutkan pembangunan RI ke arah > lebih baik, makmur, sejahtera, aman dan damai. > > > Dan kepada presiden terpilih, kita sampaikan ucapan: selamat Pak Jokowi > dan Pak JK. Jokowi-JK adalah pilihan sebagian besar rakyat Indonesia dari > Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu semua janji sesuai visi dan misi > mohon diimplementasikan. Kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang pun > kita berterima kasih. > Kemenangan Jokowi-JK adalah kemenangan rakyat Indonesia, kemenangan rakyat > di Provinsi Sumatra Barat. Kemenangan rakyat di Sumbar perlu garis-bawah. > Ternyata, 76,92 persen rakyat Sumbar memberikan suara kepada Prabowo-Hatta. > Prabowo meraih 1.797.505 suara. Jokowi-JK hanya mendapat 5.039.308 suara. > Paling menarik, persentase itu terbesar di semua provinsi! Tidak > tanggung-tanggung, sesudah angka itu diketahui melalui hitung-cepat, Irwan > Prayitno langsung menghadap Prabowo di Jakarta. > “Pak Prabowo berterima kasih dan memberikan apresiasi yang > setinggi-tingginya kepada masyarakat Sumatra Barat yang telah memberikan > hak politik kepada Prabowo-Hatta. Hal ini disampaikan beliau dalam rapat > yang diikuti pemimpin parpol pendukung dan jajaran tim pemenangan pada > Rabu, 9 Juli, pukul 23.00 WIB,” kata Irwan Prayitno, Ketua Tim Pemenangan > Prabowo-Hatta seperti diwartakan Haluan, Jumat, 11 Juli 2014. > > > Namun, kenyataan bicara lain, amat sangat lain! Di Indonesia, > Prabowo-Hatta tidak beruntung. Bukan senda-gurau, pemilihan kali ini bukan > pemilihan gubernur. Bukan! Berapa pun presentase kemenangan Prabowo-Hatta > di Sumbar, yang akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden tetaplah > Jokowi-JK. > Persoalan besar dan mendasar yang menarik disiasati adalah, mengapa > Prabowo-Hatta menang telak di Sumbar? Apakah cukup alasan, kemenangan itu > diraih sebagai akibat Ketua Timses Prabowo-Hatta adalah Irwan Prayitno > yang, tentu saja, tidak dapat tidak, adalah Gubernur Sumbar? Apakah > kemenangan itu sebagai akibat 18 bupati/walikota di Sumbar dan 7 parpol > ikut mengusung Prabowo-Hatta? Di mana gerangan kehebatan dan kecerdasan > orang Minangkabau berdemokrasi, duduak samo randah, tagak samo tinggi? > > > Dan menyimak iklan sehalaman penuh surat kabar dalam upaya pemenangan itu, > ada yang lucu, menggelikan. Terpampang jelas foto Irwan Prayitno dan 18 > figur utama dari kabupaten dan kota seantero Sumbar. Di bawah foto > terpasang 7 logo partai pendukung. Lucu. Mengapa sembunyi di balik ilalang > sehelai? Mengapa nama dan jabatan tidak dicantumkan? Trik itu mangkus? > > > Namun, itukah saja alasan mengapa 76,92 persen rakyat tidak memilih > Jokowi-JK? Adakah sebagian rakyat termakan isu kampanye hitam: Jokowidodo > kafir, keturunan Cina, berhaluan komunis, dan punya program kristenisasi > serta beberapa intrik yang tak berterima akal sehat? Saya menyatakan, > tidak! Urang awak takkan termakan kampanye hitam. Mereka mampu > membeda-bedakan loyang, perak, emas, intan, berlian. Dan dari dulu, sejak > zaman alun barabalun, orang Minangkabau cerdas. Parpatiah Nan Sabatang dan > Katumangguangan adalah pemimpin yang hebat dan agung. Pemimpin-pemimpin > sejak Imam Bondjol, Abdoel Moeis, Rasoena Said, Tan Malaka, M. Yamin, Agus > Salim, Sjahrir, Bung Hatta, berkiprah sangat luar biasa hebat, demi > kepentingan bangsa, demi Indonesia. Sampai sekarang, dan entah sampai > kapan, mereka diteladani. > > > Begitu pula Ahmad Husein, komandan Pasukan Harimau Kuranji, menggebrak, > menentang pemerintah pusat, Jakarta, dengan ultimatum Dewan Perjuangan. > Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, PRRI, dideklarasikan Ahmad > Husein 15 Februari 1958. Figur-figur PRRI adalah Sjafruddin Prawiranegara, > Assaat Datuak Mudo, Dahlan Djambek, Maluddin Simbolon, Soemitro > Djojohadikoesoemo, Moh. Sjafei, J.F. Warouw, Moechtar Lintang, Saleh > Lahade, Gani Usman, Ventje Sumual, Wim Najoan, Eddy Gagola, Dolf > Runturambi, D. J. Somba, Alexander Evert Kawilarang, dan ratusan yang lain > berjuang gagah perkasa. PRRI melakukan koreksi atas pemerintah pusat yang > bertindak sewenang-wenang. Soekarno membangun Jakarta jadi pusat > pemerintahan dan membangun proyek mercu suar Monumen Nasional (Monas), > Masjid Istiqlal, Stadion Gelora Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) dan > sejumlah patung. Tidak ada pemerataan pembangunan. Daerah dibiarkan miskin > dan melarat. Soekarno mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup. > Soekarno terlalu dekat dengan PKI yang tak disukai kelompok Islam dan > nasionalis. > > > Biar kalah, ribuan pejuang dan rakyat jelata tewas, tetapi apa yang > diperjuangkan PRRI kemudian wujud dan kini menemukan bentuk. Itulah > pemerataan pembangunan dan seluruh tanah air, itulah otonomi daerah, itulah > daulat rakyat. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih > kepada Ahmad Hussein dan para sahabat. > > > Lalu, dengan menggiring bupati/walikota dan rakyat Sumbar, sesungguhnya > apa yang diperjuangkan dan hendak diraih Irwan Prayitno? Usaha dan upaya > Irwan Prayitno berhasil, menang telak tetapi sekaligus gagal total. Ini > bisa berakibat fatal! Mudah-mudahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden > Jusuf Kalla takkan menganak-tirikan Provinsi Sumbar di antara > provinsi-provinsi lain. Dipercaya, presiden dan wakil presiden pilihan > rakyat ini berjiwa besar, negarawan sejati. > > > Dan di Sumbar untung ada beberapa figur penyeimbang: M. Sayuti, Maso’ed > Abidin, Zulwadi, Shofwan Karim, Zainuddin Husin, Desi Asmarut, Nur Ainas > Abizar, Feriyanti, Ade Faulina, Yunando Dhuhelmo, Basril Djabar, Marzul > Veri, Fahmi Idris, Syafi’i Maarif, Fasli Djalal, Sjahrul Udjud, Chairul > Tandjung, dan Febby, Saldi Isra, Eko Alvares, Gus tf Sakai, Edy Utama. > Kini, demi (pembangunan dan kesejahteraan) Provinsi Sumbar, mereka dimohon > segera mengadakan pendekatan dengan presiden dan wakil presiden terpilih. > Dan semoga gubernur, bupati dan walikota yang “menjerumuskan” (di antara > tanda petik) rakyat masih terpilih lagi untuk tetap menjabat. Saya > menggunakan diksi menjerumuskan menyusul kelakuan mereka yang tidak > memerdekakan rakyat menentukan pilihan. > Dan, ya, diharapkan, semoga Gubernur Irwan Prayitno, para bupati dan > walikota yang tidak mengusung Jokowidodo dan Jusuf Kalla itu mampu > mengadakan pendekatan dengan Jakarta. Andaikan tidak?! > > > Ini tragedi. Fatal. Ini sungguh-sungguh bertolak-belakang dengan upaya > (dengan hasil cemerlang) dari Tan Malaka, Hatta, Ahmad Husein. (*) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
