Siapa ISIS Sebenarnya?
------------------------------

[image: isis2 Siapa ISIS Sebenarnya?]

*ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham)*, terus menjadi pembicaraan.
Media-media Barat menyebut bahwa ISIS merupakan cikal bakal teroris yang
akan meneruskan gerakan Al-Qaidah. Jika nama terakhir tak pernah secara
definitif diberitakan keberadaannya secara geografis, ISIS secara gamblang
disebut di Irak atau Suriah. Siapa Isis sebenarnya?

Dalam bahasa Arab, ISIS atau Islamic State in Iraq and Al-Sham, merupakan
terjemahan dari Organisasi Ad-Daulah Al-Islamiyah fi Al-Iraq wa Ash-Sham.
Tapi *Associated Press,* dan Amerika menyebutnya sebagai Islamic State in
Iraq and The Levant (ISIL).

*Aljazeera* melaporkan organisasi ini ada kaitannya dengan arus gerakan
Salafiyah Jihadiyah yang menghimpun berbagai unsur berbeda untuk bertempur
di Irak dan Suriah, dan di medan tempur, mereka terbagi-bagi di bawah
sejumlah front. Karena kondisi tersebut, dimunculkanlah nama organisasi
yang menyebut istilah “Ad-Daulah Al-Islamiyah” (Islamic State). Nama ini
sekaligus menjadi magnet yang menarik banyak pasukan dari berbagai daerah
di medan perang untuk menyatakan kesetiaannya di bawah organisasi payung
yang besar .

*Pendirian dan Kepemimpinan*

Organisasi Daulah Islamiyah, awalnya terbagi dua. Yakni Daulah Islamiyah
fil Iraq yang di media massa dikenal dengan nama “Daash” dan disandarkan
pada Kelompok Tauhid wal Jihad yang didirikan tokoh berkebangsaan Yordania,
Abu Musa Az Zarqawi di Irak tahun 2004, paska invasi militer AS ke Irak.

Zarqawi pada tahun 2006, menyatakan kesetiaannya pada pemimpin al-Qaeda
Osama bin Laden dan meminta agar organisasinya menjadi bagian dari
organisasi Al-Qaeda. Selanjutnya pada tahun yang sama, dibentuk Dewan Syuro
Mujahidin di bawah kepemimpinan Abdullah Rashed Al-Baghdadi.

Tapi Zarqawi akhirnya tewas dalam serangan AS pada pertengahan tahun 2006
dan kepemimpinan Daulah Islamiyah beralih ke Abu Hamza Al Mohajir. Hanya 4
tahun kemudian, tepatnya tanggal 19 April 2010 tentara AS di Irak berhasil
membunuh Abu Hamza Al-Mohajir. Dan dalam waktu sekitar sepuluh hari, Dewan
Syuro menyelenggarakan pertemuan untuk memilih Abu Bakr al-Baghdadi sebagai
pengganti kepemimpinan Daulah Iraq Islamiyah.

*Munculnya Konflik*

Tanggal 9 April 2013, muncul sebuah rekaman suara yang dikaitkan dengan
suara Abu Bakr al-Baghdadi, yang menyatakan bahwa Jabhah Nushra (Front
Kemenangan) di Suriah merupakan perpanjangan dari organissi Daulah Iraq
Islamiyah. Dalam rekaman itu, nama Jabhah Nushrah dan Daulah Iraq Islamiyah
dihapus untuk kemudian diganti menjadi Daulah Islamiyah fil Iraq wa
Asy-Syam. Inilah awal terbentuknya organisasi yang kemudian dikenal oleh
media asing dengan istilah ISIS atau ISIL.

Awalnya, Jabhah Nushrah menerima bergabung dengan ISIS. Tapi kemudian
terjadi perbedaan dan bahkan kontak senjata. Di Suriah, berbagai organisasi
oposisi bersenjata termasuk Jabhah Nushrah, bentrok dengan kelompok pasukan
Daulah, terkait penguasaan dan pengendalian beberapa lokasi di Suriah. Di
sejumlah lokasi yang dikuasai oleh Daulah, dikabarkan tempat-tempat itu
juga pasukan ISIS menerapkan sikap keras dalam penerapan syaraiat Islam
dengan menghukum mati sejumlah tokoh kabilah. Kelompok ini secara terbuka
juga menentang permintaan Aiman Zawahiri, yang merupakan ketua organisasi
Al-Qaeda, yang meminta agar ISIS fokus di Irak dan tidak masuk ke wilayah
Suriah yang merupakan wilayah tempur Jabha Nushrah.

*ISIS dan Jabha Nushrah*

Perselisihan dan pertempuran antara ISIS dan Jabha Nushrah –keduanya
terinspirasi dengan Al-Qaeda— di Suriah, memunculkan perselisihan mendalam
antar pimpinan.

Abu Mohammed Adnani, juru bicara ISIS, pada bulan Mei 2014 menyerang
Zawahiri dan menafikan bahwa kelompoknya merupakan cabang dari Al-Qaeda.
“Tak pernah terjadi apa yang disebutkan itu,” demikian ujar Adnani. Aiman
Zawahiri dikenal sebagai pimpinan Al-Qaeda, yang menjadi rujukan para
pimpinan berbagai organisasi jihad.

Sedangkan Esham Barqawi atau Abu Muhammad Al-Maqdisi, yang disebut sebagai
referensi spiritual kelompok Salafiyah Jihadiyah, juga mengkritik ISIS dan
menyebutkannya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya
rekonsiliasi dengan Jabha Nushrah di Suriah.

*Kekuatan Militer*

Sejak tahun 2006, ISIS memiliki kekuatan militer besar dan menjadi
organisasi militer terkuat di Irak. Mereka mulai memberi pengaruh di daerah
yang luas, tetapi mereka harus berhadapan dengan munculnya organisasi Dewan
Kebangkitan yang merupakan perhimpunan bersenjata dari klan dan kabilah
Irak, yang didirikan untuk melawan organisasi al-Qaeda serta mendapat
dukungan pasukan AS dan pemerintah Irak.

Sedangkan di Suriah, ISIS yang menghimpun para pasukan dengan kualitas
tempur yang lebih baik, berhasil meraih sejumlah kemenangan di Suriah.
Mereka relatif menguasai penuh wilayah Deir al-Zour di perbatasan dengan
Irak. Tapi di sisi lain, mereka kehilangan pengaruh di Aleppo dan pedesaan
sekitarnya, hingga akhirnya seluruh pasukannya harus angkat kaki dari
Aleppo.

Charles Lester, peneliti Pusat BrookingsInstitute yang terletak di Doha,
menyebutkan perkiraan jumlah pasukan organisasi Daulah Islamiyah di Suriah
mencapai 6000 atau 7000 personil. Sedangkan di Irak, sekitar 5000 hingga
6000 personil.

Aljazeera menyebutkan, secara umum pasukan organisasi Daulah Islamiyah,
mayoritas pasukannya ada di Suriah. Mereka adalah orang-orang Suriah. Akan
tetapi pemimpin organisasi Daulah, mayoritas datang dari luar Suriah yang
sebelumnya memiliki pengalaman perang di Irak, Chechnya, Afghanistan dan
berbagai medan tempur lainnya. Sedangkan di Irak, mayoritas pasukan Daulah
Islamiyah adalah orang-orang Iraq sendiri. Pakar masalah Timur Tengah Roman
Caillet dari French Institute mengatakan bahwa mayoritas pasukan organisasi
Daulah Islamiyah, adalah orang-orang Irak atau Libya.

*ISIS Terinfiltrasi?*

Benarkah ISIS terinfiltrasi? Abdullah bin Mohammed, analis strategi Salafiy
Jihadi mengatakan bahwa pada awalnya ia membantah dan meragukan informasi
itu. Namun sejumlah informasi dari kelompok Anshar Islam Sunni di Irak
menunjukkan ISIS di Irak, sulit dikendalikan.

Organisasi Anshar Islam Irak – arus sunni di Irak – pada Februari 2013
berkirim surat pada pimpinan Al Qaeda Aiman Zawahiri, yang menegaskan
konflik antara pasukan ISIS dan sejumlah kelompok di Irak, adalah karena
tidak adanya penanggung jawab resmi dari organisasi itu di Irak. Dengan
tidak adanya sumber itu, muncul banyak inisiatif lapangan yang pada
akhirnya berbenturan dengan kelompok mujahidin Irak seperti kelompok Anshar
Islam dan lainnya. Berulangkali, pasukan ISIS dikabarkan menyerang
keolompok Jamaah Anshar Islam. Sementara pihak Anshar Islam mencoba
mengendalikan diri untuk memelihara situasi dari kondisi genting.

*Pendanaan*

Hingga kini masih simpang siur soal sumber pendanaan ISIS. Pihak yang
membiayai, bisa kelompok intelejen yang berkepentingan secara regional,
atau bisa juga ISIS di Suriah maupun Irak membiayai aktifitasnya dari
sumber dana potensi daerah yang dikuasai. ISIS di Suriah menguasai sejumlah
sumur minyak dan telah ada laporan terkait penjualan minyak mentang ke para
pembeli local, bahkan hingga pemerintah Suriah juga membeli dari mereka.
Belakangan, mereka menguasai kota Mosul, sebagai kota terbesar kedua di
Irak dari sisi jumlah penduduk pada 11 Juni 2014. Mereka juga menguasai
Tikrit yang merupakan basis kelompok pro Saddam Husein. Dan di dua kota
itu, mereka memperoleh dana yang besar.

Namun demikian sejumlah pengamat tidak melihat bahwa jatuhnya Mosul dan
Tikrit adalah karena kekuatan personil ISIS, melainkan karena dukungan
kelompok bersenjata kabilah yang dahulunya adalah loyalis mantan penguasa
Irak, Saddam Husein.

*Sumber :*

   1. *Aljazeera.net*
   2. *“Haqiqa Ikhtiraq Tanzim Daulah Islamiyah fil Iraq wa Asy Syam” ,
   Daash.*
   3. *Syirianmediacenter.com*
   4. *beritapalestina.com <http://beritapalestina.com>.*

Salam dari ateh bumi (bukan subaliak bumi) buek MakNgah di Santakaluih dan
Jodut di Virginia . He he hee....

*mm****


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Sjamsir Sjarif <[email protected]>
Tanggal: 3 Agustus 2014 03.18
Subjek: Bls: Re: [R@ntau-Net] Snowden: ISIS proyek kolaborasi dinas
intelijen AS, Inggris, Israel
Kepada: [email protected]


Istilah "ISIS" lah cando aia matah sajo di kelompok postiang ko. Tapi
adokoh anggota Lapau nan salabiahnyo nan tahu apo kapanjangan aratinyo ISIS
ko?
-- Makngah

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke