Jumat, 22 Agustus 2014 02:41

SOLSEL, HALUAN — Kepolisian Resort (Polres) Solok Selatan merazia tam­bang
emas ilegal di lokasi tambang perusahaan Andalas Merapi Timber (AMT) di
Sungai Kandis, Kecamatan Sangir, Kamis (21/8). Dari razia itu, ditahan satu
ekskavator bermerk cobelko,  seorang operator ekskavator dan tiga penambang
 asing untuk kemudian dibawa ke kantor Polres di Golden Arm.

Kapolres Solsel AKBP Nanang Putu Wardianto mengatakan, tiga penambang asing
itu berkewarnegaraan Cina masing-masing berna­ma Chen (28) asal Ghuang­zou,
Hu (29) asal Kwantung, dan Sung (31) asal Hongkong. Sedang­kan satu
operator itu berinisial YF warga Solsel. Nanang PW kesulitan menginterogasi
tiga penambang itu karena mereka tak bisa berbahasa Inggris.

“Sebenarnya ada tujuh penam­bang asing. Namun baru tiga yang berhasil kami
tangkap. Empat penambang lagi akan kami bawa besok karena tadi mereka
sedang membereskan barang-barang mereka,” kata Nanang PW.

Polres Solsel juga mengaman­kan seorang pengawal tiga penam­bang asing itu
yang berinisial D, warga Sangir yang digaji Rp2 juta per bulan. D
mengungkapkan, tugasnya hanya mengawal aktivitas penambang asing itu, namun
ketika mencuci emas, D tak boleh mendekat. D hanya boleh melihat dari jauh
emas di negerinya diambil orang asing. Inilah realita penam­bangan emas di
Solsel, di mana orang asing menambang sementara pribumi dilarang oleh pihak
asing itu.

Hasil razia itu, kata Nanang PW, pihaknya menemukan fakta bahwa ada oknum
TNI dan Polres Solsel yang terlibat. Tugas oknum aparat itu adalah
menga­wal eskavator masuk ke lokasi tambang.

Kapolres mengaku sudah berkoordinasi dengan kesatuan oknum yang terlibat
mengawasi tambang ilegal itu. Sementara untuk oknum personel Polres 1Solok
Selatan, Kapolres berjanji akan menindak tegas.

Jumat (22/8) hari ini, dari Polda Sumbar dan pihak Imigrasi Padang akan
datang ke Polres Solsel untuk meninjau alat dan tersangka yang ditangkap
itu.

Untuk merazia aktivitas tambang ilegal itu, Polres Solsel menurunkan 32
personil gabu­ngan dari  Bagian Operasi, Sat Reskrim dan Intelkam. Razia
ini dimulai sejak Rabu (20/8) hingga Kamis (21/8) sore.

“Rabu kami masuk ke lokasi untuk penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu
ditemukan beberapa ekskavator yang sedang beroperasi dan yang sedang tidak
digunakan. Namun, kami baru menangkap 5 ekskavator. 1 ekskavator kami bawa
ke kantor menggunakan Trado, sedangkan 4 lagi masih di lokasi karena
terkunci,” ungkapnya. Satu ekskavator yang ditangkap itu, menurut D, milik
warga Solsel yang berinisial AJ.

Saat dilakukan penangkapan, kata Nanang PW, semua penam­bang kabur, baik
yang menggu­nakan ekskavator maupun penam­bang yang menggunakan mesin
dompeng dan yang mendu­lang.

Pihaknya akan tetap menga­dakan razia lanjutan. Namun, kapan waktu razia
itu tak disebutkan karena informasi itu akan membuat penambang emas liar
kabur.

Razia itu, tambah Nanang PW, merupakan instruksi Kapol­da Sumbar, Brigjen
Pol Bambang Sri Herwanto untuk memberan­tas tambang ilegal di Solsel, yang
diteruskan oleh Kapolres Solsel.

Nanang PW membantah kabar yang menyebutkan bahwa ada penam­bang asal Korea
Selatan yang menambang di Solsel.

Sementara itu, staf Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Solsel, Seven yang
dipanggil oleh Kapolres Solsel untuk dimintai keterangan mengenai status
pekerja asing tersebut menga­takan, tiga pekerja asing itu tidak terdaftar
di kantornya.

“Mereka tidak memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Mereka
hanya memiliki surat izin kunjungan dan visa. Jadi bisa dikatakan mereka
pekerja ilegal,” pungkasnya.

Kapolda Geram

Sementara itu, Kapolda Sum­bar Brigjend Pol. Bambang Sri Her­wanto mengakui
bahwa ada beberapa laporan tentang adanya praktik illegal mining yang
terjadi, yakni di Kabupaten Solok Selatan dan Dharmasraya. Dua daerah ini
memang menjadi tempat bagi para penambang emas ilegal tersebut. “Saya
merasa geram mende­ngar kembalinya penambang liar beraksi,” kata Bambang,
kemarin (21/8).

Bambang mengaku berkomi­tmen untuk me­nun­taskan kasus atensi selama ini
dipegang oleh Polda Sumbar. “Kami akan berantas illegal mining, namun jika
usahanya telah memenuhi prosedur kita akan dukung,” jelasnya.

Dijelaskannya, tidak ada pandang bulu dalam kasus ini, apabila ada anggota
polisi yang bermain dalam kasus ini, maka tindakan tegas sudah menanti
mereka.(h/dib/nas)


http://harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/33624-3-penambang-emas-cina-ditangkap-di-solsel--





*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke