Ambo indak tau kondisi kedua belah pihak baik yg malakok maupun yg asli Setelah beberapa generasi, yang ambo liek umumnya yg malakok lebih sukses dan sejahtera dalam kehidupan sehari-hari dari pado warga asli yg memberi tompangan pada mereka
Ini mungkin karena nan malakok lebih ulet dan hemat-cermat dalam kesehariannya Keadaan ini kadang menimbulkan kecemburuan pada warga asli Apalagi kalau yg malakok mulai lupa diri. Tentu kekkisruhan mudah terjadi kalau para tetua tidak bijak menanggapinya -----TR -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
