Ralat, 4.500 orang, stara satu brigade infanteri.

Dr.Saafroedin Bahar
Male, 78 yrs, Jakarta

2014-10-01 16:32 GMT+07:00 Saafroedin Bahar <[email protected]>:

> Reza, saya sudah membaca buku itu. Kolonel Pranoto ini juga yang
> mengangkat 45.000 anggota Pemuda Rakyat/PKI menjadi OPR yang menguber-uber
> PRRI.Jumlah ini 30 kali lebih banyak yang standar untuk tiap kodam, yaitu
> 150 orang.  Beliau tidak menjelaskannya dalam bukunya tersebut.
>
> Dr.Saafroedin Bahar
> Male, 78 yrs, Jakarta
>
> 2014-10-01 11:56 GMT+07:00 muhammad syahreza <[email protected]>:
>
>> Assalamu'alaikum wr.wb.
>>
>> http://garudamiliter.blogspot.com/2014/10/pranoto-reksosamodra.html
>>
>> .....
>>
>> *Jenderal Pranoto Reksosamodra. ©dok keluarga/buku jenderal pranoto
>> reksosamodra*
>>
>> *M*emoar Jenderal Pranoto Reksosamodra tak cuma berisi pergulatan
>> seputar G30S. Banyak kisah menarik seputar operasi militer yang dilakoni
>> perwira angkatan darat tersebut.
>>
>> Perang identik dengan aksi saling bunuh, pertempuran berdarah dan air
>> mata. Namun kadang terselip kisah lucu di sela-sela kengerian tersebut.
>>
>> Salah satunya saat Pranoto memimpin operasi militer memerangi
>> Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Lubuk Bagalung,
>> Sumatera Barat tahun 1958.
>>
>> Pranoto mengerahkan tiga pesawat pemburu Mustang Angkatan Udara.
>> Meriam-meriam artileri, tank dan 150 pasukan Resimen Para Komando Angkatan
>> Darat. Tak cuma itu, TNI juga diperkuat bantuan tembakan kapal perang
>> angkatan laut dan kompi Raider. Mereka bertugas menghancurkan perbentengan
>> pasukan PRRI yang berkekuatan sekitar 1 batalyon atau 1.000 orang lebih
>> pada saat itu.
>>
>> Serangan Pranoto berhasil membungkam kubu lawan. Pasukan PRRI tak diberi
>> kesempatan menyerang balas akibat bantuan tembakan pesawat Mustang yang
>> dipiloti Kapten Udara Roesmin Nurjadin.
>>
>> Setelah situasi dikuasai, Kapten Roesmin mengontak Letkol Pranoto via
>> radio.
>>
>> "Selamat pesta durian Pak Pran. Seluruh skadron selamat dan segera
>> kembali ke Pangkalan Tabing. Saya minta oleh-oleh senapan jungle riffle
>> rampasan musuh, Pak!" kata Kapten pilot yang kelak jadi Panglima Angkatan
>> Udara itu.
>>
>> Benar saja, rupanya dari udara Kapten Roesmin sudah melihat ada hutan
>> durian di kawasan yang telah dikuasai TNI. Tak lama kemudian datang satu
>> peleton membawa masing-masing dua buah durian di tangan mereka.
>>
>> Kolonel Pranoto menuliskan peristiwa ini dalam catatan pribadinya. Buku
>> catatan ini kemudian disunting Imelda Bachtiar dan diterbitkan Kompas tahun
>> 2014 dengan judul Catatan Jenderal Pranoto dari RTM Boedi Oetomo sampai
>> Nirbaya.
>>
>> Bagaimana cara mereka mendapatkan durian itu dengan cepat? Itu mudah
>> saja. Dengan sekali melepaskan tembakan bazooka pada pohon durian, maka
>> rontoklah buahnya yang sudah masak ke bawah. Nah, peluru bazoka yang mereka
>> gunakan adalah peluru hasil rampasan dari musuh.
>>
>> "Pantaslah kau itu selalu tidak jujur kalau menyerahkan rampasan peluru
>> bazooka kepada Polad. Rampasan 100 peluru hanya kau laporkan 80 saja ya
>> Kap?" tegur Pranoto pada Kapten Ali Ebram, komandan kompi pasukan Raider.
>>
>> "Jadi pada saat minggu lalu kau mengirimkan satu truk ke rumahku itu aku
>> harus membayar dengan peluru bazooka itu ya Kap," kata Pranoto sambil
>> tertawa.
>>
>> Kapten Ali Ebram tak menjawab. Dia hanya tertawa bersama seluruh pasukan
>> yang beristirahat di sana.
>>
>> Hormat saya
>>
>> Muhammad Syahreza
>>
>>
>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke