And. M.Syahreza,
Intimidasi dari dari OPR dan Pemuda Rakyat itulah yang menyebabkan
ambo hijrah ka Jakarta, hanya 3 bulan di SMA Negeri Painan. Kemudian
menyambuang diSMA Negeri 2 Jakarta, lalu pindah ke SMA Negeri IV Jogjakarta.
Setelah lulus SMA masuk ITB 3 bulan , lalu hijrah ke AMN Magelang.
Lulus dari AMN ditempatkan di YONIF 401/Banteng Raiders. Semarang. Di
Batalyon itulah ado namo Ali Ebram nan manggantikan Letkol Untung
menjadi Komandan Batalyon. Untung menjadi Komandan Cakrabirawa. Batalyon
bentukan Ahmad Yani ini di infiltrasi oleh kader2 PKI setelah Pranoto
Rekso Samodro menjadi Assisten Personil Kasad..
Sekedar kenangan saja.
Wassalam,
AA.
On 01/10/2014 11:56, muhammad syahreza wrote:
Assalamu'alaikum wr.wb.
http://garudamiliter.blogspot.com/2014/10/pranoto-reksosamodra.html
.....
*Jenderal Pranoto Reksosamodra. ©dok keluarga/buku jenderal pranoto
reksosamodra*
*M*emoar Jenderal Pranoto Reksosamodra tak cuma berisi pergulatan
seputar G30S. Banyak kisah menarik seputar operasi militer yang
dilakoni perwira angkatan darat tersebut.
Perang identik dengan aksi saling bunuh, pertempuran berdarah dan air
mata. Namun kadang terselip kisah lucu di sela-sela kengerian tersebut.
Salah satunya saat Pranoto memimpin operasi militer memerangi
Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Lubuk Bagalung,
Sumatera Barat tahun 1958.
Pranoto mengerahkan tiga pesawat pemburu Mustang Angkatan Udara.
Meriam-meriam artileri, tank dan 150 pasukan Resimen Para Komando
Angkatan Darat. Tak cuma itu, TNI juga diperkuat bantuan tembakan
kapal perang angkatan laut dan kompi Raider. Mereka bertugas
menghancurkan perbentengan pasukan PRRI yang berkekuatan sekitar 1
batalyon atau 1.000 orang lebih pada saat itu.
Serangan Pranoto berhasil membungkam kubu lawan. Pasukan PRRI tak
diberi kesempatan menyerang balas akibat bantuan tembakan pesawat
Mustang yang dipiloti Kapten Udara Roesmin Nurjadin.
Setelah situasi dikuasai, Kapten Roesmin mengontak Letkol Pranoto via
radio.
"Selamat pesta durian Pak Pran. Seluruh skadron selamat dan segera
kembali ke Pangkalan Tabing. Saya minta oleh-oleh senapan jungle
riffle rampasan musuh, Pak!" kata Kapten pilot yang kelak jadi
Panglima Angkatan Udara itu.
Benar saja, rupanya dari udara Kapten Roesmin sudah melihat ada hutan
durian di kawasan yang telah dikuasai TNI. Tak lama kemudian datang
satu peleton membawa masing-masing dua buah durian di tangan mereka.
Kolonel Pranoto menuliskan peristiwa ini dalam catatan pribadinya.
Buku catatan ini kemudian disunting Imelda Bachtiar dan diterbitkan
Kompas tahun 2014 dengan judul Catatan Jenderal Pranoto dari RTM Boedi
Oetomo sampai Nirbaya.
Bagaimana cara mereka mendapatkan durian itu dengan cepat? Itu mudah
saja. Dengan sekali melepaskan tembakan bazooka pada pohon durian,
maka rontoklah buahnya yang sudah masak ke bawah. Nah, peluru bazoka
yang mereka gunakan adalah peluru hasil rampasan dari musuh.
"Pantaslah kau itu selalu tidak jujur kalau menyerahkan rampasan
peluru bazooka kepada Polad. Rampasan 100 peluru hanya kau laporkan 80
saja ya Kap?" tegur Pranoto pada Kapten Ali Ebram, komandan kompi
pasukan Raider.
"Jadi pada saat minggu lalu kau mengirimkan satu truk ke rumahku itu
aku harus membayar dengan peluru bazooka itu ya Kap," kata Pranoto
sambil tertawa.
Kapten Ali Ebram tak menjawab. Dia hanya tertawa bersama seluruh
pasukan yang beristirahat di sana.
Hormat saya
Muhammad Syahreza
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.