Assalamu'alaikum wr.wb.

http://garudamiliter.blogspot.com/2014/10/pranoto-reksosamodra.html

.....

*Jenderal Pranoto Reksosamodra. ©dok keluarga/buku jenderal pranoto
reksosamodra*

*M*emoar Jenderal Pranoto Reksosamodra tak cuma berisi pergulatan seputar
G30S. Banyak kisah menarik seputar operasi militer yang dilakoni perwira
angkatan darat tersebut.

Perang identik dengan aksi saling bunuh, pertempuran berdarah dan air mata.
Namun kadang terselip kisah lucu di sela-sela kengerian tersebut.

Salah satunya saat Pranoto memimpin operasi militer memerangi Pemerintahan
Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Lubuk Bagalung, Sumatera Barat
tahun 1958.

Pranoto mengerahkan tiga pesawat pemburu Mustang Angkatan Udara.
Meriam-meriam artileri, tank dan 150 pasukan Resimen Para Komando Angkatan
Darat. Tak cuma itu, TNI juga diperkuat bantuan tembakan kapal perang
angkatan laut dan kompi Raider. Mereka bertugas menghancurkan perbentengan
pasukan PRRI yang berkekuatan sekitar 1 batalyon atau 1.000 orang lebih
pada saat itu.

Serangan Pranoto berhasil membungkam kubu lawan. Pasukan PRRI tak diberi
kesempatan menyerang balas akibat bantuan tembakan pesawat Mustang yang
dipiloti Kapten Udara Roesmin Nurjadin.

Setelah situasi dikuasai, Kapten Roesmin mengontak Letkol Pranoto via radio.

"Selamat pesta durian Pak Pran. Seluruh skadron selamat dan segera kembali
ke Pangkalan Tabing. Saya minta oleh-oleh senapan jungle riffle rampasan
musuh, Pak!" kata Kapten pilot yang kelak jadi Panglima Angkatan Udara itu.

Benar saja, rupanya dari udara Kapten Roesmin sudah melihat ada hutan
durian di kawasan yang telah dikuasai TNI. Tak lama kemudian datang satu
peleton membawa masing-masing dua buah durian di tangan mereka.

Kolonel Pranoto menuliskan peristiwa ini dalam catatan pribadinya. Buku
catatan ini kemudian disunting Imelda Bachtiar dan diterbitkan Kompas tahun
2014 dengan judul Catatan Jenderal Pranoto dari RTM Boedi Oetomo sampai
Nirbaya.

Bagaimana cara mereka mendapatkan durian itu dengan cepat? Itu mudah saja.
Dengan sekali melepaskan tembakan bazooka pada pohon durian, maka rontoklah
buahnya yang sudah masak ke bawah. Nah, peluru bazoka yang mereka gunakan
adalah peluru hasil rampasan dari musuh.

"Pantaslah kau itu selalu tidak jujur kalau menyerahkan rampasan peluru
bazooka kepada Polad. Rampasan 100 peluru hanya kau laporkan 80 saja ya
Kap?" tegur Pranoto pada Kapten Ali Ebram, komandan kompi pasukan Raider.

"Jadi pada saat minggu lalu kau mengirimkan satu truk ke rumahku itu aku
harus membayar dengan peluru bazooka itu ya Kap," kata Pranoto sambil
tertawa.

Kapten Ali Ebram tak menjawab. Dia hanya tertawa bersama seluruh pasukan
yang beristirahat di sana.

Hormat saya

Muhammad Syahreza

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke