Nakan Ahmad Ridha (AR),  ANB dan sanak dipalanta n.a.h

Setelah membaca postingan AR saya jadi bertanya: Apa agama yang dianut oleh
Suriah ini sekarang.
Apakah Suriah ini sudah tidak menganut Islam lagi.

Kalau seperti yang digambarkan teman AR yang pernah wamil itu, saya
terkesan Suriah dibawah pimpinannya yang  belakangan ini, sudah sama
keadannya dengan Iraq dibawah Saddam Husein.

Di Iraq juga umat Islam dilarang kemesjid, yang salat ditertawakan (Poterrt
Dunia Islam  Drs Luman Harun ketua PP Muhammadiyah
1980-an.

Kehancuran Iraq sebenarnya  tidak saja didorong oleh masalah Kuwait- Iraq
tetapi kabarnya  juga oleh permintaan rakyaty Iraq sendiri ke orang luar,
karena tak tahan tekanan Saddam Husein kepada rakyatnya.

Bisa kita lihat saksu=ikan di TV sebelum Amerika masuk k Iraq, menantunya
Saddam Husein sendiri, ayah dari cucu-cucunya, setelah dibujuknya, pulang
dari Yordania, sampai di Iraq diberondongnya dengan peluru sampai tewas.

Apalagi kepada Rakyatnya. Akhirnya rakyat car bantuan luar, pokokny Saddam
harus mati. Itulah tekad rakyat Iraq yang anti kketrsan.

Makanya setelah Bagdad digempur tentara sekutu/Amerika dan di TV,  Saddam
Shalat dengan kusuk, orang yang mengerti siapa Saddam, hanya nyengir saja.

Apakah akan begitu juga  ujung di Suriah.

Semoga jangan kejadian lagi, agar negara-negara Islam ini tidak semakin
berkurang.

Wass,

Maturidi (L/76)







Pada 17 Februari 2015 17.43, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
menulis:

> Sanak Ahmad Ridha n.a.h,
> terima kasih atas informasinya.
>
> Memang surat DYS yang sejak kemarin beredar luas di media sosial ambo
> lewakan di RN agar dapat masukan seperti ini, selain kabarnya DYS juga
> pernah mengajar di IAIN Imam Bonjol Padang (dengar-dengar ybs juga berdarah
> Minang meski lahir di Semarang). Barangkali juga ada yang kenal pribadi
> dengan ybs.
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
> Pada 17 Februari 2015 10.50, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis:
>
> Pak Akmal yang saya hormati,
>>
>> Sedikit komentar terhadap surat tersebut. Di rentang tahun 2006 - 2008
>> saya punya beberapa teman (sesama mahasiswa) asal Suriah. Mereka cukup
>> konsisten menjelaskan bahwa Sunni di Suriah sudah lama tertindas. Setiap
>> laki-laki wajib militer kecuali memenuhi syarat tertentu. Sebagian teman
>> asal Suriah tersebut telah menjalani wajib militer tersebut. Selama wajib
>> militer, mereka tidak boleh shalat berjama'ah. Membaca al-Qur'an pun
>> menjadi sesuatu yang terlarang. Sudah lumrah pula lelucon bahwa jika ada
>> dua orang Suriah, salah satunya adalah mata-mata.
>>
>> Teman-teman saya bukanlah al-Qaida.
>>
>> Wassalaam,
>> --
>> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
>> (l. 1400 H/1980 M)
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke