"Qul, siiru fil ardh. Katakanlah. Berjalanlah kamu di permukaan bumi ini.

ANB:
Terjemahannya betul, tapi konteksnya keliru. Sebab ayat "Qul siiru fil 
ardh" ini belum berhenti di sini. Masih koma, belum titik. Tak bisa 
dicincang begitu saja, seperti memotong daging untuk dijadikan rendang. 
Seluruh ayat yang mengandung kalimat "Qul siiru fil ardh" selalu ada 
lanjutannya 
dalam bentuk *harf athaf *(kata sambung) "fa" (maka) dan "tsumma" 
(kemudian). Sehingga makna sebenarnya harus dibaca dan dilihat sampai akhir 
ayat sebagai satu kesatuan. "

..................

"Artinya, memang kurang pas menautkan ayat-(ayat) "Qul siiru fil ardh" 
dengan kenangan kejayaan Islam di Cordova, dll, karena bukan itu maksud 
yang ingin disampaikan ayat, seperti dijelaskan Ibnu Abbas r.a."


Terima kasih Ustaz ANB. Keterangan Ustaz menambah cerah pandanan kami. 
Seperti kita lihat dalam mencari-cari ungkapan itu setidak-tidaknya ada 
lima ayat di dalam al Quran yang berisi frase  "Qul siiru fil ardh".

Mangutip ayat-ayat Al Quran sakapiang-sakapiang tanpa mendalaminya, memang 
dapat menyalahi konteks dan tujuan yang mengelirukan...

Dalam berbagai "siiru fil ardh" keliling dunia selama setengah abad ini, 
saya malah mendapat satu Musibah yang tak pernah terlupakan di Downtown 
Granada, kota indah di Andalusia tempat kedudukan Istana Alhambra yang 
masyhur itu.  December 1987, apa yang saya miliki dalam perjalanan di 
Spanyol waktu itu habis dijarah Pancacak Sipatokah yang jauh lebih lihay 
dari Pancopet Sipadang! Saya harus kembali ke USA hampir tidak punya 
apa-apa lagi; boleh dikatakan hanya pakai sarawa kotok saja lagi .... :)

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tapi riak nan Badabua
Santa Cruz, California, May 6, 2015

On Tuesday, May 5, 2015 at 9:25:39 PM UTC-7, Akmal Nasery Basral wrote:
>
> Qul, siiru fil ardh. Katakanlah. Berjalanlah kamu di permukaan bumi ini.
>
> ANB:
> Terjemahannya betul, tapi konteksnya keliru. Sebab ayat "Qul siiru fil 
> ardh" ini belum berhenti di sini. Masih koma, belum titik. Tak bisa 
> dicincang begitu saja, seperti memotong daging untuk dijadikan rendang. 
> Seluruh ayat yang mengandung kalimat "Qul siiru fil ardh" selalu ada 
> lanjutannya 
> dalam bentuk *harf athaf *(kata sambung) "fa" (maka) dan "tsumma" 
> (kemudian). Sehingga makna sebenarnya harus dibaca dan dilihat sampai akhir 
> ayat sebagai satu kesatuan. 
>
> Yang menggunakan *harf athaf *"fa" (maka) ada pada QS 29:20, dengan 
> lanjutan, " … MAKA perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan manusia dari 
> permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi."
>
> Kalau ayat di atas dibaca konteks situasinya (dimulai pada ayat 18 dan 19) 
> adalah tentang kaum pendusta yang dihancurkan Allah, lalu diganti dengan 
> kaum baru, yang semua itu pekerjaan sangat mudah bagi Allah. 
>
> Sementara ayat yang menggunakan "tsumma" (kemudian) ada pada QS 6:11, 
> dengan lanjutan, " … KEMUDIAN lihatlah bagaimana kesudahan para pendusta 
> itu."
>
> Beda  penggunaan "fa" dan "tsumma" menurut para ulama adalah jika pada 
> ayat dengan "fa" dimensi waktunya pendek antara berjalan di muka bumi 
> dengan hikmah yang diambil setelah perjalanan itu, sementara ayat dengan 
> "tsumma" mengisyaratkan dimensi waktu lebih panjang yang dibutuhkan untuk 
> mencerna hikmah perjalanan (ke negeri-negeri) di mana kaum-kaum terdahulu 
> diazab Allah. 
>
> Dengan kata lain, baik penggunaan "fa" maupun "tsumma", menurut penjelasan 
> Ibnu Abbas r.a., hasil dari perjalanan di muka bumi haruslah menjadi 
> muhasabah terhadap kondisi sekarang dengan berkaca pada kaum-kaum pendusta, 
> ingkar, kafir, yang sudah dilenyapkan Allah agar manusia berpikir bahwa 
> sehebat apapun mereka sekarang, tapi jika mereka menjadi kaum pendusta, 
> maka tidak sulit bagi Allah untuk melenyapkan dan menggantinya dengan kaum 
> baru. Karena itupun sudah pernah terjadi, bahkan berulang-ulang, sebelumnya.
>
> Artinya, memang kurang pas menautkan ayat-(ayat) "Qul siiru fil ardh" 
> dengan kenangan kejayaan Islam di Cordova, dll, karena bukan itu maksud 
> yang ingin disampaikan ayat, seperti dijelaskan Ibnu Abbas r.a.
>
> Allahu a'lam.
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>
> Pada 3 Mei 2015 23.07, 'Mochtar Naim' via RantauNet <
> [email protected] <javascript:>> menulis:
>
>> Kawan2 di Panitia DIM, sadonyo,
>>      Alhamdu lillah kami lah baliak dari Eropah dengan selamat, setelah 
>> 11 hari jalan2 di Spanyol, Parancih dan Ulando. Anak ambo nan paling tuo, 
>> Amelia,  kini calon doctor di bidang manajemen di UI, kabatulan diundang 
>> mengikuti seminar internasional mengenai spiritual sides of management di 
>> Barcelona, Spanyol. Karena dimungkinkan, maka kami ikut mendampingi, 4 
>> urang sadonyo, balimo jo ambo, sambia jalan2 maulangi jajak langkah 
>> kaliliang2 di Eropah babarapo kali sabalunnyo kecuali Spanyol dan 
>> Portugis. Walau lah di penghujung April tapi untuak awak masih juo taraso 
>> dingin. Namun di hati taraso sanang, karano bukan sajo sempat mancaliak 
>> peninggalan maso lalu dari kerajaan Islam di Kordova, Alhambra, Sevilla, 
>> dsb, tapi juo bungo tulip di Bulando nan mekarnyo cuma sakali satahun di 
>> bulan April musim semi ko. 
>>      Alhamdu lillah, Tuhan Allah pangasiah panyayang, lah sado banua ambo 
>> turuik-i. Malah 2 tahun di Kanada, 8 tahun di Amerika, 1 tahun di Japang, 4 
>> tahun di Singapur, bakali-kali ka Eropah dan Eropah Timur jo Timur Tengah, 
>> Mesir dan Turki, naiak aji jo umrah babarapo kali, tamasuak juo ka 
>> Austarali 3 kali dan New Zealand sakali, Cino dan Korea duo kali. Sakali 
>> lai, alhamdu lillah, dek maikuti ajakan Allah: Qul, siiru fil ardh. 
>> Katakanlah. Berjalanlah kamu di permukaan bumi ini.
>>      Nah kini ambo lah baliak di rantau Jakarta baliak. Ambo lah malapor 
>> ka ibu Sekretaris Herlina Hasan Basri. Dan ambo siap mandampingi kawan2 
>> sadonyo untuk memperjuangkan tegaknyo DIM awak tu. Siaaaap!
>>      Salam baliak ka sadonyo. Semoga Allah memberkati usaho awak ko, demi 
>> tegaknyo agamo dan adat awak: ABS-SBK di bumi bertuah Minangkabau itu. 
>> MN, 3 Mei 2015. 
>>
>>
>>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke