*SINDROM RAJJAL:*
SAAT HASRAT BERKUASA MENGUBAH JIWA

Saya menyebut gejala ini sebagai Sindrom Rajjal (Rajjal Syndrome) --
istilah yang mungkin belum pernah digunakan siapa pun sebelumnya. Namun
mereka yang berkutat dengan sejarah Islam di masa Nabi Muhammad Saw hidup,
mengetahui bahwa meski hampir seluruh individu yang dididik langsung oleh
Rasul tetap berpegang teguh pada ajaran yang mereka terima sampai mati,
ternyata ada juga sosok yang menikung mengambil jalan berbeda.

Nama lelaki itu adalah Rajjal bin Unfuwwah, seorang lelaki dari Yamamah.

Rajjal yang pernah duduk langsung di dalam Majelis Nabi, menjadi salah
seorang murid langsung Madrasah Rasulullah, dan menjadi tumpuan harapan Al
Amin sebagai da'i pilihan yang akan membawa cahaya kebenaran bagi rakyat
Yamamah, ternyata saat dikirim lagi ke wilayah tersebut secara perlahan
justru larut dalam pengaruh Musailamah -- tokoh lokal Yamamah yang justru
menjadi awal target dakwahnya.

Musailamah seorang Macchiavellian. Dia bukan tak melihat bagaimana Islam
terus berkembang dan bisa menggeroti pengaruhnya. Maka dia menyusun
rencana, menghadap Nabi di Madinah dengan satu usulan: bersedia masuk Islam
asal dirinya dinyatakan juga sebagai Nabi untuk wilayah Yamamah.

Ketika Nabi menolak usul "power sharing" itu, Musailamah yang mutung
kembali ke wilayahnya, dan mengumumkan diri sebagai nabi yang lebih hebat
dari Muhammad. Bahkan dalam surat-surat resminya dengan Nabi Muhammad,
Musailamah pun tak ragu lagi memposisikan dirinya sebagai nabi yang setara.
Dan Nabi Saw membalasnya dengan sebutan pendek: Musailamah Sang Pendusta
(Musailamah Al Kadzdzab).

Maka, kepada orang seperti itulah Rasulullah mengirim Rajjal bin Unfuwah,
seorang mubaligh muda yang energetik, cerdas, dan orator ulung yang setiap
katanya mampu menyihir pendengar.

Para sahabat di Madinah optimistis Rajjal bisa mempengaruhi Musailamah.
Namun keadaan di lapangan justru berlangsung sebaliknya. Rajjal malah
tunduk pada pengaruh Musailamah dan menyebar dusta kepada rakyat Yamamah
bahwa Nabi Muhammad sudah memberikan restu kepada Musailamah sebagai nabi
pendamping. Akibatnya banyak orang awam yang terpengaruh, dan bergabung
mendukung Musailamah. Rajjal sendiri naik pangkat menjadi tangan kanan
Musailamah. Bertiga dengan Muhkam bin Thufail, mereka menjadi semacam
triumvirat penguasa Yamamah dengan Musailamah berada di puncak segitiga.

Takdir Ilahi menetapkan Nabi Muhammad lebih dulu wafat sebelum masalah
Yamamah terselesaikan. Khalifah pertama Abu Bakar r.a. yang menjadi
pelanjut kepemimpinan, mengambil tindakan tegas terhadap kubu Yamamah yang
sedang girang karena merasa kekuasaan dan pengaruh mereka akan terus
membesar sepeninggal Nabi. Konflik pecah dan meletus menjadi pertempuran
sengit.

Di peristiwa itu pula hidup Rajjal berakhir tragis di tangan Zaid bin
Khattab, kakak Umar bin Khattab, yang sudah mempersiapkan dirinya secara
khusus untuk menumpas para pemalsu kenabian, dan Allah wujudkan
keinginannya.

Satu pertanyaan menggoda akan muncul di kepala kita: apakah Nabi Muhammad
yang selalu dibimbing wahyu dari langit tidak pernah mengira bahwa Rajjal
akan berubah arah, dari seorang da'i pilihan menjadi orang yang berganti
haluan?

Nabi ternyata tahu, seperti juga seorang sahabat lain bernama Abu Hurairah.
Hanya saja Abu Hurairah tidak terlalu yakin akan pengetahuannya, atau lebih
tepatnya lagi, hatinya penuh ketakutan karena bisa saja dirinya yang berada
di posisi Rajjal.

Penyebabnya adalah sebuah peristiwa bertahun-tahun sebelumnya, ketika
mereka masih mengaji bersama. Saat itu di sebuah majelis kajian yang
dihadiri Rajjal, Abu Hurairah dan beberapa sahabat lain, Nabi tiba-tiba
bersabda, "Sesungguhnya ada di antara kalian yang gigi gerahamnya di neraka
lebih besar dari Gunung Uhud."

Kalimat itu terpatri erat di benak Abu Hurairah. Awalnya tidak terlalu
mengganggunya karena yang mendengarkan ucapan Nabi itu cukup banyak. Tetapi
ketika satu persatu sahabat Nabi yang duduk pada majelis hari itu wafat
secara terhormat sebagai pembela Islam, lalu Nabi pun wafat, hanya tinggal
dua orang saja yang tersisa: Rajjal dan dirinya.

Abu Hurairah cemas luar biasa jika nubuat Nabi itu ternyata tentang
dirinya. Karena kata-kata Nabi selalu terbukti benar. Siapakah yang akan
memiliki geraham lebih besar dari Gunung Uhud di neraka nanti? Abu Hurairah
semakin dicekam ketakutan yang menyandera. Hatinya baru tenang setelah
mengetahui akhir Perang Yamamah, karena ternyata bukan dirinya yang
dinubuatkan Nabi, melainkan Rajjal si pemburu kuasa.

Apa pentingnya mengetahui Sindrom Rajjal?

Begini. Misalkan kita pernah tahu ada orang yang dulu begitu semangat
berdakwah dan beribadah, tapi kemudian setelah itu bukan saja semangatnya
terjun bebas, justru kian kreatif menabur alibi dan justifikasi atas
kealiman dirinya di masa silam sembari mengejek orang-orang yang pernah
menjadi teman duduknya satu majelis, bahkan kini tak malu-malu lagi
menunjukkan hasrat berkuasa meski harus menjual ayat-ayat agama dengan
harga yang murah, maka itulah ciri-ciri pengidap Sindrom Rajjal.

Tetapi jangan juga merasa senang. Bisa saja Sindrom Rajjal itu tidak sedang
menjangkiti "mereka", orang-orang yang kita kenal. Boleh jadi virus sindrom
itu sedang berbiak di dalam diri kita sendiri. Tanpa kita sadari.

Sebab diri kita pun bukan Abu Hurairah, yang setakut-takutnya dia akan
terkena nubuwwah nabi, pada akhirnya dia mendapat anugerah dengan
mengetahui akhir kehidupan Rajjal bin Unfuwwah -- salah seorang mantan
murid Nabi yang menjual jiwanya untuk dunia. *Na'udzu billahi min dzalik.*

Kepada Allah kita berlindung sepenuh harap, agar kalau pun ada
Rajjal-Rajjal baru yang muncul sepanjang zaman, maka orang itu bukanlah
kita, keluarga kita, keturunan kita, atau orang-orang yang pernah kita
kenal sebagai orang-orang baik dalam lintasan kehidupan kita yang bergerak
cepat.

Wassalam,


ANB

28.05.15

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke