Wa'alaikumussalam, Silakan kalau dirasakan bermanfaat, dinda Imran. Terima kasih.
Wassalam, ANB Pada 29 Mei 2015 08.18, <[email protected]> menulis: > Asalamualaikum. > > Mohon izin da akmal, tulisan tentang rajjal di bawah, ambo publish di > kolom gagasan pada portal berita yang ambo kelola www.valora.co.id > > Terima kasih sebelumnya da. Semoga uda akmal berkenan tulisan ini > dipublish di medium lain selain milis rantaunet. > > Imran, 38, tingga di padang. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Akmal Nasery Basral <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 29 May 2015 07:57:37 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] (OOT) Sindrom Rajjal: Saat Hasrat Berkuasa > Mengubah Jiwa > > *SINDROM RAJJAL:* > SAAT HASRAT BERKUASA MENGUBAH JIWA > > Saya menyebut gejala ini sebagai Sindrom Rajjal (Rajjal Syndrome) -- > istilah yang mungkin belum pernah digunakan siapa pun sebelumnya. Namun > mereka yang berkutat dengan sejarah Islam di masa Nabi Muhammad Saw hidup, > mengetahui bahwa meski hampir seluruh individu yang dididik langsung oleh > Rasul tetap berpegang teguh pada ajaran yang mereka terima sampai mati, > ternyata ada juga sosok yang menikung mengambil jalan berbeda. > > Nama lelaki itu adalah Rajjal bin Unfuwwah, seorang lelaki dari Yamamah. > > Rajjal yang pernah duduk langsung di dalam Majelis Nabi, menjadi salah > seorang murid langsung Madrasah Rasulullah, dan menjadi tumpuan harapan Al > Amin sebagai da'i pilihan yang akan membawa cahaya kebenaran bagi rakyat > Yamamah, ternyata saat dikirim lagi ke wilayah tersebut secara perlahan > justru larut dalam pengaruh Musailamah -- tokoh lokal Yamamah yang justru > menjadi awal target dakwahnya. > > Musailamah seorang Macchiavellian. Dia bukan tak melihat bagaimana Islam > terus berkembang dan bisa menggeroti pengaruhnya. Maka dia menyusun > rencana, menghadap Nabi di Madinah dengan satu usulan: bersedia masuk Islam > asal dirinya dinyatakan juga sebagai Nabi untuk wilayah Yamamah. > > Ketika Nabi menolak usul "power sharing" itu, Musailamah yang mutung > kembali ke wilayahnya, dan mengumumkan diri sebagai nabi yang lebih hebat > dari Muhammad. Bahkan dalam surat-surat resminya dengan Nabi Muhammad, > Musailamah pun tak ragu lagi memposisikan dirinya sebagai nabi yang setara. > Dan Nabi Saw membalasnya dengan sebutan pendek: Musailamah Sang Pendusta > (Musailamah Al Kadzdzab). > > Maka, kepada orang seperti itulah Rasulullah mengirim Rajjal bin Unfuwah, > seorang mubaligh muda yang energetik, cerdas, dan orator ulung yang setiap > katanya mampu menyihir pendengar. > > Para sahabat di Madinah optimistis Rajjal bisa mempengaruhi Musailamah. > Namun keadaan di lapangan justru berlangsung sebaliknya. Rajjal malah > tunduk pada pengaruh Musailamah dan menyebar dusta kepada rakyat Yamamah > bahwa Nabi Muhammad sudah memberikan restu kepada Musailamah sebagai nabi > pendamping. Akibatnya banyak orang awam yang terpengaruh, dan bergabung > mendukung Musailamah. Rajjal sendiri naik pangkat menjadi tangan kanan > Musailamah. Bertiga dengan Muhkam bin Thufail, mereka menjadi semacam > triumvirat penguasa Yamamah dengan Musailamah berada di puncak segitiga. > > Takdir Ilahi menetapkan Nabi Muhammad lebih dulu wafat sebelum masalah > Yamamah terselesaikan. Khalifah pertama Abu Bakar r.a. yang menjadi > pelanjut kepemimpinan, mengambil tindakan tegas terhadap kubu Yamamah yang > sedang girang karena merasa kekuasaan dan pengaruh mereka akan terus > membesar sepeninggal Nabi. Konflik pecah dan meletus menjadi pertempuran > sengit. > > Di peristiwa itu pula hidup Rajjal berakhir tragis di tangan Zaid bin > Khattab, kakak Umar bin Khattab, yang sudah mempersiapkan dirinya secara > khusus untuk menumpas para pemalsu kenabian, dan Allah wujudkan > keinginannya. > > Satu pertanyaan menggoda akan muncul di kepala kita: apakah Nabi Muhammad > yang selalu dibimbing wahyu dari langit tidak pernah mengira bahwa Rajjal > akan berubah arah, dari seorang da'i pilihan menjadi orang yang berganti > haluan? > > Nabi ternyata tahu, seperti juga seorang sahabat lain bernama Abu > Hurairah. Hanya saja Abu Hurairah tidak terlalu yakin akan pengetahuannya, > atau lebih tepatnya lagi, hatinya penuh ketakutan karena bisa saja dirinya > yang berada di posisi Rajjal. > > Penyebabnya adalah sebuah peristiwa bertahun-tahun sebelumnya, ketika > mereka masih mengaji bersama. Saat itu di sebuah majelis kajian yang > dihadiri Rajjal, Abu Hurairah dan beberapa sahabat lain, Nabi tiba-tiba > bersabda, "Sesungguhnya ada di antara kalian yang gigi gerahamnya di neraka > lebih besar dari Gunung Uhud." > > Kalimat itu terpatri erat di benak Abu Hurairah. Awalnya tidak terlalu > mengganggunya karena yang mendengarkan ucapan Nabi itu cukup banyak. Tetapi > ketika satu persatu sahabat Nabi yang duduk pada majelis hari itu wafat > secara terhormat sebagai pembela Islam, lalu Nabi pun wafat, hanya tinggal > dua orang saja yang tersisa: Rajjal dan dirinya. > > Abu Hurairah cemas luar biasa jika nubuat Nabi itu ternyata tentang > dirinya. Karena kata-kata Nabi selalu terbukti benar. Siapakah yang akan > memiliki geraham lebih besar dari Gunung Uhud di neraka nanti? Abu Hurairah > semakin dicekam ketakutan yang menyandera. Hatinya baru tenang setelah > mengetahui akhir Perang Yamamah, karena ternyata bukan dirinya yang > dinubuatkan Nabi, melainkan Rajjal si pemburu kuasa. > > Apa pentingnya mengetahui Sindrom Rajjal? > > Begini. Misalkan kita pernah tahu ada orang yang dulu begitu semangat > berdakwah dan beribadah, tapi kemudian setelah itu bukan saja semangatnya > terjun bebas, justru kian kreatif menabur alibi dan justifikasi atas > kealiman dirinya di masa silam sembari mengejek orang-orang yang pernah > menjadi teman duduknya satu majelis, bahkan kini tak malu-malu lagi > menunjukkan hasrat berkuasa meski harus menjual ayat-ayat agama dengan > harga yang murah, maka itulah ciri-ciri pengidap Sindrom Rajjal. > > Tetapi jangan juga merasa senang. Bisa saja Sindrom Rajjal itu tidak > sedang menjangkiti "mereka", orang-orang yang kita kenal. Boleh jadi virus > sindrom itu sedang berbiak di dalam diri kita sendiri. Tanpa kita sadari. > > Sebab diri kita pun bukan Abu Hurairah, yang setakut-takutnya dia akan > terkena nubuwwah nabi, pada akhirnya dia mendapat anugerah dengan > mengetahui akhir kehidupan Rajjal bin Unfuwwah -- salah seorang mantan > murid Nabi yang menjual jiwanya untuk dunia. *Na'udzu billahi min dzalik.* > > Kepada Allah kita berlindung sepenuh harap, agar kalau pun ada > Rajjal-Rajjal baru yang muncul sepanjang zaman, maka orang itu bukanlah > kita, keluarga kita, keturunan kita, atau orang-orang yang pernah kita > kenal sebagai orang-orang baik dalam lintasan kehidupan kita yang bergerak > cepat. > > Wassalam, > > > ANB > > 28.05.15 > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
