Trimakasih da Akmal atas tulisannya.
Smoga menjadi ilmu dan mohon izin share ya..

:)


Wassalammu'alaikum wr. wb
Aryandi, 41th+, Ciledug, Tangerang
*Tingkatkan Integritas Diri, Jalin Silahturrahim, Mari Bersinergi, Ayo
Jemput Rezeki, Bantu Anak Negeri*

Pada 29 Mei 2015 07.57, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis:

> *SINDROM RAJJAL:*
> SAAT HASRAT BERKUASA MENGUBAH JIWA
>
> Saya menyebut gejala ini sebagai Sindrom Rajjal (Rajjal Syndrome) --
> istilah yang mungkin belum pernah digunakan siapa pun sebelumnya. Namun
> mereka yang berkutat dengan sejarah Islam di masa Nabi Muhammad Saw hidup,
> mengetahui bahwa meski hampir seluruh individu yang dididik langsung oleh
> Rasul tetap berpegang teguh pada ajaran yang mereka terima sampai mati,
> ternyata ada juga sosok yang menikung mengambil jalan berbeda.
>
> Nama lelaki itu adalah Rajjal bin Unfuwwah, seorang lelaki dari Yamamah.
>
> Rajjal yang pernah duduk langsung di dalam Majelis Nabi, menjadi salah
> seorang murid langsung Madrasah Rasulullah, dan menjadi tumpuan harapan Al
> Amin sebagai da'i pilihan yang akan membawa cahaya kebenaran bagi rakyat
> Yamamah, ternyata saat dikirim lagi ke wilayah tersebut secara perlahan
> justru larut dalam pengaruh Musailamah -- tokoh lokal Yamamah yang justru
> menjadi awal target dakwahnya.
>
> Musailamah seorang Macchiavellian. Dia bukan tak melihat bagaimana Islam
> terus berkembang dan bisa menggeroti pengaruhnya. Maka dia menyusun
> rencana, menghadap Nabi di Madinah dengan satu usulan: bersedia masuk Islam
> asal dirinya dinyatakan juga sebagai Nabi untuk wilayah Yamamah.
>
> Ketika Nabi menolak usul "power sharing" itu, Musailamah yang mutung
> kembali ke wilayahnya, dan mengumumkan diri sebagai nabi yang lebih hebat
> dari Muhammad. Bahkan dalam surat-surat resminya dengan Nabi Muhammad,
> Musailamah pun tak ragu lagi memposisikan dirinya sebagai nabi yang setara.
> Dan Nabi Saw membalasnya dengan sebutan pendek: Musailamah Sang Pendusta
> (Musailamah Al Kadzdzab).
>
> Maka, kepada orang seperti itulah Rasulullah mengirim Rajjal bin Unfuwah,
> seorang mubaligh muda yang energetik, cerdas, dan orator ulung yang setiap
> katanya mampu menyihir pendengar.
>
> Para sahabat di Madinah optimistis Rajjal bisa mempengaruhi Musailamah.
> Namun keadaan di lapangan justru berlangsung sebaliknya. Rajjal malah
> tunduk pada pengaruh Musailamah dan menyebar dusta kepada rakyat Yamamah
> bahwa Nabi Muhammad sudah memberikan restu kepada Musailamah sebagai nabi
> pendamping. Akibatnya banyak orang awam yang terpengaruh, dan bergabung
> mendukung Musailamah. Rajjal sendiri naik pangkat menjadi tangan kanan
> Musailamah. Bertiga dengan Muhkam bin Thufail, mereka menjadi semacam
> triumvirat penguasa Yamamah dengan Musailamah berada di puncak segitiga.
>
> Takdir Ilahi menetapkan Nabi Muhammad lebih dulu wafat sebelum masalah
> Yamamah terselesaikan. Khalifah pertama Abu Bakar r.a. yang menjadi
> pelanjut kepemimpinan, mengambil tindakan tegas terhadap kubu Yamamah yang
> sedang girang karena merasa kekuasaan dan pengaruh mereka akan terus
> membesar sepeninggal Nabi. Konflik pecah dan meletus menjadi pertempuran
> sengit.
>
> Di peristiwa itu pula hidup Rajjal berakhir tragis di tangan Zaid bin
> Khattab, kakak Umar bin Khattab, yang sudah mempersiapkan dirinya secara
> khusus untuk menumpas para pemalsu kenabian, dan Allah wujudkan
> keinginannya.
>
> Satu pertanyaan menggoda akan muncul di kepala kita: apakah Nabi Muhammad
> yang selalu dibimbing wahyu dari langit tidak pernah mengira bahwa Rajjal
> akan berubah arah, dari seorang da'i pilihan menjadi orang yang berganti
> haluan?
>
> Nabi ternyata tahu, seperti juga seorang sahabat lain bernama Abu
> Hurairah. Hanya saja Abu Hurairah tidak terlalu yakin akan pengetahuannya,
> atau lebih tepatnya lagi, hatinya penuh ketakutan karena bisa saja dirinya
> yang berada di posisi Rajjal.
>
> Penyebabnya adalah sebuah peristiwa bertahun-tahun sebelumnya, ketika
> mereka masih mengaji bersama. Saat itu di sebuah majelis kajian yang
> dihadiri Rajjal, Abu Hurairah dan beberapa sahabat lain, Nabi tiba-tiba
> bersabda, "Sesungguhnya ada di antara kalian yang gigi gerahamnya di neraka
> lebih besar dari Gunung Uhud."
>
> Kalimat itu terpatri erat di benak Abu Hurairah. Awalnya tidak terlalu
> mengganggunya karena yang mendengarkan ucapan Nabi itu cukup banyak. Tetapi
> ketika satu persatu sahabat Nabi yang duduk pada majelis hari itu wafat
> secara terhormat sebagai pembela Islam, lalu Nabi pun wafat, hanya tinggal
> dua orang saja yang tersisa: Rajjal dan dirinya.
>
> Abu Hurairah cemas luar biasa jika nubuat Nabi itu ternyata tentang
> dirinya. Karena kata-kata Nabi selalu terbukti benar. Siapakah yang akan
> memiliki geraham lebih besar dari Gunung Uhud di neraka nanti? Abu Hurairah
> semakin dicekam ketakutan yang menyandera. Hatinya baru tenang setelah
> mengetahui akhir Perang Yamamah, karena ternyata bukan dirinya yang
> dinubuatkan Nabi, melainkan Rajjal si pemburu kuasa.
>
> Apa pentingnya mengetahui Sindrom Rajjal?
>
> Begini. Misalkan kita pernah tahu ada orang yang dulu begitu semangat
> berdakwah dan beribadah, tapi kemudian setelah itu bukan saja semangatnya
> terjun bebas, justru kian kreatif menabur alibi dan justifikasi atas
> kealiman dirinya di masa silam sembari mengejek orang-orang yang pernah
> menjadi teman duduknya satu majelis, bahkan kini tak malu-malu lagi
> menunjukkan hasrat berkuasa meski harus menjual ayat-ayat agama dengan
> harga yang murah, maka itulah ciri-ciri pengidap Sindrom Rajjal.
>
> Tetapi jangan juga merasa senang. Bisa saja Sindrom Rajjal itu tidak
> sedang menjangkiti "mereka", orang-orang yang kita kenal. Boleh jadi virus
> sindrom itu sedang berbiak di dalam diri kita sendiri. Tanpa kita sadari.
>
> Sebab diri kita pun bukan Abu Hurairah, yang setakut-takutnya dia akan
> terkena nubuwwah nabi, pada akhirnya dia mendapat anugerah dengan
> mengetahui akhir kehidupan Rajjal bin Unfuwwah -- salah seorang mantan
> murid Nabi yang menjual jiwanya untuk dunia. *Na'udzu billahi min dzalik.*
>
> Kepada Allah kita berlindung sepenuh harap, agar kalau pun ada
> Rajjal-Rajjal baru yang muncul sepanjang zaman, maka orang itu bukanlah
> kita, keluarga kita, keturunan kita, atau orang-orang yang pernah kita
> kenal sebagai orang-orang baik dalam lintasan kehidupan kita yang bergerak
> cepat.
>
> Wassalam,
>
>
> ANB
>
> 28.05.15
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke