Samo-samo Pak Asmardi. Silakan disebarkan kepada yang lain jika dirasakan bermanfaat.
Wassalam, ANB Pada 12 Juni 2015 17.52, [email protected] < [email protected]> menulis: > > Assalamu'alaikum wr wb. > > > Subhanallah, ini info yang sangat bermanfaat, menjadi pengetahuan baru > yang belum pernah terdengar sebelumnya. > Agak nya tokoh2 yang muncul sekarang di NKRI banyak yang mirip dengan > tokoh model Rajjal ini, baik dikalangan ulama maupun dikalangan elit > politik dengan segala bentul variabelnya. > > Terimakasih nakan ANB atas infonya, mohon ijin disharing kepada yang lain. > > Wassalam, > AA . > > > > Pada Jumat, 29 Mei 2015 07.57.41 UTC+7, Akmal Nasery Basral menulis: >> >> *SINDROM RAJJAL:* >> SAAT HASRAT BERKUASA MENGUBAH JIWA >> >> Saya menyebut gejala ini sebagai Sindrom Rajjal (Rajjal Syndrome) -- >> istilah yang mungkin belum pernah digunakan siapa pun sebelumnya. Namun >> mereka yang berkutat dengan sejarah Islam di masa Nabi Muhammad Saw hidup, >> mengetahui bahwa meski hampir seluruh individu yang dididik langsung oleh >> Rasul tetap berpegang teguh pada ajaran yang mereka terima sampai mati, >> ternyata ada juga sosok yang menikung mengambil jalan berbeda. >> >> Nama lelaki itu adalah Rajjal bin Unfuwwah, seorang lelaki dari Yamamah. >> >> Rajjal yang pernah duduk langsung di dalam Majelis Nabi, menjadi salah >> seorang murid langsung Madrasah Rasulullah, dan menjadi tumpuan harapan Al >> Amin sebagai da'i pilihan yang akan membawa cahaya kebenaran bagi rakyat >> Yamamah, ternyata saat dikirim lagi ke wilayah tersebut secara perlahan >> justru larut dalam pengaruh Musailamah -- tokoh lokal Yamamah yang justru >> menjadi awal target dakwahnya. >> >> Musailamah seorang Macchiavellian. Dia bukan tak melihat bagaimana Islam >> terus berkembang dan bisa menggeroti pengaruhnya. Maka dia menyusun >> rencana, menghadap Nabi di Madinah dengan satu usulan: bersedia masuk Islam >> asal dirinya dinyatakan juga sebagai Nabi untuk wilayah Yamamah. >> >> Ketika Nabi menolak usul "power sharing" itu, Musailamah yang mutung >> kembali ke wilayahnya, dan mengumumkan diri sebagai nabi yang lebih hebat >> dari Muhammad. Bahkan dalam surat-surat resminya dengan Nabi Muhammad, >> Musailamah pun tak ragu lagi memposisikan dirinya sebagai nabi yang setara. >> Dan Nabi Saw membalasnya dengan sebutan pendek: Musailamah Sang Pendusta >> (Musailamah Al Kadzdzab). >> >> Maka, kepada orang seperti itulah Rasulullah mengirim Rajjal bin Unfuwah, >> seorang mubaligh muda yang energetik, cerdas, dan orator ulung yang setiap >> katanya mampu menyihir pendengar. >> >> Para sahabat di Madinah optimistis Rajjal bisa mempengaruhi Musailamah. >> Namun keadaan di lapangan justru berlangsung sebaliknya. Rajjal malah >> tunduk pada pengaruh Musailamah dan menyebar dusta kepada rakyat Yamamah >> bahwa Nabi Muhammad sudah memberikan restu kepada Musailamah sebagai nabi >> pendamping. Akibatnya banyak orang awam yang terpengaruh, dan bergabung >> mendukung Musailamah. Rajjal sendiri naik pangkat menjadi tangan kanan >> Musailamah. Bertiga dengan Muhkam bin Thufail, mereka menjadi semacam >> triumvirat penguasa Yamamah dengan Musailamah berada di puncak segitiga. >> >> Takdir Ilahi menetapkan Nabi Muhammad lebih dulu wafat sebelum masalah >> Yamamah terselesaikan. Khalifah pertama Abu Bakar r.a. yang menjadi >> pelanjut kepemimpinan, mengambil tindakan tegas terhadap kubu Yamamah yang >> sedang girang karena merasa kekuasaan dan pengaruh mereka akan terus >> membesar sepeninggal Nabi. Konflik pecah dan meletus menjadi pertempuran >> sengit. >> >> Di peristiwa itu pula hidup Rajjal berakhir tragis di tangan Zaid bin >> Khattab, kakak Umar bin Khattab, yang sudah mempersiapkan dirinya secara >> khusus untuk menumpas para pemalsu kenabian, dan Allah wujudkan >> keinginannya. >> >> Satu pertanyaan menggoda akan muncul di kepala kita: apakah Nabi Muhammad >> yang selalu dibimbing wahyu dari langit tidak pernah mengira bahwa Rajjal >> akan berubah arah, dari seorang da'i pilihan menjadi orang yang berganti >> haluan? >> >> Nabi ternyata tahu, seperti juga seorang sahabat lain bernama Abu >> Hurairah. Hanya saja Abu Hurairah tidak terlalu yakin akan pengetahuannya, >> atau lebih tepatnya lagi, hatinya penuh ketakutan karena bisa saja dirinya >> yang berada di posisi Rajjal. >> >> Penyebabnya adalah sebuah peristiwa bertahun-tahun sebelumnya, ketika >> mereka masih mengaji bersama. Saat itu di sebuah majelis kajian yang >> dihadiri Rajjal, Abu Hurairah dan beberapa sahabat lain, Nabi tiba-tiba >> bersabda, "Sesungguhnya ada di antara kalian yang gigi gerahamnya di neraka >> lebih besar dari Gunung Uhud." >> >> Kalimat itu terpatri erat di benak Abu Hurairah. Awalnya tidak terlalu >> mengganggunya karena yang mendengarkan ucapan Nabi itu cukup banyak. Tetapi >> ketika satu persatu sahabat Nabi yang duduk pada majelis hari itu wafat >> secara terhormat sebagai pembela Islam, lalu Nabi pun wafat, hanya tinggal >> dua orang saja yang tersisa: Rajjal dan dirinya. >> >> Abu Hurairah cemas luar biasa jika nubuat Nabi itu ternyata tentang >> dirinya. Karena kata-kata Nabi selalu terbukti benar. Siapakah yang akan >> memiliki geraham lebih besar dari Gunung Uhud di neraka nanti? Abu Hurairah >> semakin dicekam ketakutan yang menyandera. Hatinya baru tenang setelah >> mengetahui akhir Perang Yamamah, karena ternyata bukan dirinya yang >> dinubuatkan Nabi, melainkan Rajjal si pemburu kuasa. >> >> Apa pentingnya mengetahui Sindrom Rajjal? >> >> Begini. Misalkan kita pernah tahu ada orang yang dulu begitu semangat >> berdakwah dan beribadah, tapi kemudian setelah itu bukan saja semangatnya >> terjun bebas, justru kian kreatif menabur alibi dan justifikasi atas >> kealiman dirinya di masa silam sembari mengejek orang-orang yang pernah >> menjadi teman duduknya satu majelis, bahkan kini tak malu-malu lagi >> menunjukkan hasrat berkuasa meski harus menjual ayat-ayat agama dengan >> harga yang murah, maka itulah ciri-ciri pengidap Sindrom Rajjal. >> >> Tetapi jangan juga merasa senang. Bisa saja Sindrom Rajjal itu tidak >> sedang menjangkiti "mereka", orang-orang yang kita kenal. Boleh jadi virus >> sindrom itu sedang berbiak di dalam diri kita sendiri. Tanpa kita sadari. >> >> Sebab diri kita pun bukan Abu Hurairah, yang setakut-takutnya dia akan >> terkena nubuwwah nabi, pada akhirnya dia mendapat anugerah dengan >> mengetahui akhir kehidupan Rajjal bin Unfuwwah -- salah seorang mantan >> murid Nabi yang menjual jiwanya untuk dunia. *Na'udzu billahi min >> dzalik.* >> >> Kepada Allah kita berlindung sepenuh harap, agar kalau pun ada >> Rajjal-Rajjal baru yang muncul sepanjang zaman, maka orang itu bukanlah >> kita, keluarga kita, keturunan kita, atau orang-orang yang pernah kita >> kenal sebagai orang-orang baik dalam lintasan kehidupan kita yang bergerak >> cepat. >> >> Wassalam, >> >> >> ANB >> >> 28.05.15 >> >> -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
