Assalamu'alaikum adidunsanak Palanta RN, dari provinsi tetangga kito baco: http://aceh.tribunnews.com/2015/07/28/82-mahasiswa-baru-tak-bisa-baca-quran
Ini bukan gosip atau kabar burung karena disebutkan oleh Rektor Univ. Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, MEng. Seperti halnya sebuah ungkapan 'selalu ada dua sisi dari sebuah koin', pernyataan ini bisa ditanggapi dengan dua cara: 1. Tuh lihat, sudah jadi Daerah Istimewa saja dengan dasar penerapan syariah yang ketat, kemampuan baca Qur'an generasi muda Aceh begitu parahnya, apatah lagi kalau tidak diterapkan status Daerah Istimewa, bukan? Bisa-bisa angka buta huruf Qur'an lebih besar lagi dari sekarang. 2. Tuh lihat, status Daerah Istimewa yang sudah lebih dari separuh abad (sejak 1959) disandang Aceh -- wilayah yang juga berjuluk Serambi Mekkah -- ternyata bahkan gagal pada salah satu sendi terawal: membuat warga muda Aceh tak serta merta bisa membaca kitab sucinya sendiri. Yang mana dari dua pernyataan di atas yang lebih sesuai dengan anggapan adidunsanak RN n.a.h.? Wassalam, ANB 47, Cibubur -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
