Waalaikum salam da Akmal dan adidunsanak Palanta RN. Karena ditanya, saya mencoba menjawab :-) yg bisa jadi disetujui atau tidak disetujui.
Jika topiknya adalah tentang kemampuan baca Al-Qur'an, maka sepertinya saya tidak akan memilih no 1 dan no 2 karena menurut saya kurang pas jika dikaitkan dgn status Daerah Istimewa yg disandang. Bukankah pendidikan awal baca Al-Qur'an itu dimulai di rumah, dan lebih spesifik lagi (ma'af), tanggung jawab ayah? Wassalam Ronald - 43th Depok On Aug 4, 2015 8:01 AM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> wrote: > Assalamu'alaikum adidunsanak Palanta RN, > dari provinsi tetangga kito baco: > > http://aceh.tribunnews.com/2015/07/28/82-mahasiswa-baru-tak-bisa-baca-quran > > Ini bukan gosip atau kabar burung karena disebutkan oleh Rektor Univ. > Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, MEng. > > Seperti halnya sebuah ungkapan 'selalu ada dua sisi dari sebuah koin', > pernyataan ini bisa ditanggapi dengan dua cara: > > 1. Tuh lihat, sudah jadi Daerah Istimewa saja dengan dasar penerapan > syariah yang ketat, kemampuan baca Qur'an generasi muda Aceh begitu > parahnya, apatah lagi kalau tidak diterapkan status Daerah Istimewa, bukan? > Bisa-bisa angka buta huruf Qur'an lebih besar lagi dari sekarang. > > 2. Tuh lihat, status Daerah Istimewa yang sudah lebih dari separuh abad > (sejak 1959) disandang Aceh -- wilayah yang juga berjuluk Serambi Mekkah -- > ternyata bahkan gagal pada salah satu sendi terawal: membuat warga muda > Aceh tak serta merta bisa membaca kitab sucinya sendiri. > > Yang mana dari dua pernyataan di atas yang lebih sesuai dengan anggapan > adidunsanak RN n.a.h.? > > Wassalam, > > ANB > 47, Cibubur > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
