MAK NGAH,
Menarik isi press release tim PRESIDEN soal KAWASAN WISATA MANDEH ko.Ideal nyo
memang bisa di capai yang demikian itu kalau wisata itu kawasannya di miliki ,
dilola dan di usahakan oleh rakyat setempat...
Kalau lah masuak pulo KAPITALIST, mangko lambek laun capek atau lambek
akan manjadi sarupo KUTA dan HAWAI. Urang setempat hanyo tinggal jadi guide dan
penyaji acara HIBURAN... nan LABO dan fasilitas alah manjadi milik KAPITALIST.
(mancaliak contoh ka nan sudah, mancaliak tuah ka nan manang) (belajar dari
pengalaman daerah lain)
Kini ko sajo lah tadanga, usaha pembelian lahan sekitar oleh yang berduit dan
berminat.
E Dt Marajo nan Tuo
Pada Senin, 12 Oktober 2015 5:35, Sjamsir Sjarif <[email protected]>
menulis:
Presiden Minta Perbanyak Bangunan Bagonjong di Bukittinggi
Dari Haluan kito baco baritanyo.
-- MakNgah
| Presiden Minta Perbanyak Bangunan Bagonjong di Bukittinggi | | | |
| Senin, 12 Oktober 2015 01:59
|
| JALAN PINTAS PADANG-MANDEH SELESAI 2 TAHUNPADANG, HALUAN- Dalam kunjungan
selama tiga hari ke Sumatera Barat (8-10/10), Presiden Joko Widodo
memberikan perhatian khusus pada dua daerah tujuan wisata, yakni Kota
Bukittinggi dan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh di Pesisir
Selatan. Presiden minta agar rumah dan bangunan di Bukittinggi diperkuat
karakter ciri khas tradisionalnya, yakni rumah bagonjong.Hal tersebut
disampaikan oleh Presiden Jokowi di saat peresmian KWBT Mandeh, di Pesisir
Selatan, Sabtu (10/10). Permintaan Presiden Jokowi tersebut juga ditegaskan
oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya, sebagaimana disampaikan kepada pemerhati
pariwisata Sumbar Nofrin.Apa yang disampaikan Presiden Jokowi tentang perlunya
bangunan di Kota Wisata Bukittinggi menggunakan karakter dan ciri khas
Minangkabau, berupa bangunan atap Bagonjong, menurut Dekan Fakultas Pariwisata
Universitas Negeri Padang Ernawati patut menjadi perhatian serius. Erna
menilai hal ini nyaris luput dari perhatian masyarakat, swasta dan
pemerintah.“Kebanyakan masyarakat, swasta dan bahkan sebagian pemerintah
daerah saat membangun rumah, gedung, ruko atau pun perkantoran lebih banyak
meniru gaya arsitektur Negara lain, termasuk di Kota Bukittinggi. Sehingga
kita kehilangan ciri dan karekteristik bangunan Minangkabau. Padahal itulah
yang dicari dari jauh-jauh oleh wisatawan manca Negara,” katanya, melalui
sambungan telepon tadi malam.Untuk KWBT Mandeh Presiden Jokowi memiliki
sejumlah catatan. Pertama, melihat sumber daya dan keindahan Mandeh, Presiden
berharap masyarakat Mandeh bermusyawarah guna memutuskan masa depan yang
terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Mandeh. Kedua, secara pribadi Presiden
mengusulkan yang cocok untuk pengembangan Mandeh adalah menjadi kawasan wisata
keluarga.Ketiga, menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(MenPU Pera) menyelesaikan jalan pintas Padang-Mandeh (45 km) kurang dari dua
tahun. Dengan pengembangan KWBT Mandeh pendapatan masyarakat dan daerah bisa
meningkat lima kali lipat. Keempat, menugaskan Kementerian Pariwisata
membantu promosi pariwisata KWBT Mandeh dan Sumatera Barat. Presiden
mencanangkan secara resmi percepatan KWBT Mandeh dengan menandatangani
prasasti Mandeh.Presiden Jokowi menilai Sumbar memiliki banyak destinasi
wisata yang indah selain Mandeh seperti Kawasan Kota Pusaka Sawahlunto, Danau
Maninjau dan Danau Singkarak. Ke depan, perlu dijadikan satu kesatuan paket
wisata untuk dijual kepada wisatawan (mancanegara).Sambutan dan janji dukungan
Menteri Pariwisata Arif Yahya terhadap KWBT Mandeh. Strategi pembangunan KWBT
Mandeh menggunakan Konsep 3A, yakni Atraksi, Akses dan Amenitas.Sementara itu
menurut Menteri Pariwisata RI Arif Yahya, positioning KWBT Mandeh sangat
strategis dan menarik sebagai ‘Raja Ampatnya’ Sumatera, dan terkenal juga
dengan sebutan the Paradise of the South. Mandeh telah ditetapkan sebagai
Destinasi Pariwisata Nasional melalui Permenpar Bulan September 2015. Mandeh
juga sudah punya atraksi unik dan menarik, yakni paralayang.Lebih lanjut Menpar
Arif Yahya mengatakan untuk kemajuan KWBT Mandeh, KemenPU dan Pera juga
membangun jalan pintas Padang-Mandeh sepanjang 42 km yang akan diselesaikan
dalam waktu kurang dari dua tahun, sehingga lama perjalanan yang saat ini tiga
jam bisa dipersingkat menjadi hanya 45 menit.Pemerintah juga akan menyediakan
transportasi penerbangan Jakarta - Padang menggunakan LCC murah, hanya sekitar
Rp600 ribu. Ditambah Padang- Mandeh hanya sekitar Rp25 ribu. Selain jalan
darat, kawasan Mandeh juga dapat diakses dengan perjalanan lalut melalui Teluk
Bayur yang melegenda.Pengembangan KWBT Mandeh dilaksanakan dengan Konsep
Community Based Tourism. Selanjutnya memberdayakan masyarakat di lingkungan
KWBT Mandeh. Kondisi saat ini, pendapatan masyarakat Mandeh rata-rata Rp50
ribu per hari. Dia yakin lima tahun mendatang, setelah KWBT Mandeh benar-benar
telah menjadi sebuah kawasan destinasi wisata pendapatan masyarakat dapat
naik lima kali lipat. “Semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan,”
kata Manteri Arif Yahya. Pada KWBT Mandeh juga akan dikembangkan homestay. Ada
beberapa janji pemerintah terhadap pembangunan KWBT Mandeh. Dari
Kementerian Pariwisata RI; pertama, membantu promosi pariwisata Mandeh,
terutama ‘Mandeh Joy Sailing’. Kedua, memfasilitasi Diklat homestay bagi 100
kepala keluarga (KK). Ketiga, memfasilitasi pembentukan Kelompok Sadar
Wisata. Keempat, memfasilitasi pembangunan 100 toilet bersih. Sedangkan
KemenPUPera RI akan membangun jalan pintas Padang-Mandeh sepanjang 42 km yang
akan diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 tahun. (h/erz) |
On Sunday, October 11, 2015 at 8:48:14 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
Presiden Joko Widodo is on Facebook. To connect with Presiden Joko Widodo, join
Facebook today.
Join Log In
Presiden Joko Widodo added 6 new photos.
13 hrs ·
Kemarin sore saya mengunjungi pembangunan stasiun kereta api Bandara
Minangkabau. Insya Allah, pada bulan Desember 2015, masyarakat Sumatera Barat
bisa menggunakan jalur kereta api Duku-Bandara Internasional Minangkabau.
Dengan layanan transportasi terintegrasi, masyarakat Sumatera Barat akan lebih
mudah mengakses bandara dan kereta api. Perkembangan ekonomi daerah akan
berkembang lebih cepat,dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Saya
berharap pembangunan seperti ini menjadi pola di daerah-daerah lain di
Indonesia.
+3
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.