Kalau dek ambo ciek sajo . Mesti ado aturan indak buliah urang bajamua jo mandi 90% batilanjang! Kalau indak manyasa beko saroman nan tajadi di pulau pulau gili di Lombok. Presiden kan sato lomangecekan wisata kaluarga. Samo jo indak buliah minum alkohol. Jan takuik wisatawan manca negara ndak ka datang, mereka pasti akan datang karano lebih menantang!

salam Isna

On 10/12/2015 9:56 AM, 'E Dt Marajo nan Tuo' via RantauNet wrote:
MAK NGAH,


Menarik isi press release tim PRESIDEN soal KAWASAN WISATA MANDEH ko.
Ideal nyo memang bisa di capai yang demikian itu kalau wisata itu kawasannya
di miliki , dilola dan di usahakan oleh rakyat setempat...

Kalau lah masuak pulo KAPITALIST, mangko lambek laun capek atau lambek
akan manjadi sarupo KUTA dan HAWAI. Urang setempat hanyo tinggal jadi guide dan penyaji acara HIBURAN...
nan LABO dan fasilitas alah manjadi milik KAPITALIST.
(mancaliak contoh ka nan sudah, mancaliak tuah ka nan manang) (belajar dari pengalaman daerah lain)

Kini ko sajo lah tadanga, usaha pembelian lahan sekitar oleh yang berduit dan berminat.
E Dt Marajo nan Tuo



Pada Senin, 12 Oktober 2015 5:35, Sjamsir Sjarif <[email protected]> menulis:


Presiden Minta Perbanyak Bangunan Bagonjong di Bukittinggi <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/44128-presiden-minta-perbanyak-bangunan-bagonjong-di-bukittinggi>

Dari Haluan kito baco baritanyo.
-- MakNgah

Presiden Minta Perbanyak Bangunan Bagonjong di Bukittinggi <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/44128-presiden-minta-perbanyak-bangunan-bagonjong-di-bukittinggi> PDF <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/44128-presiden-minta-perbanyak-bangunan-bagonjong-di-bukittinggi?format=pdf> Cetak <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/44128-presiden-minta-perbanyak-bangunan-bagonjong-di-bukittinggi?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> Surel <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=56f386efd40c19b505bb089e59a6b60cde13e7b0>

Senin, 12 Oktober 2015 01:59

*JALAN PINTAS PADANG-MANDEH SELESAI 2 TAHUN*
*PADANG, HALUAN- *Da­lam**kunjungan selama tiga hari ke Sumatera Barat (8-10/10), Presiden Joko Wi­dodo me­m­berikan perhatian khusus pada dua daerah tujuan wi­sata, yakni Kota Bukittinggi dan Kawasan Wisata Bahari Ter­padu (KW­BT) Mandeh di Pesisir Se­latan. Presiden min­ta agar rumah dan bangu­nan di Bukit­tinggi diperkuat k­arakter ciri khas tra­di­sio­nalnya, yakni rumah bagonjong. Hal tersebut di­sampai­kan oleh Presiden Jokowi di saat peresmian KWBT Man­deh, di Pesisir Selatan, Sabtu (10/10). Permintaan Pre­siden Jokowi tersebut juga ditegaskan oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya, se­bagai­mana disampaikan ke­pada pemerhati pariwisata Sumbar Nofrin. Apa yang disampaikan Presiden Jokowi tentang perlunya bangunan di Kota Wisata Bukittinggi meng­guna­kan karakter dan ciri khas Minangkabau, berupa bangunan atap Bagonjong, menurut Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ne­geri Padang Ernawati patut menjadi perhatian serius. Erna menilai hal ini nyaris luput dari perhatian masya­rakat, swasta dan pe­merintah. “Kebanyakan masyarakat, swasta dan bahkan sebagian pemerintah daerah saat mem­bangun rumah, gedung, ruko atau pun perkantoran lebih banyak meniru gaya arsitektur Negara lain, termasuk di Kota Bukit­tinggi. Sehingga kita kehilangan ciri dan karekteristik bangunan Minangkabau. Padahal itulah yang dicari dari jauh-jauh oleh wisatawan manca Negara,” kata­nya, melalui sambungan telepon tadi malam. Untuk KWBT Mandeh Pre­siden Jokowi memiliki sejumlah catatan. /Pertama/, melihat sum­ber daya dan keindahan Mandeh, Presiden berharap masyarakat Mandeh bermusyawarah guna memutuskan masa depan yang terbaik untuk kesejahteraan ma­sya­rakat Mandeh. /Kedua/, secara pribadi Presiden mengusulkan yang cocok untuk pengembangan Mandeh adalah menjadi kawasan wisata keluarga. /Ketiga, /menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Pe­ru­ma­han Rakyat (MenPU Pera) men­ye­lesaikan jalan pintas Padang-Mandeh (45 km) kurang dari dua tahun. Dengan pengembangan KWBT Mandeh pendapatan ma­sya­rakat dan daerah bisa me­ning­kat lima kali lipat. /Keempat/, menugaskan Kementerian Pari­wisata membantu promosi pari­wisata KWBT Mandeh dan Su­ma­tera Barat. Presiden men­canang­kan secara resmi per­cepatan KW­BT Mandeh dengan menan­da­tangani prasasti Mandeh. Presiden Jokowi menilai Sumbar memiliki banyak des­tinasi wisata yang indah selain Mandeh seperti Kawasan Kota Pusaka Sawahlunto, Danau Ma­ninjau dan Danau Singkarak. Ke depan, perlu dijadikan satu ke­sa­tuan paket wisata untuk dijual kepada wisatawan (mancanegara). Sambutan dan janji dukungan Menteri Pariwisata Arif Yahya terhadap KWBT Mandeh. Stra­tegi pembangunan KWBT Man­deh menggunakan Konsep 3A, yakni Atraksi, Akses dan Amenitas. Sementara itu menurut Men­teri Pariwisata RI Arif Yahya, /positioning/ KWBT Mandeh sa­ngat strategis dan menarik se­ba­gai ‘Raja Ampatnya’ Sumatera, dan terkenal juga dengan sebutan /the Paradise of the South/. Mandeh telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Nasional melalui Permenpar Bulan September 2015. Mandeh juga sudah punya atraksi unik dan menarik, yakni paralayang. Lebih lanjut Menpar Arif Yah­ya mengatakan untuk kemajuan KWBT Mandeh, KemenPU dan Pera juga membangun jalan pintas Padang-Mandeh sepanjang 42 km yang akan diselesaikan dalam waktu kurang dari dua tahun, sehingga lama perjalanan yang saat ini tiga jam bisa dipersingkat menjadi hanya 45 menit. Pemerintah juga akan menye­diakan transportasi penerbangan Jakarta - Padang menggunakan LCC murah, hanya sekitar Rp600 ribu. Ditambah Padang- Mandeh hanya sekitar Rp25 ribu. Selain jalan darat, kawasan Mandeh juga dapat diakses dengan perjalanan lalut melalui Teluk Bayur yang melegenda. Pengembangan KWBT Man­deh dilaksanakan dengan Konsep Community Based Tourism. Se­lanjut­nya memberdayakan ma­sya­rakat di lingkungan KWBT Man­deh. Kondisi saat ini, pen­dapatan masyarakat Mandeh rata-rata Rp50 ribu per hari. Dia yakin lima tahun mendatang, setelah KWBT Man­deh benar-benar telah men­jadi sebuah kawasan destinasi wisata pendapatan masya­rakat dapat naik lima kali lipat. “Se­makin di­les­tarikan, semakin men­yejah­tera­kan,” kata Manteri Arif Yahya. Pada KWBT Mandeh juga akan dikembangkan /homestay. / Ada beberapa janji pe­me­rintah terhadap pembangunan KWBT Mandeh. Dari Ke­menteri­an Pariwisata RI; /pertama/, mem­bantu promosi pariwisata Man­deh, terutama ‘Mandeh Joy Sai­ling’. /Kedua, /memfasilitasi Diklat homestay bagi 100 kepala ke­luar­ga (KK). /Ketiga, /memfasilitasi pembentukan Kelompok Sadar Wisata. /Keempat, /memfasilitasi pembangunan 100 toilet bersih. Sedangkan KemenPUPera RI akan membangun jalan pintas Padang-Mandeh sepanjang 42 km yang akan diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 tahun. *(h/erz)*



On Sunday, October 11, 2015 at 8:48:14 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:

    Presiden Joko Widodo is on Facebook. To connect with Presiden Joko
    Widodo, join Facebook today.
    Join Log In

    Presiden Joko Widodo added 6 new photos.
    13 hrs ·
    Kemarin sore saya mengunjungi pembangunan stasiun kereta api
    Bandara Minangkabau. Insya Allah, pada bulan Desember 2015,
    masyarakat Sumatera Barat bisa menggunakan jalur kereta api
    Duku-Bandara Internasional Minangkabau.
    Dengan layanan transportasi terintegrasi, masyarakat Sumatera
    Barat akan lebih mudah mengakses bandara dan kereta api.
    Perkembangan ekonomi daerah akan berkembang lebih cepat,dan
    kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Saya berharap pembangunan
    seperti ini menjadi pola di daerah-daerah lain di Indonesia.
    +3

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected] <mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected] <mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke