RAGU KALAU DIM AKAN LOLOS?Mochtar Naim21 Okt 2015    
|  
  |

DENGAN diluncurkannya ide pembentukanDIM, menggantikan PemDa Provinsi Sumbar 
yang ada sekarang, sendirinya akanmuncul pendapat yang bermacam-ragam. Dari 
yang sepenuhnya menerima sampaikepada yang sepenuhnya menolak, di samping juga 
prinsipnya menerima tetapimeragukan akan lolosnya usaha ini melalui proses 
hukum dan politik yang akandilalui di tingkat pusat, khususnya di DPR/DPD/MPR 
RI. Di pelataran legislatifdi tingkat pusat ini, tidak hanya pertimbangan hukum 
yang dilakukan tetapitidak kurangnya pertimbangan politik, apalagi karena hukum 
berjalan di NKRI inimelalui jalur politik. Sendirinya, di pusatpun akan ada 
yang setuju, ada yangtidak setuju, dan ada yang di antara keduanya.            
Dan semua itu adalah sebuah proses yang harus dilaluioleh siapapun dan dari 
daerah manapun yang akan mengajukan keinginan daerahnya,seperti yang dilakukan 
oleh kita dengan DIM sekarang ini.            Denganitu kita orang Minang 
sekaligus akan diuji, siapa dan bagaimana sesungguhnya kitaorang Minang yang 
hidup sekarang ini? Apakah akan kompak atau masih bergalauseperti selama ini. 
Kita khususnya sejak PRRI setengah abad yl ke mari inisudah lebih banyak jadi 
obyek yang ditentukan daripada jadi subyek yang menentukansendiri apa yang kita 
inginkan. Dengan DIM ini kita benar-benar sedang diuji.Apalagi karena DIM dan 
dengan DIM ini jalan dan jalur masa depan depan kitaakan banyak berubah, 
khususnya dengan kita memasukkan unsur nilai budaya yangkita miliki selama ini 
yang kita anggap sebagai khas kita, khas Minangkabau danbahkan istimewa 
Minangkabau di persada Nusantara ini.            Pak Sayuti dari LKAAM 
sampaimencatat, tidak kurang dari 17 macam kekhasan dan keistimewaan nilai 
budaya Minangyang bisa kita ajukan untuk DIM itu, dan yang satu dari semua itu 
yang utama adalahbudaya ABS-SBK (Adat Bersendi Syarak Bersendi Kitabullah). 
Bahwa masyarakatMinangkabau, dari dahulu sampai sekarang sistem sosialnya 
adalah matrilineal,bukan patrilineal dan bukan pula matriarkal tapi justru 
patriarkal – dengan adanyabudaya kepemimpinan TTS (Tungku Nan Tigo Sajarangan, 
Tali Nan Tigo Sapilin) itu,semua diketahui dan semua berjalan tanpa ada yang 
mengusik dan menghalangi.             Tapi lain dengan konsep nilai 
budayaABS-SBK, yang tidak hanya diragukan dan bahkan tidak disukai oleh 
segolongan pihakluar, tetapi bahkan oleh pihak Minang yang di dalam sendiri. 
Kita orang Minangini ada yang sepenuhnya menerima tetapi ada pula yang sebagian 
menolak. Menolaknyabukan hanya karena memang tidak sejalan cara berpikirnya, 
tetapi juga menolakkarena dikuatirkan ini tidak akan lolos di tingkat pusat, 
dengan perhitunganbahwa di pusat itu tidak semua menerima Islam, karena ada 
kelompok warga NKRIini yang agamanya macam-macam yang juga punya wakil di 
lembaga legislatif daneksekutif di pusat itu, walau mereka kelompok minoritas.  
           Kalau saya bisa menambahkan, di pusatdan bahkan di daerah sendiri, 
tidak kurangnya juga ada kelompok Islam sendiriyang tidak menyukai dan bahkan 
tidak menginginkan masuknya unsur Islam ke dalamuntuk turut mengatur 
berjalannya proses hukum dan perundang-undangan di NKRI,walau di Aceh diterima 
dan berjalan. Saya melihat, ketakutan dari kelompok Islamini sendiri yang 
menghantui adanya pendapat di kalangan kita sendiri di Minangini dalam kita 
berproses memajukan ide DIM ini. Terbukti di tingkat nasionalsendiri, 
partai-partai Islam yang tadinya bersepakat untuk memperjuangkan 
diberlakukannyasyariat Islam bagi ummat Islam, sekarang banyak yang mundur, 
atau tidakmenggubris lagi.             Sekarang tahu-tahu muncul DIM 
yangintinya seperti di Aceh itu memperjuangkan tegaknya syariat Islam di 
bumiMinangkabau itu berdampingan dengan Adat dan budaya nasional yang 
berdasarPancasila dan UUD1945. Menariknya, budaya nasional yang berdasar 
Pancasila danUUD1945 itu sangat mengakui dan menjunjung tinggi sila Ketuhanan 
Yang Maha Esayang diletakkan pada Sila Pertama Pancasila dan dalam pasal-pasal 
UUD1945 sendiri.Sila Ketuhanan YME  (mono-theisme) itu,kita tahu, hanya dianut 
oleh Islam, dan identik dengan Islam, sementara agamayang lain-lainnya ada yang 
Tri-Esa (Trinity, Kristen), Poli-Esa (Polytheisme, Hindu),tidak tahu 
esa-tidaknya (Budha), di samping juga ada yang palbegu yang berasaldari 
animisme Kejawen dan tambah pula dengan pengakuan akan agama Kong Hu Chudari 
keturunan Cina, hasil usaha ‘waliyullah’ Gus Dur yang konon punya darahCina.    
          Jadi dari segi hukum dan filosofikenegaraan, tidak ada hambatan sama 
sekali yang kalau ABS-SBK itu tidak sejalandengan Pancasila dan UUD1945. Hanya 
karena kerdilnya cara berpikir darisebagian kita yang Minang ini, yang 
belum-belum sudah takut akan didep oleh sekelompoknon-muslim atau muslim pun, 
di lembaga Legislatif ataupun Eksekutif, walau merekahanya minoritas kecil 
sekali. Di negara Pancasila yang serba terbuka ini adalahjuga kewajiban kita 
untuk memperjuangkan apa yang kita inginkan dengan daerahkita yang kita yakin 
sejalan atau tidak bertentangan dengan dasar negara, yakniPancasila dan UUD1945 
itu. Kewajibankita adalah juga meyakinkan kepada siapapun bahwa ABS-SBK yang 
kita anut itu  adalah sejalan dan tidak bertentangan dengandasar dan filosofi 
kenegaraan kita yang kita anut bersama. Sejalan denganprinsip ABS-SBK itu, 
kitalah justeru sebaliknya yang pertama yang memperjuangkantegaknya Pancasila 
dan UUD1945 itu. Mari untukitu kita berjuang bersama-sama, di ranah dan di 
rantau dan di panggung politikdan hukum di NKRI ini. Waktunya kita sekarang, 
kita memperlihatkan siapa yangMinang itu, dan bagaimana Minang itu di kancah 
politik di tanah air ini. SemogaAllah swt meridhai, amin!           

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke