Nah iko berita Bahaya Asok untuk Sumatera Barat dicuplik dari Harian 
Sainggalan di bawah ko.
-- Mak Ngah 

Udara Sumbar Masuk Kategori Bahaya 

in Headline <http://hariansinggalang.co.id/category/headline/>, Sumbar 
<http://hariansinggalang.co.id/category/daerah/> 2 hari ago 
[image: Masjid Raya Sumbar berselimut asap, terlihat dari Bukit Gado-gado, 
Padang (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)] 
<http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2015/08/kabut-asap.jpg>

Masjid Raya Sumbar berselimut asap, terlihat dari Bukit Gado-gado, Padang 
(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

*PADANG –* Pantauan global atmospheric watch (stasiun pemantau global/GAW) 
Koto Tabang, Senin (19/10), kabut asap sudah berada pada kondisi bahaya, 
namun tak ada satu pun kabupaten/kota di Sumbar menetapkan status darurat 
asap.

Padahal sebelumnya telah ada 6 kabupaten/kota yang tetapkan status darurat, 
kini daerah tersebut telah melepas status tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah 
(BPBD) Sumbar, Pagar Negara mengatakan, saat ini di Sumbar tidak ada lagi 
yang menetapkan status darurat bencana asap.

Sebelumnya ada 6 kabupaten/kota yang darurat asap. Diantaranya, Payakumbuh, 
Limapuluh Kota, Sijunjung, Dharmasraya, Bukittinggi, dan Tanah Datar. 
“Semua daerah tersebut belum ada yang masuk laporan ke kita untuk 
perpanjangan status darurat,” sebutnya, Senin (19/10).

Meski tak ada lagi yang berstatus darurat, namun dari Informasi Kualitas 
Udara Kototabang, Senin (19/10), Kategori ISPU telah menunjukkan berbahaya. 
Sedangkan PM10 menunjuk pada angka 422 ug/m3 yang di update pada pukul 
11.00 WIB.

“Kategori ISPU berdasarkan konsentrasi PM10 yakni, baik 1-50 ug/m3, sedang 
51-150 ug/m3, tidak sehat 151-350 ug/m3, sangat tidak sehat 351-420 ug/m3, 
berbahaya lebih dari 420 ug/m3,” sebut staf GAW Kototabang, Albert *(yose)*


On Wednesday, October 21, 2015 at 1:28:45 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> Terima kasih angku Anwar Djambak Sangenek Berita dari Semenanjung.
>
> Bagi kita yang kurang kenal istilah yg dipakai di Malaysia:
>
> "Cirit birit" adalah istilah resmi untu menceret atau cik gaca Caro Awak.
>
> Untuk istilah "demam kepialu" dapat kita baca sediki info Berita 
> Malaysiadi bawah ini.
>
> -- MakNgah
>
> BERITA  |  MALAYSIA
>
> Demam kepialu: Bagaimana tersebar, simptom dan cara mengelak daripada 
> dijangkiti
> Nur Alya Mohamed, Astro Awani |  Diterbitkan pada Oktober 20, 2015 17:44 
> MYT
>
> DEMAM kepialu atau tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteria 
> Salmonella typhi yang mencemari makanan atau minuman.
>
> Ia mudah dijangkiti dan pesakit akan mengalami simptom seperti demam, 
> sakit perut dan sakit kepala yang mungkin berlanjutan sehingga beberapa 
> minggu.
>
> Komplikasi yang mungkin timbul jika ia tidak dirawat adalah perdarahan dan 
> kebocoran saluran penghadaman, keradangan otak dan psikosis.
>
> Ketahui tanda-tanda jangkitan demam kepialu, cara ia tersebar dan langkah 
> yang boleh diambil untuk melindungi keluarga anda.
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke