Assalamu'alaikum wr.wb.

Dampak dari Revolusi Informasi dan Teknologi
Karano zaman barubah, dunia barubah..
Yang batahan bukan yang paliang gadang atau paliang kuaik, tapi yang bisa
baadaptasi...


Salam


Reza




2016-01-14 4:45 GMT+07:00 Sjamsir Sjarif <[email protected]>:

>
> Salah satu Keistimewaan Daerah yang selama ini diagung-agungkan adalah
> bahwa Daerah Minang merupakan Daerah Istimewa *Industri Otak*, penghasil
> intellektual yang diklaim-banggakan terkenal ke seluruh Nusantara.
>
> Nah ...  berita ini malah sangat mengejutkan...!  Di Negeri yang
> disorak-sorakkan Beradat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah ini,
> selain dari terjadinya bermacam-macam Pemalakan, Perzinaan malah meraja
> lela....
>
> Bayi-bayi tak berdosa malah Dibuang ke Tempat Sampah ....
>
> *Na'uzubillahi min zalik ...!*
>
> -- Nyiak Sunguik
> Sjamsir Sjarif
>
> Dari Haluan kita baca:
>
> *Marak Aksi Buang Bayi Buah Perzinaan*
> Dibaca: *0* kali
> Kamis,14 Januari 2016 - 04:08:55 WIB
>
> *Dalam* 15 hari belakangan terjadi empat praktik pembuangan bayi di empat
> daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Ada kondisi bayi yang masih hidup dan
> ada yang sudah mening­gal. Empat daerah itu; Kabupaten Limapuluh Kota
> (28/12-2015), Kota Solok  (30/12-2015), Kota Bukittinggi (5/1-2016), dan
> Kabupaten Solok Selatan (13/1-2015). Diduga kuat bayi yang dibuang adalah
> hasil perzinaan atau hubungan luar nikah. Wanita muda yang melahirkan bayi
> hasil perzinaan, malu diketahui oleh orang lain dan takut terkena sanksi
> atau marah besar orang tua dan keluarganya. Pilihan mereka untuk menutupi
> aib itu adalah dengan membuang bayi yang baru lahir tersebut.
>
>
> Mayat jabang bayi di Kabupaten Limapuluh Kota ditemukan masyarakat Jorong
> Banja Laweh Gadang, Nagari Banja Laweh, Kecamatan Bukit Barisan  Senin
> (28/12) sekitar Pukul 07.30 WIB.  Jabang bayi tersebut ditemukan terapung
> di kolam milik warga setempat. Jabang bayi yang diduga hasil hubungan gelap
> tersebut, berjenis kelamin laki-laki. Jabang bayi itu pertama kali
> ditemukan  oleh Rahmi (20) ketika hendak buang air besar di kolam ikan
> milik Mayor. Dia dikejutkan dengan sesosok orok mengapung dalam kolam ikan
> tanpa balutan pakaian. Rahmi pun langsung memberitahu masyarakat sekitar,
> sehingga kabar penemuan orok itu cepat menyebar di Kecamatan Bukit Barisan
> dan Kabupaten Limapuluh Kota. Dengan sigap pihak kepolisian dari Polsek
> Suliki, lansung mengamankan lokasi tempat ditemukannya jabang bayi itu.
>
>
> Di Kota Solok juga ditemukan mayat bayi dibuang ke dalam kolam ikan Rabu
> (30/12-2015). Pelakunya adalah ‘Y’ (17) yang bekerja sebagai penjaga toko.
> Di hadapan petugas Y mengungkapkan, Senin (28/12) dini hari dia  merasakan
> sakit perut. Awalnya ia mengira sesak buang air besar, lantas pekerja
> kantin ini  langsung berlari ke dalam kamar mandi di rumahnya. Ternyata di
> saat itu pelakuý justru melahirkan sosok bayi laki-laki hasil hubungan
> gelap dengan sang kekasih yang telah lama kabur entah kemana. Karena panik
> mendengar tangisan si buah hati, bayi yang lahir secara normal itu lantas
> dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam yang  kebetulan
> tergantung di kamar mandi. Entah setan mana yang merasuk, Y  lalu membuang
> kantong plastik berisikan bayi yang baru dilahirkannya itu ke dalam kolam
> milik tetangga.
>
>
> Sedangkan di Kota Bukittinggi, Selasa (5/1-2015) seorang bayi perempuan
> ditemukan dalam kondisi sehat di bibir jalan aspal Jalan Pakokan Koto
> Katiak Parit Antang Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Bukittinggi
> sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (5/1). Lokasi penemuan bayi itu tidak jauh
> dari lokasi pemancingan. Bayi itu diduga dibuang oleh seorang perempuan
> yang tidak diketahui identitasnya. Diduga kuat bayi yang lahir itu
> merupakan hasil hubungan gelap. Banyak warga yang ingin menjadi orang tua
> asuhnya.
>
>
> Sementara di Kabupaten Solok Selatan, sejumlah warga di sekitar Jorong
> Sungai Padi, Kecamatan Sangir, Solok Selatan (Sosel) dihebohkan dengan
> penemuan mayat bayi yang tersangkut di aliran Sungai Lipek Patah di Jorong
> Sungai Padi, Rabu (13/1-2015). Mayat bayi perempuan itu ditemukan dengan
> kondisi tali pusar masih menempel. Bayi ini ditemukan warga yang hendak
> mandi ke sungai sekitar pukul 07.30 WIB.
>
>
> Fakta maraknya aksi pembuangan bayi hasil hubungan luar nikah di beberapa
> daerah di Sumbar membuat kita  terenyuh. Bayi itu lahir atas hubungan haram
> yang sangat bertolak belakang dengan falsafah minangkabau Adat Basandi
> Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).  Temuan itu semakin
> mengkon­firmasi bahwa akhlak generasi muda Sumatera Barat jauh merosot.
> Sulit membantah dugaan bahwa angka perzinaan di Sumbar cukup tinggi. Bahkan
> tidak tertutup kemungkinan, bahwa yang muncul ke permu­kaan hanya empat
> kasus, tapi yang sesungguhnya  belasan atau bahkan mungkin puluhan. PR
> (pekerjaan rumah) bagi kita semuanya. ****
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke