Dari Haluan kita baca: Potensi Maritim Sumbar Belum Tergali Dibaca: *168* kali Selasa,12 April 2016 - 03:39:53 WIB [image: Potensi Maritim Sumbar Belum Tergali] Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gator Nurmantyo disambut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Bandara Internasional Minangkabau (BIM, Senin (11/4) malam. Presiden dijadwalkan akan membuka ajang MNEK 2016 di Mako Lantamal II Bukit Peti-Peti, Padang, Selasa (12/4). (HUMAS)
Pemerintah serius mengeksploitasi potensi kemaritiman di Indonesia, termasuk Sumbar. Melalui ajang MNEK (Multilateral Naval Exercise Komodo 2016, potensi tersebut terus digali *PADANG, HALUAN — *Presiden Joko Widodo dipastikan akan membuka rangkaian gelaran akbar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, Selasa (12/4). Pembukaan ini akan dilangsung di Mako Lantamal XI, Bukit Peti-peti, Padang oleh Presiden Joko Widodo. Kegiatan *International Fleet Review *(IFR) di KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 jadi ajang pembuka MNEK dan dilanjutkan dengan inspeksi ke kapal-kapal peserta IFR 2016 pada acara parade kapal perang oleh presiden. MNEK sendiri merupakan kegiatan Kemaritiman, yang jadi prioritas pembangunan nasional dan merupakan suatu terobosan konseptual. Potensi kemaritiman di Sumbar sendiri yang punya panjang garis pantai 1.973.246 cukup besar namun belum tergali optimal. Di Agam, Tiku menjadi andalan terkait dengan potensi perikanan. Di kawasna itu, ada 7.467 tenaga kerja yang terserap di sektor ini. Mereka berprofesi sebagai nelayan, pembudidaya dan pemasaran. Salah satunya upaya serta program yang menjadi agenda cukup besar pada sektor kelautan di Kabupaten Agam adalah pembangunan pelabuhan di Tiku. Kepala Dinas Kelautan dan Perikakan Kabupaten Agam Ermanto, Senin (11/4) mengatakan, peluang sektor perikakan di Kabupaten Agam sangat strategis dari sisi ekonomi maupun serapan tenaga kerja. Oleh sebab itu pemerintah juga melakukan perencanaan dalam mendorong sektor tersebut dengan membangun pelabuhan. Walaupun menelan dana yang cukup besar pemerintah komitmen dengan progress tersebut meski dengan cara bertahap. Masterplen pembangunan tersebut sudah ada, sementara pada tahun 2016 pemerintah akan membangun jetty atau kolam labuh untuk kapal penangkap ikan dengan dana Rp20 miliar. Dana ini berasal dari Dana Alokasi Khusus Infrastruktur Publik Daerah (DAK IPD) dari pemerintah pusat pada 2016. Pengamat Perikanan Universitas Bung Hatta (UBH), Indrawadi Mantari kepada *Haluan* mengatakan bahwa saat ini perkembangan potensi kelautan di Sumbar tidak lepas dari keberadaan nelayan. Saat ini menurutnya, ada tiga kategori nelayan di Sumatera Barat. “Potensi kelautan di Sumbar sendiri tidak lepas dari peran seorang nelayan. Saat ini nelayan terbagi ke dalam tiga kelompok, diantaranya nelayan besar, nelayan kecil, dan nelayan musiman,” kata Indrawadi. Sementara itu, pembangunan kemaritiman di Kabupaten Pesisir Selatan dimulai dari peningkatan kapasitas warga pesisir pantai, penguatan kelembagaan serta rehabilitasi kawasan pesisir dengan vegetasi pantai. Sementara untuk infrastruktur, empat kawasan wisata dijadikan sebagai Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pesisir Selatan Yoski Wandri menyebutkan, daerah itu berkomitmen penuh terhadap program poros maritim yang dirancang pemerintah pusat. ”Ada dua sasaran untuk melaksanakan program dimaksud, pertama pembangunan manusianya yakni meningkatkan kapasitas nelayan dan warga di pesisir pantai. Kemudian yang ke dua pembangunan infrastruktur terutama di kawasan yang sudah ditentukan,” katanya. Disebutkan, untuk peningkatan kapasitas masyarakat sejumlah pelatihan telah diberikan terhadap kelompok nelayan dan hal itu akan terus berlanjut. Misalnya warga yang ada di KWBT Mandeh dan sekitarnya, termasuk kelompok masyarakat yang peduli pada lingkungan pantai dan laut. “Lalu untuk pulau - pulau yang ada di sekitar Mandeh juga dibangun dermaga mini. Sebelumnya pada 45 pulau yang ada didaerah ini juga dibuatkan pondok dan penerangan untuk nelayan dan siapa saja yang perlu merapat ke pulau akibat cuaca buruk,” katanya. Sementara di Padang Pariaman sejak beberapa tahun belakangan telah memulai mengembangkan dan membangun kemaritiman ini dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni, saat dihubungi *Haluan*, Senin (11/4) sehubungan perencanaan pembangunan nasional, dengan mengusung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Ujud dari pembangunan tersebut, aku Ali Mukhni, terlihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM ) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang ( RPJP ) Padang Pariaman untuk daerah pesisir. Sementara Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pasbar, Abdi Surya mengatakan, setiap tahun Pemda Pasbar selalu fokus membangun destinasi wisata bahari. “Seperti pantai Sasak, Air Bangis, Pulau Panjang dan yang lainnya. Ini menjadi aset terbesar bagi Pasbar dalam bidang pariwisata,”ungkap Abdi Surya. Hanya saja kata Kadis, untuk upaya pembangunan yang sempurna sulit tercapai. Sebab dana pembangunan masih murni dari APBD. Belum ada pihak -pihak investor yang mau menanamkan modal. “Kesulitan kita memang pada dana. Kita belum ada investor yang mau menanmkan modal,”ujarnya. *Bermalam di Padang* Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Senin, (11/4) malam tepatnya pukul 20.10 WIB. Didampingi dua orang menteri kabinet Indonesia Bersatu yaitu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahaya dan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo pesawat kepresidenan mendarat dengan mulus meski di tengah rintik hujan. Dari BIM Presiden akan langsung beristirahat di *Hotel Mercure, *Padang. “Tadi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Paulus Lodewyk Pusung dan Forkopimda Sumbar ikut menyambut kedatangan Presiden di BIM,” ujarnya Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemberitaan Pemprov Sumbar, Fadhli Junaidi Dari susunan acara yang diterima Pemprov Sumbar besok (Selasa, red) presiden akan menjalankan serangkaian acara di Sumbar. Paginya Presiden akan bertolak ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut II (Mako Lantamal II) di Jalan Bukit Peti-Peti, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan Setelah itu, dari Teluk Bayur Presiden Joko Widodo beserta rombongan akan bertolak ke Muaro Lasak untuk menandatangani Monumen Perdamaian. “Selesai acara pada pukul 15.00 WIB Presiden bersama Gubernur Irwan Prayitno bertolak ke Jakarta dari BIM,” paparnya. *(h/isr/mg-adl/har/ded/yat/o) * On Saturday, April 9, 2016 at 6:25:20 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: > > > 12 Februari 2015 > Kiprah,Lintas Sumatera Barat by erwin > PASBERITA.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno > menginformasikan sebagian pembangunan infrastruktur yang ada di Provinsi > Sumbar. > “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Secara bertahap akan saya > informasikan sebagian pembangunan infrastruktur Sumatera Barat,” ujar Irwan > Prayitno melalui akun Facebook-nya, Kamis (12/2/2015). > Irwan menjelaskan, pembangunan pertama terkait dengan rehab rekon korban > gempa 2010 sampai dengan 2014 senilai Rp4.865 Triliun. Kedua, pembangunan > tahun 2010 sampai dengan 2014, Multi Year APBD senilai Rp1.025 Triliun. > “Ketiga, menyelesaikan pembangunan Hotel Balairung Jakarta dan jalan > Sicincing-Malalak dan meneruskan pembangunan Masjid Raya Sumbar, serta > memulai menyelesaikan Fly Over kelok 9,” katanya. > Irwan menerangkan, Gedung Pusat Kebudayaan Sumbar juga berfungsi sebagai > shelter untuk evakuasi ketika terjadi bencana gempa atau tsunami dan > sebagai ruang terbuka pada kawasan. Perencanaan tahun 2014, mulai dibangun > April 2015, lokasi di Taman Budaya dan Museum, dengan reklamasi pantai laut > Padang. > “Islamic Center Sumbar dan Asrama Haji. Islamic Center seluas 10 hektar > ini juga akan dibangun penginapan, pusat perbelanjaan serta Asrama Haji > baru untuk embarkasi Padang. Perencanaan tahun 2013, desain manajemen > konstruksi April 2015. Mulai dibangun tahun 2015,” katanya. > Selain itu, kata Irwan, pembangunan Stadion Utama Sumbar. Stadion Utama > Sumbar ini berdaya tampung 30-40 ribu penonton ini dibangun di Nagari > Sikabu, Kecamatan Lubuk Aluang, Kabupaten Padang Pariaman. Pembebasan tanah > tahun 2013, mulai dibangun April 2015. > “Fly Over Simpang Duku. Highgrade Highway Duku ke Sicincin dan By Pass > empat jalur BIM-Telukbayur. Highgrade Highway Duku ke Sicincin sebagai > bagian trase jalan tol Padang – Pekanbaru, pembebasan tanah tahun 2011, > mulai dibangun tahun 2012. Jalan dua jalur By Pass Bandara Internasional > Minangkabau (BIM) – Telukbayur dibangun mulai tahun 2014,” katanya. > > > Irwan menambahkan, pembangunan Rail Bus Airport Minangkabau. Rail Bus dari > kota Padang menuju BIM dengan kapasitas 180 penumpang ini cuma memakan > waktu 30 menit saja. Pembebasan tanah tahun 2012, pembangunan tahun 2012. > Juga akan dibangun tahun 2015 ini Kereta Api Trans Sumatera ke Pekanbaru > melalui Sijunjung. > Selanjutnya, Pelabuhan baru Telukbayur. Pelabuhan Telukbayur melakukan > peningkatan kapasitas dan memperluas dermaga Gaung utamanya untuk > meningkatkan ekspor Batubara dan CPO sebagai upaya pengembangan layanan. > Pelabuhan baru Telukbayur, pengembangan dimulai tahun 2011 dan investasi > pembangunan pelabuhan mulai gtahun 2012. > “Jalan Layang Silaing Padangpanjang. Jalan layang ini diharapkan dapat > mengurai kemacetan jalur utama Sumbar menuju Bukittinggi dan juga jalur > untuk menuju ke Provinsi Riau. Jalan Layang Silaing – Padangpanjang ini > disainnya sudah siap, sedang proses ijin lokasi dari Kementerian > Kehutanan,” jelasnya. > Selain itu, pembangunan Jembatan Kabel Sungai Dareh – Dharmasraya. > Pembangunan jembatan ini sebagai pengembangan wilayah sesuai arahan dari > RT/RW Kabupaten Dharmasraya ataupun RDTR dari kawasan Sungai Dareh. > Jembatan kabel dibangun mulai April 2015. > Selanjutnya, Renovasi dan Pembangunan baru Kantor Gubernur Sumbar. Sebagai > pusat Pemerintahan Daerah Sumbar, tengah dilakukan renovasi kantor yang > telah tertunda sejak 4 tahun lalu, rusak akibat gempa Sumatera tahun 2009. > Selain renovasi juga pembangunan baru Kantor Gubernur Sumbar, dan telah > dimulai tahun 2012. > “Fly Over Aurkuning Bukittinggi. Pembangunan Fly Over dengan panjang > jembatan 675 meter, lebar 10 meter dan tinggi 5 meter, sudah dapat dilalui > pengendara bermotor sejak awal tahun 2015 ini. Fly Over Aur Kuning ini > dibangun tahun 2014 dan diresmikan tahun 2015,” hkata Irwan. > Pembangunan selanjutnya, yaitu Terowongan Balalak Malingka – Koto Gadang. > Trase Bukittinggi Outter Ring Road menyambungkan jalan By Pass Bukittinggi > Trans Sumatera di sisi utara (Kota Bukittinggi) dan Malalak di sisi selatan > (Kabupaten Agam) dengan panjang total sekitar 16,8 km. Proses desain tahun > 2012, mulai dibangun Mei 2015. > “Jembatan Ngarai Sianok Bukittinggi. Jembatan Ngarai Sianok, pengembangan > Jalan Lingkar Luar (Bukittinggi Outter Ring Road) melewati Ngarai Sianok > yang sangat dalam (123 Meter) sehingga diperlukan pembangunan jembatan. > Jembatan Ngarai Sianok dibangun setelah selesai terowongan, sebagai satu > kesatuan dengan terowongan,” katanya. > > > Pembangunan Pusat Ilmu Pelayaran Indonesia Wilayah Barat (Sumbar). Sekolah > dan Pusat Ilmu Pelayaran Indonesia (Wilayah Barat) sedang tahap > penyelesaian ini dibangun di Tiram, Padang Pariaman. Pembebasan tanah tahun > 2012, pembangunan tahun 2012. > “Peningkatan Kapasitas Jalan Pantai Barat Sumatera Barat. Peningkatan > kapasitas jalan pantai barat Sumatera Barat dari Pesisir Selatan (Pessel), > Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat (Pasbar). Dibangun > mulai tahun 2011 dari Pessel menuju Pasbar, saat ini sedang dibangun di > Agam dan Pasbar. Untuk Pariaman, Padang Pariaman dan lanjutan Pessel sedang > dalam proses tender,” pungkasnya. > Sementara itu, akun Facebook Marten Ten mengapresiasi langkah-langkah > Irwan Prayitno dalam membangun Sumbar. > “Mantap pak..teruskan pembagun sumatra barat buat kemujuan semua masarakat > sumbar…,” katanya. > Terkait pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan Sumbar ramai yang mengomentar > diantaranya datang dari Dedy Zulkarnain. “Keren habis pak gub,” ujarnya. > Facebooker lainnya Fakhri Fadhil menanyakan,” bapak …. berarti nanti ada > kebudayaan mentawai juga ya ? > “Ya iyalah.. mentawai kan juga sumbar…,” jawab Facebooker lainnya, Kalla > Abe Alatas. > “Bangun pusat ekonomi juga ya pak gub,” ujar M Zulfadli Syahrul.(*)bbbbb > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
