Artikel di bawah ini dari Halan menyangkut Pelabuhan di Pantai Barat: Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim Dibaca: *102* kali Selasa,12 April 2016 - 03:38:31 WIB [image: Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim] PELABUHAN Penasahan dipersiapkan jadi pelabuhan bongkar muat CPO. Namun tahun ini pembangunannya belum menjadi prioritas. Sesudut pembangunan dermaga Panasahan memanfaatkan APBN Rp22,9 miliar. (M JONI)
*P**elabuhan* laut memiliki arti penting bagi sector kemaritiman. Sejarah masa lalu telah diukir melalui keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur. Namun seiring waktu, jarak tempuh ke Teluk Bayur terasa jauh dari daerah paling ujung Sumbar, seperti Pasaman Barat dan Pesisir Selatan. Di kedua daerah itu pun akhirnya dibangun sebuah pelabuhan. Hanya saja, Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar lebih fokus untuk percepatan penyelesaian pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat. Sedangkan pelabuhan lainnya, seperti Pelabuhan Panasahan (Pessel), Tiram (Padang Pariaman) dan pelabuhan di Mentawi, memang belum jadi prioritas tahun ini. Saat ini Dishubkominfo Sumbar tengah melengkapi persyaratan dan juga izin lainnya. “Kita fokus menuntaskan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang. Bila pengerjaan semua faslitas pendukung rampung, maka Pelabuhan Teluk Tapang akan difungsikan optimal pada 2018,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar, Amran. Pelabuhan Teluk Tapang berada di Nagari Air Bangis, Kecamatan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Mulai dikerjakan tahun 2008. Namun pekerjaannya terhenti sejak 3 tahun belakangan karena akses jalan sepanjang 42 kilometer menuju pelabuhan tersebut belum tuntas. Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Pasaman Barat, Bobby P Riza, pelabuhan tersebut luasnya 155 hektar, meliputi lahan CPO, lahan curah kering, areal perkantoran, sarana telekomunikasi, instalasi air bersih, gardu listrik, fasilitas PKM dan rambu pelayaran,ruang terbuka hijau, gudang tertutup, lapangan penumpukan, terminal cargo, serta peralatan bongkar muat. “Saat ini, pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terhenti. Kementerian Perhubungan tidak mau mengucurkan dana sebelum akses jalan sepanjang 42 kilometer menuju pelabuhan selesai,” terang Bobby Riza. Pembangunan pelabuhan itu, lanjut Bobby, hanya tinggal penyelesaian saja dengan dana sekitar Rp30 miliar lagi. Namun untuk pembangunan jalan menuju pelabuhan dibutuhkan dana hingga Rp400 miliar lagi. Rencananya, komoditas utama yang akan diangkut melalui pelabuhan ini adalah sawit. Namun tidak tertutup kemungkinan mengangkut hasil perikanan dan barang lainnya. Ditambahkan Amran, untuk jalan itu, pihaknya menargetkan rampung tahun ini. Karena kabarnya, Pemkab Pasbar sudah menyiapkan anggaran Rp50 miliar dari DAK. Tapi dana ini masih kurang. Setidaknya butuh hingga Rp100 miliar lebih. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan Disprasjaltarkim Sumbar. *Pelabuhan Panasahan* Sementara pembangunan Pelabuhan Panasahan di Pesisir Selatan, belum bisa difungsikan secara optimal. Pelabuhan ini dipersiapkan untuk melayani aktivitas bongkar muat komoditas Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari Pessel, sehingga tak perlu jauh-jauh ke Pelabuhan Teluk Bayur. Apalagi secara teknis, Pelabuhan Panasahan lebih bagus dari beberapa pelabuhan lainnya di Sumbar, termasuk Teluk Bayur. Namun untuk menjadikannya pelabuhan yang representatif dan melayani lalu lintas kapal berskala internasional, jelas membutuhkan dukungan pihak swasta. Terutama untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dipastilan membutuh biaya besar. “Panasahan belum bisa difungsikan secara optimal. Hal ini terkait fasilitas pelabuhan yang belum memadai dan mesti dilengkapi lagi agar dapat berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat barang,” kata Pj Bupati Pessel, Alwis melalui Kepala Dinas Perhubungan dan Inforkom Pessel, Iqbal Rama Dipayana. Pelabuhan Panasahan pun statusnya masih pelabuhan pengumpan, dan perlu ditingkatkan menjadi pelabuhan pengumpul. Pemkab Pessel telah mengusulkan peningkatan status Pelabuhan Panasahan ini ke Menteri Pehubungan cq.Direktorat Jendral Perhubungan Laut melalui Gubernur Sumbar, dan menjadikannya sebagai pelabuhan regional pengangkut barang dan penumpang. Untuk menjadikannya sebagai pelabuhan transit bagi kapal yang datang dari berbagai daerah, dibutuhkan berbagai perbaikan, terutama lokasi kapal besar bersandar sehingga tidak menganggu kapal lain yang keluar masuk pelabuhan tersebut. “Saat ini, Pelabuhan Panasahan dimanfaatlkan oleh sebagian pengusaha untuk lokasi bongkar pupuk bersubsidi, tempat memuat bahan galian C (bahan bangunan), batu bara, melayani jadwal kapal perintis (penumpang) dan lainnya,” katanya. Dikatakan, Pemkab Pessel telah merancang pembangunan dermaga Pelabuhan Panasahan untuk dapat menampung kapal berbobot besar bersandar. Pada bagian hanggar dermaga akan dilakukan pelebaran sekitar 130 meter ke arah bagian luar dermaga. Untuk hal ini, lanjut Iqbal, Pessel membuka peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya guna mengembangkan dan mengelola pelabuhan ini sebagai pelabuhan ekspor. Diharapkan nanti dapat memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah(PAD) Pesisir Selatan dan juga pertumbuhan ekonomi masyarakat. Perkembangan terakhir, saat ini sedang dilaksanakan pengembangan dermaga kapal di Panasahan, dikerjakan oleh PT Tursen Krida Utama. Pekerjaannya berupa pemancanagan tiang baja yang dilapis pelindung anti karat dengan nilai pekerjaan Rp22,9 miliar lebih memanfaatkan dana APBN. Sementara di lapangan, aktivitas lalu lintas laut di Panasahan terkesan sepi. Hanya terlihat pengusaha kapal memuat bahan bangunan galian C berupa batu, krikil dan pasir (sirtukil) untuk diangkut ke Mentawai. Di Padang, pengembangan pelabuhan dengan membangun dermaga di Pelabuham Bungus juga terkendala. Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Padang tahun ini gagal membangun dermaga di Pelabuhan Bungus. Kepala Dishubkominfo Rudy Rinaldy, mengakui jika pengusulan pembangunan dermaga di Bungus tersebut gagal dan tidak direspon dalam anggaran. Selain itu, terkendala masalah Petunjuk Pelaksaan (Juklak) Petunjuk Teknis (Juknis) serta regulasi lainnya. “Sehingga tidak bisa kita realisasikan rencana tersebut,” pungkas Rudy Rinaldy. *(h/fad/isr/mjn/ows)* Laporan: *TIM HALUAN* On Monday, April 11, 2016 at 6:56:35 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: > > Dari Haluan kita baca: > > Potensi Maritim Sumbar Belum Tergali > Dibaca: *168* kali > Selasa,12 April 2016 - 03:39:53 WIB > [image: Potensi Maritim Sumbar Belum Tergali] Presiden Republik Indonesia > Joko Widodo yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gator Nurmantyo > disambut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Bandara Internasional > Minangkabau (BIM, Senin (11/4) malam. Presiden dijadwalkan akan membuka > ajang MNEK 2016 di Mako Lantamal II Bukit Peti-Peti, Padang, Selasa (12/4). > (HUMAS) > > Pemerintah serius mengeksploitasi potensi kemaritiman di Indonesia, > termasuk Sumbar. Melalui ajang MNEK (Multilateral Naval Exercise Komodo > 2016, potensi tersebut terus digali > > *PADANG, HALUAN — *Presiden Joko Widodo dipastikan akan membuka > rangkaian gelaran akbar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, > Selasa (12/4). ... dst > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
