Dibaca: *5* kali 
Rabu,13 April 2016 - 03:27:01 WIB
[image: Presiden Setuju Tambah Anggaran untuk Sumbar] Presiden RI Joko 
Widodo foto bersama dengan sejumlah pejabat tinggi RI dan Kepala Staf 
Angkatan Laut mancanegara di depan Monumen Merpati Perdamaian, Muaro Lasak 
Padang, Selasa (12/4). (RIVO SEPTI ANDRIES) 

Kedatangan Presiden Jokowi ke Padang membawa angin segar. Presiden setuju 
penambahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar.

*PADANG, HALUAN *—Presi­den Joko Widodo menyetujui penambahan alokasi 
anggaran yang diajukan Gubernur Ir­wan Prayitno untuk pemba­ngu­nan di 
Sumatera Barat, terutama infrastruktur jalan. Pambahan anggaran tersebut 
akan dima­sukkan dalam Ang­ga­ran Pen­dapatan dan Be­lanja Negara Perubahan 
(APBN-P) 2016, dan APBN 2017.

Rencana penambahan da­na untuk Sumbar tersebut disampaikan Presiden Joko­wi 
kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di sela-sela acara Sail Komodo 2016, 
di Padang, Selasa (13/4) kemarin.
..................................................

*Kerja Keras untuk Poros Maritim*

Presiden Joko Widodo me­ngajak semua elemen untuk bekerja keras membangun 
poros maritim di Indonesia. Presiden menilai di laut tersimpan hara­pan, di 
laut tersimpan kejayaan yang selama ini terpunggungi.

“Ayo ke laut, karena di laut tersimpan harapan, karena di laut tersimpan 
kejayaan. Banyak om­bak banyak kehidupan,” kata Presiden saat membuka 
Multi­lateral Naval Exercise Komodo (MNEK) atau Sail Komodo 2016 di Mako 
Lantamal II, Teluk Bayur, Padang Selasa, (12/4) pagi.

Sail Komodo 2016 yang meru­pakan latihan gabungan Angkatan Laut dari 36 
negara itu akan berlangsung 12-16 April 2016.

Dikatakan Jokowi,  sudah terlalu lama bangsa Indonesia memunggungi laut. 
“Padahal di laut tersimpan masa depan dan di laut merupakan pusat mairitim 
dunia,” ungkapnya di depan para Duta Besar (Dubes) dari 36 negara, menteri 
kabinet kerja, Panglima TNI, KSAL, Gubernur Sumbar dan Forkopimda Sumbar.

Untuk itu ujarnya, semua harus bekerja keras untuk mem­bangkitkan kembali 
budaya maritim Nusantara, menjaga sumber daya laut. “Membangun 
infrastruktur, konektifitas mari­tim, membangun pertahanan maritim, 
diplomasi, dan perta­hanan maritim,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Presi­den juga melakukan penekanan bel tanda dibukanya 
MNEK 2016. Negara-negara yang hadir antara lain Australia, Bangla­desh, 
Brunei Darussalam, Kam­boja, kanada, Chile, Kolumbia, China, Inggris, 
Perancis, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Kuwait, Laos, Malaysia, 
Mexico, Myanmar, Netherland, Selandia Baru, Pakistan, Peru, Filipina, Papua 
Nugini, Qatar, Rusia, Singapura, Saudi Arabia, Sri­langka, Thailand, USA, 
Timor Leste, dan Vietnam.


On Monday, April 11, 2016 at 9:56:28 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> Artikel di bawah ini dari Halan menyangkut Pelabuhan di Pantai Barat:
>
> Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim 
> Dibaca: *102* kali 
> Selasa,12 April 2016 - 03:38:31 WIB
> [image: Hendaknya Diprioritas, Pelabuhan Jadi Gerbang Maritim] PELABUHAN 
> Penasahan dipersiapkan jadi pelabuhan bongkar muat CPO. Namun tahun ini 
> pembangunannya belum menjadi prioritas. Sesudut pembangunan dermaga 
> Panasahan memanfaatkan APBN Rp22,9 miliar. (M JONI) 
>
> *P**elabuhan* laut memiliki arti pen­ting bagi  sec­tor kemaritiman. 
> Sejarah masa lalu telah di­ukir melalui keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur. 
> Namun seiring waktu, jarak tempuh ke Teluk Bayur terasa jauh dari daerah 
> pa­ling ujung Sumbar, seperti Pasaman Barat dan Pesisir Selatan.
>
> Di kedua daerah itu pun akhirnya dibangun sebuah pelabuhan. Hanya saja, 
> Di­nas Perhubungan dan Ko­minfo Sumbar lebih fokus untuk percepatan 
> penye­lesaian pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat.
>
> Sedangkan pelabuhan lainnya, seperti Pelabuhan Panasahan (Pessel), Tiram 
> (Padang Pariaman) dan pe­la­buhan di Mentawi, me­mang belum jadi prioritas 
> tahun ini. Saat ini Dis­hubkominfo Sumbar tengah melengkapi persyaratan dan 
> juga izin lainnya.
>
> “Kita fokus me­nuntaskan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang. Bila 
> pengerjaan semua faslitas pendukung rampung, maka Pelabuhan Teluk Tapang 
> akan difungsikan optimal pada 2018,” kata Kepala Dinas Perhu­bungan dan 
> Kominfo Sumbar, Amran.
>
> Pelabuhan Teluk Tapang be­ra­da di Nagari Air Bangis, Keca­matan Air 
> Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Mulai dikerjakan tahun 2008. Namun 
> pekerjaannya terhenti sejak 3 tahun belakangan karena akses jalan sepanjang 
> 42 kilometer menuju pelabuhan tersebut belum tuntas.
>
> Menurut Kepala Dinas Per­hu­bungan dan Informatika Pasa­man Barat, Bobby P 
> Riza, pela­buhan tersebut luasnya 155 hektar, meliputi lahan CPO, lahan 
> curah kering, areal perkan­toran, sarana telekomunikasi, instalasi air 
> bersih, gardu listrik, fasilitas PKM dan rambu pela­yaran,ruang terbuka 
> hijau, gu­dang tertutup, lapangan penum­pukan, terminal cargo, serta 
> peralatan bongkar muat.
>
> “Saat ini, pembangunan Pela­buhan Teluk Tapang terhenti. Kementerian 
> Perhubungan tidak mau mengucurkan dana sebelum akses jalan sepanjang 42 
> kilo­meter menuju pelabuhan sele­sai,” terang Bobby Riza.
>
> Pembangunan pelabuhan itu, lanjut Bobby, hanya tinggal pe­nye­lesaian saja 
> dengan dana sekitar Rp30 miliar lagi. Namun untuk pembangunan jalan menu­ju 
> pelabuhan dibutuhkan dana hingga Rp400 miliar lagi.
>
> Rencananya, komoditas uta­ma yang akan diangkut melalui pelabuhan ini 
> adalah sawit. Na­mun tidak tertutup kemungkinan mengangkut hasil perikanan 
> dan barang lainnya.
>
> Ditambahkan Amran, untuk jalan itu, pihaknya menargetkan rampung tahun 
> ini. Karena ka­bar­nya, Pemkab Pasbar sudah menyiapkan anggaran Rp50 
> mi­liar dari DAK. Tapi dana ini masih kurang. Setidaknya butuh hingga Rp100 
> miliar lebih. Pihak­nya juga sudah koordinasi dengan Dis­prasjaltarkim 
> Sumbar.
>
> *Pelabuhan Panasahan*
>
> Sementara pembangunan Pe­la­buhan Panasahan di Pesisir Selatan, belum bisa 
> difungsikan secara optimal. Pelabuhan ini dipersiapkan untuk melayani 
> aktivitas bongkar muat komo­ditas Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari 
> Pessel, sehingga tak perlu jauh-jauh ke Pelabuhan Teluk Bayur. Apalagi 
> secara teknis, Pelabuhan Panasahan lebih bagus dari beberapa pela­buhan 
> lainnya di Sumbar, ter­masuk Teluk Bayur.
>
> Namun untuk menjadikannya pelabuhan yang representatif dan melayani lalu 
> lintas kapal ber­skala internasional, jelas mem­butuhkan dukungan pihak 
> swas­ta. Terutama untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dipas­tilan 
> membutuh biaya besar.
>
> “Panasahan belum bisa di­fung­sikan secara optimal. Hal ini terkait 
> fasilitas pelabuhan yang be­lum memadai dan mesti di­leng­kapi lagi agar 
> dapat berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat barang,” kata Pj Bupati 
> Pessel, Alwis melalui Kepala Dinas Perhubungan dan Inforkom Pes­sel, Iqbal 
> Rama Dipayana.
>
> Pelabuhan Panasahan pun statusnya masih pelabuhan pe­ngum­pan, dan perlu 
> ditingkatkan menjadi pelabuhan pengumpul. Pemkab Pessel telah mengu­sulkan 
> peningkatan status Pela­buhan Panasahan ini ke Menteri Pehu­bungan 
> cq.Direktorat Jen­dral Perhubungan Laut melalui Guber­nur Sumbar, dan 
> menja­dikannya sebagai pelabuhan regional pe­ngangkut barang dan penumpang.
>
> Untuk menjadikannya seba­gai pelabuhan transit bagi kapal yang datang dari 
> berbagai daerah, dibutuhkan berbagai perbaikan, terutama lokasi kapal besar 
> ber­sandar sehingga tidak menganggu kapal lain yang keluar masuk pelabuhan 
> tersebut.
>
> “Saat ini, Pelabuhan Pana­sahan dimanfaatlkan oleh  seba­gian pengusaha 
> untuk lokasi bongkar pupuk bersubsidi, tem­pat memuat bahan galian C 
> (ba­han bangunan), batu bara, mela­yani jadwal kapal perintis (pe­num­pang) 
> dan lainnya,” katanya.
>
> Dikatakan, Pemkab Pessel telah merancang pembangunan dermaga Pelabuhan 
> Panasahan untuk dapat menampung kapal berbobot besar bersandar. Pada bagian 
> hanggar dermaga akan dilakukan pelebaran sekitar 130 meter ke arah bagian 
> luar der­maga.
>
> Untuk hal ini, lanjut Iqbal, Pessel membuka peluang bagi investor untuk 
> menanamkan investasinya guna mengem­bang­kan dan mengelola pelabuhan ini 
> sebagai pelabuhan ekspor. Diha­rapkan nanti dapat memberikan dampak positif 
> terhadap Penda­patan Asli Daerah(PAD) Pesisir Selatan dan juga pertumbuhan 
> ekonomi masyarakat.
>
> Perkembangan terakhir, saat ini sedang dilaksanakan pengem­bangan dermaga 
> kapal di Panasa­han, dikerjakan oleh PT Tursen Krida Utama. Pekerjaannya 
> beru­pa pemancanagan tiang baja yang dilapis pelindung anti karat dengan 
> nilai pekerjaan Rp22,9 miliar lebih memanfaatkan dana APBN.
>
> Sementara di lapangan, akti­vitas lalu lintas laut  di Panasahan terkesan 
> sepi. Hanya terlihat pengusaha kapal memuat bahan bangunan galian C berupa 
> batu, krikil dan pasir (sirtukil) untuk diangkut ke Mentawai.
>
> Di Padang, pengembangan pelabuhan dengan membangun dermaga di Pelabuham 
> Bungus juga terkendala. Dinas Perhu­bungan dan Komunikasi Kota Padang tahun 
> ini gagal mem­bangun dermaga di Pelabuhan Bungus.
>
> Kepala Dishubkominfo Rudy Rinaldy, mengakui jika pe­ngu­sulan pembangunan 
> dermaga di Bungus tersebut gagal dan tidak direspon dalam anggaran. Selain 
> itu, ter­kendala masalah Petunjuk Pelak­saan (Juklak)  Petunjuk Teknis 
> (Juknis) serta regulasi lainnya. “Sehingga tidak bisa kita realisa­sikan 
> rencana terse­but,” pungkas Rudy Rinaldy. *(h/fad/isr/mjn/ows)*
>
>  
>
> Laporan: *TIM HALUAN*
>
>
> On Monday, April 11, 2016 at 6:56:35 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>>
>> Dari Haluan kita baca:
>>
>> Potensi Maritim Sumbar Belum Tergali 
>> Dibaca: *168* kali 
>> Selasa,12 April 2016 - 03:39:53 WIB
>> ...........
>>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke