Untuki Pilkada DKI siapa  yang diusung asal Muslim dan punya pengalaman
tugas, tak ada masalah, timses harus kerja keras dari sekarang terutama
mencari data valid DPT maupun penduduk masing-masing RW di DKI. Kalau ini
terlambat, akan kecolongan. Memang ini makan biaya. Kemungkinan migran
masuk untuk menambah suara pihak sebelah harus diwaspadai.

Maturidi

Pada 23 September 2016 11.02, Fitrianto <[email protected]> menulis:

> http://www.antaranews.com/berita/166820/presiden-perwira-tni-polri-jangan-
> bercita-cita-jadi-gubernur
>
>
>
> 2016-09-22 23:12 GMT-04:00 Maturidi Donsan <[email protected]>:
>
>>
>> Kerja berat partai  koalisi menghadapi  Pilkada DKI 2017, ditambah lagi
>> kalau suara  pecah tiga.
>>
>> Penggelembungan DPT...
>>
>> Apa bisa ditembus daerah glodok dan konsentrasi non pri lainnya, disistu
>> PPK, PPS dan KPPS nya mereka semua. Apalagi  kalau EKTP nya sudah disiapka
>> lebih dulu.
>>
>> Mudah-mudahan dimulai dari sekarang koalisi aktif ikut mendata
>> konsentrasi-konsentrasi yang rawan penggelembungan.
>>
>> Selamat pilkada DKI 2017
>>
>> Maturidi
>>
>>
>> Matuidi
>>
>>
>>
>>
>> Pada 22 September 2016 20.12, palito_kato via RantauNet <
>> [email protected]> menulis:
>>
>>> Kekhawatiran saya pribadi disini adalah pendataan pemilih sebagaimana
>>> juga jadi perhatian pak Pelmi Dt Sati Mahadirajo.
>>>
>>> Jakarta itu kota urban yg sudah metropolitan. Dokumen kependudukan
>>> warganya banyak dari daerah hinterland.
>>>
>>> Pendataan pemilih ini rujukannya adalah penduduk DKI. Artinya, harus
>>> memiliki dokumen kependudukan DKI Jakarta (kartu keluarga dan/atau KTP).
>>>
>>> Pemilih yang didata oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) harus
>>> bisa dibuktikan dengan memiliki KK/KTP DKI Jakarta.
>>>
>>> Harus berKTP/KK DKI ini, juga rigid diatur dalam Peraturan KPU. Karena,
>>> pada 2015 lalu, Mendagri Tjahyo Kumolo menegaskan, seluruh penduduk
>>> Indonesia telah menjalani proses rekam elektronik dokumen kependudukannya.
>>>
>>> Dimana permainan curangnya?
>>>
>>> 1 Rekruitmen PPDP ini tersendiri dan merupakan rekrutan perdana dari
>>> elemen panitia adhoc pilkada. Biasanya minim pengawasan.
>>>
>>> 2. Kerja PPDP ini juga tak jadi perhatian padahal, ini adalah nyawa
>>> seseorang utk dinyatakan berhak jadi pemilih pilkada DKI.
>>>
>>> 3. Disini lah permainan WANI PIRO itu pak maturidi. Pihak yg mau main
>>> curang, memaksa sekelompok warga (jumlahnya potensi jutaan orang) utk
>>> didaftarkan jadi pemilih.
>>>
>>> Alasannya bisa macam2. Mereka sudah lama di jakarta, baru datang namun
>>> telah dilengkapi surat pindah dll. Dengan fulus, maka masuk lah mereka
>>> kedalam daftar pemilih.
>>>
>>> Karena minus pengawasan pihak terkait, maka praktek culas ini akan
>>> mulus-mulus saja. Penduduk haram itu akan masuk dalam daftar pemilih. Jika
>>> telah terdaftar, maka mereka berhak ikut mencoblos.
>>>
>>> Walau pengumuman DPS sebelum ditetapkan jadi DPT, juga dilaksanakan
>>> secara terbuka, biasanya nyaris tak pernah dapat koreksi dari pasangan
>>> calon apalagi partai pendukungnya. Jangankan dikoreksi, dilihat saja tidak,
>>> oleh para pihak.
>>>
>>> Sementara, Untuk memudahkan warga, KPU telah meluncurkan aplikasi yang
>>> bisa diakses secara online melalui desktop atau smartphone, apakah
>>> seseorang telah tercatat sebagai pemilih pilkada 2017.
>>>
>>> Maka, ayo cermati proses pemutakhiran data pemilih ini. Kapan
>>> dimulainya? Tengah berlangsung saat ini. Biasanya, waktu pemutakhiran data
>>> pemilih ini sampai 40 hari sebelum ditetapkan jadi DPS.
>>>
>>> Proses penetapan DPS ini sebenarnya juga transparan. Dilakukan dalam
>>> rapat yang bersifat terbuka dengan menghadirkan ketua RT, RW dan tokoh
>>> masyarakat sekitar TPS.
>>>
>>> Di proses ini, banyak orang-orang baik yang acuh, apalagi di jakarta
>>> yang penduduknya kerap tak kenal dengan tetangga.
>>>
>>> Jika ini berjalan mulus, maka orang2 yang berhasil memasukan "penduduk
>>> haram" ini kedalam daftar pemilih, sudah bisa dipastikan, akan melenggang
>>> jadi pemenang.
>>>
>>>
>>> Ayo kawal proses pendataan pemilih ini. Karena disinilah PERMAINAN
>>> CURANG ini dilakukan.
>>>
>>> Kenapa begitu, orang2 yang masuk curang ini telah dibayar utk mencoblos
>>> calon tertentu. Sementara, warga asli yang terdaftar sebagai pemilih,
>>> dihari pencoblosan malah berpikir utk pergi liburan
>>>
>>>
>>> Lalu, bagaimana mengidentifikasi di suatu TPS ada "pemilih haram" ini?
>>>
>>> Jawabnya gampang saja, jika ada partisipasi pemilkih yang bisa mencapai
>>> 75 persen lebih, maka segera lah periksa DPT. Teliti satu per satu, apakah
>>> benar nama-nama yang tercantum disana adalah warga setempat.
>>>
>>> Jika jawabannya memang bukan warga setempat, cimporong balau lah namo
>>> nyo lai. Lah tasorong mako ka tau..
>>>
>>> Semoga sharingnya bermanfaat.
>>>
>>> Imran, tingga di padang.
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>> ------------------------------
>>> *From: * palito_kato via RantauNet <[email protected]>
>>> *Date: *Thu, 22 Sep 2016 11:30:27 +0000
>>> *To: *mailing list<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *Bls: Re: Re: [R@ntau-Net] Pilkada DKI 2017 mengasyikan juga
>>> diikuti
>>>
>>> Sedot data ini cerita yg dimainkan terus sepanjang pemilu. Agaknya
>>> sebagian kita termakan isu ini. Padahal, itu saya pikir dijadikan decoy
>>> (pengalih perhatian) semata...
>>>
>>>
>>> Sampai detik ini, Yang dianggap sah itu adalah proses penghitungan dan
>>> rekapitulasi perolehan suara secara manual. (Ada pasalnya secara rigit di
>>> UU Pilkada dan Peraturan KPU). saya lupa pasal berapanya.
>>>
>>> Lalu, kenapa kita masih ribut saja dengan sedot menyedot data itu.
>>> Padahal, itu tak dianggap.
>>>
>>> Pertanyaan skrg, Kenapa ditampilkan secara digital oleh KPU?
>>>
>>> 1. Itu diniatkan KPU untuk terbuka alias transparansi.
>>>
>>> 2. Kemudian, masyarakat punya alat ukur untuk membanding dan mengkoreksi
>>> jika ada indikasi permainan ditingkat penyelenggara. Minimal di TPS dia
>>> berdomisili.
>>>
>>> Jika setiap orang baik dan berintegritas di TPS melakukan cross check
>>> secara daring (online), tentu validitas nya akan makin teruji.
>>>
>>> 3. Selanjutnya, utk memberi kemudahan bagi masyarakat yang selalu tak
>>> sabaran menanti hasil akhir pemilu.
>>>
>>> Yang perlu digaris bawahi, yang dianggap SAH adalah penghitungan MANUAL.
>>>
>>> Penghitungan manual ini, dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang
>>> menghadirkan para pihak terkait sampai tokoh2 masyarakat.
>>>
>>> Demikian pak maturidi.
>>>
>>> Selain itu, yang saya yakini, sekarang ini proses pencoblosan dan
>>> penghitungan suara pilkada, sudah sedemikian terbuka dan transparan.
>>>
>>> Jangan lah kita terus terjebak isu murahan. Sekarang ini, ayoooo kita
>>> pahami aturan main di pilkada.
>>>
>>> Bapak bisa sedot aturan main pilkada itu di website KPU dengan alamat
>>> www.kpu.go.id/jdih.
>>>
>>> Ayo kita kawal pemilu ini berjalan sesuai ketentuan.
>>>
>>> Imran
>>> Tingga di padang, pernah jadi PPK pilkada 2015.
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>> ------------------------------
>>> *From: * Maturidi Donsan <[email protected]>
>>> *Sender: * [email protected]
>>> *Date: *Thu, 22 Sep 2016 15:59:20 +0700
>>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *Re: Re: [R@ntau-Net] Pilkada DKI 2017 mengasyikan juga
>>> diikuti
>>>
>>> Tk pak Palito.
>>>
>>> Hanya saya tetap kuatir kalau saksi yang dipakai di TPS bukan kader dan
>>> malah saya saksikan sendiri untuk menyaksikan perhitungan suara ada 2
>>> pembantu rumah tangga yang direkrut yang pekerjaannya sehari hari tukang
>>> cuci, sampai dimanalah keguaannya prt ini di TPS.
>>>
>>> Baiklah kalau menurut info Palito kemungkinan pengggelembungan suara tak
>>> mungkin lagi karena sudah begitu ketat.
>>>
>>> Kalau begitu  bagaimana keluhan  yang disuarakan halaman sebelah ini:
>>>
>>> *Saafroedin Bahar*
>>> <https://www.facebook.com/saafroedin.bahar1?hc_ref=NEWSFEED&fref=nf>
>>>
>>> 20 jam
>>> <https://www.facebook.com/saafroedin.bahar1/posts/1443491782343934> ·
>>>
>>> [image: https://www.facebook.com/rsrc.php/v3/yB/r/-pz5JhcNQ9P.png]
>>>
>>> Mengingat pengalaman pahit tahun 2012 dan 2014, adalah merupakan suatu
>>> hal yg mutlak utk memperkirakan akan terjadinya berbagai bentuk kecurangan.
>>> Perkirakanlah dengan cermat, dan gagalkan.
>>>
>>> Top of Form
>>>
>>> Suka <https://www.facebook.com/>Tunjukkan lebih banyak tanggapan
>>>
>>> Komentari <https://www.facebook.com/>Bagikan <https://www.facebook.com/>
>>>
>>> 50 Pelmi Dt Sati Mahadirajo dan 49 lainnya
>>> <https://www.facebook.com/ufi/reaction/profile/browser/?ft_ent_identifier=1443491782343934&av=100005502673813>
>>>
>>> *Komentar*
>>>
>>> [image: Pelmi Dt Sati Mahadirajo]
>>> <https://www.facebook.com/pelmi.dtsatimahadirajo.9?fref=ufi>
>>>
>>> Bottom of Form
>>>
>>> Pelmi Dt Sati Mahadirajo
>>> <https://www.facebook.com/pelmi.dtsatimahadirajo.9?fref=ufi> Agar tidak
>>> terulang Permainan Kotor Tahun 2014 ( sedot data dan permainan2 licik
>>> pemilu )....setiap TPS dalam Pilkada DKI 2017 nanti , diawasi oleh kader
>>> kader yang benar2 Mau berbuat untuk Perubahan DKI atau Negara ini....jadi ,
>>> pergunakan lah kader Partai Koalisi untuk bekerja semaksimal mungkin dalam
>>> pemantaauan Hasil TPS TPS nanti....Cek benar2 dulu Daftar Pemilih Tetap dan
>>> Sementara....croscek langsung....apakah wajib pilih benar2 warga dalam satu
>>> TPS ...? hati2 warga siluman ...aseng2 dan pendatang luar DKI....dan pantau
>>> pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi tingkat
>>> Lurah dan Kecamatan serta sampai ke Kotamadya.....PARTAI HARUS BEKERJA
>>> KERAS , jangan SIBUK SAAT KAMPANYE DAN LENGAH SAAT PILKADA ....ikuti setiap
>>> langkah2 Pilkada...(Y) (Y) (Y) ....kalau bisa biayai para mahasiswa untuk
>>> sebagai Pemantau Pemilu ....jangan terulang lagi kecolongan Pemilu
>>> 2014....KITA SAAT INI SUDAH MERASAKAN PENDERITAAN NYA ...baru 2 Tahun sudah
>>> sangat susah kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
>>>
>>>
>>> Tambahan lagi pak Palito, bagaimana pula dengan penyedotan data, mungkin
>>> pak Palito ada infonya , terima kasih
>>>
>>>
>>>
>>> Maturidi
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 22 September 2016 14.11, palito_kato via RantauNet <
>>> [email protected]> menulis:
>>>
>>>> Pak maturidi.
>>>> Ada dua proses di sini yakni penghitungan suara dan rekapitulasi hasil
>>>> penghitungan suara.
>>>>
>>>> Proses penghitungan suara, hanya ada di TPS
>>>>
>>>> Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara, dilakukan secara
>>>> berjenjang mulai dari PPK (kecamatan), KPU Kota/kabupaten dan terakhir di
>>>> provinsi.
>>>>
>>>> Setiap terjadi kesalahan penjumlahan, maka langsung dikoreksi pada
>>>> setiap tingkatan rekapitulasi.
>>>>
>>>> Jika tak puasc, saksi pasangan calon (paslon) bisa meminta untuk dibuka
>>>> lagi kotak surat suara utk dilakukan proses penghitungan kembali.
>>>>
>>>> Sejauh pengamatan saya, sulit bermain curang di proses penghitungan
>>>> suara maupun rekapitulasi berjenjang.
>>>>
>>>> Yakin lah pak, masih banyak orang jujur dan berintegritas di negeri
>>>> ini. Biar lebih jelas, bertanya juga lah bapak pada warga yang pernah jadi
>>>> penyelenggara di Duri itu. Biar bapak punya perspektif baru soal permainan
>>>> dalam wani piro itu.
>>>>
>>>> Karena, Saya pikir, bapak terlalu takut soal wani piro.
>>>>
>>>> Yang saya perhatikan, wani piro itu berada di tataran pemilih.
>>>> Permainannya juga makin canggih. Ini lah yang harusnya kita perhatikan
>>>> bersama. Serangan fajar.
>>>>
>>>> untuk penyelenggara, susah terlaksananya. Selain pengawasan yang ketat,
>>>> sanksi pidana dan denda juga menanti jika ketahuan main2 dgn wani piro itu.
>>>>
>>>> Utk tambahan info, pemerintah juga telah menaikan standar honor
>>>> penyelenggara panitia ad hoc (ppk, pps, dan kpps serta panwas). Gaji
>>>> komisioner nya juga jauh lebih baik. Utk Tingkat provinsi sudah di angka
>>>> belasan juta rupiah.
>>>>
>>>>
>>>> Demikian pak maturidi.
>>>>
>>>> Semoga bapak punya perspektif baru soal pelaksanaan pilkada ini.
>>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>> ------------------------------
>>>> *From: * Maturidi Donsan <[email protected]>
>>>> *Sender: * [email protected]
>>>> *Date: *Thu, 22 Sep 2016 10:27:28 +0700
>>>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Pilkada DKI 2017 mengasyikan juga diikuti
>>>>
>>>>
>>>> Ass wr wbr Sanak di palanta n.a.h
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Tk  infonya pak Imran.
>>>>
>>>> Di TPS  yang sarananya lengkap mungkin semua bisa berjalan seperti alur
>>>> 1- 7, namun didaerah yang masih berkekurangan disanan sini APALAGI DIDAERAH
>>>> “WANI PIRO”, alur no 4, 5 dan 6 itu jadi masalah:
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> “4. usai perolehan suara C1 diisi oleh petugas KPPS dengan mencocokan
>>>> C1 plano, dokumen tersebut ditandatangani pengawas lapangan Panwaslu, saksi
>>>> pasangan calon dan petugas KPPS serta pemantau..
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> 5. Biasanya proses penghitungan suara di TPS ini juga disaksikan
>>>> masyarakat sekitar..
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> 6. Panwas lapangan, saksi paslon, KPPS dan pemantau dan para pihak
>>>> lainnya, akan diberikan salinan dokumen C1 ini oleh petugas KPPS.”
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Saksi maupun pemantau  sangat rawan bila dihadapkan dengan wani piro.
>>>> Ini tidak semua, masih banyak  penyelenggara pemilu/pilkada yang
>>>> baik-baik.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Saksi masing-masing paslon sebaiknya 2 ata 3 orang  disetiap TPS,
>>>> selama ini nampaknya hanya satu orang, ini rawan disusupi wani piro, karena
>>>> tak ada pembanding.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Mudah-mudahan di Pilkada DKI 2017 ini diperhatikan betul pengamanan
>>>> data autentik  oleh pemuka masyarakat DKI karena lawan sudah
>>>> berpengalaman.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Didaerah pekeja, para pemilih habis mencoblos,  kembali ketempat kerja
>>>> masing-masing.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Di TPS yang tidak mempan wani piro, TPS akan berjalan baik.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Sepengetahuan pak Imran, apa saksi paslon bisa menscan C1 di alur 4,  yang
>>>> sudah berisi perolehan suara itu. Kalau ini bisa, ini data autentik bagi
>>>> timses calon,   maka suara itu bisa langsung dikirim ke pusat timses
>>>> masing-masing.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Bila sudah ke kelurahan, kecamatan dst keautentikannya sudah diragukan,
>>>> inilah yang bikin ramai di MK.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> MK dalam menyelesaiakn perkara pemilu waktunya terbatas, harus segera
>>>> memberikan kepastian hukum.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Drama di MK  dalam kasus pemilu 2014  lalu, cukup jadi pelajaran.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Wass
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Maturidi
>>>>
>>>> Pada 21 September 2016 23.42, Fashridjal M. Noor <
>>>> [email protected]> menulis:
>>>>
>>>>> 👆Gubernur lalim bisa mencegah banjir di DKI Jakarta?
>>>>>
>>>>> On Sep 21, 2016 23:40, "Fashridjal M. Noor" <[email protected]>
>>>>> wrote:
>>>>>
>>>>>> http://wartakota.tribunnews.com/2016/09/19/breaking-news-kan
>>>>>> tor-ahok-pun-kebanjiran-pns-kocar-kacir-buka-sepatu
>>>>>>
>>>>>> On Sep 21, 2016 23:33, "Fitrianto" <[email protected]> wrote:
>>>>>>
>>>>>>> Melihat partai yg mengaku2 Islam tidak bisa bersatu, melayu santun
>>>>>>> ternyata jadi sasaran suap pengusaha keturunan, dan gubernur yg alim gak
>>>>>>> bisa mencegah banjir di daerahnya, kemungkinan besar Ahok menang pilkada
>>>>>>> DKI.
>>>>>>>
>>>>>>> Wassalam
>>>>>>> fitr
>>>>>>>
>>>>>>> 2016-09-21 5:04 GMT-04:00 'Imran Al' via RantauNet <
>>>>>>> [email protected]>:
>>>>>>>
>>>>>>>> alur kerja scan C1:
>>>>>>>> 1. Ditulis KPPS dengan merujuk hasil penghitungan suara ditingkat
>>>>>>>> TPS.
>>>>>>>>
>>>>>>>> 2. Hasil perolehan suara ini harus sama dengan C1 plano (ukuran
>>>>>>>> besar yang digunakan untuk hitungan secara teli) lalu disalin ke form 
>>>>>>>> C1
>>>>>>>> yang dibuat rangkap 8...
>>>>>>>>
>>>>>>>> 3. satu dari delapan rangkap itu, diberi tanda hologram.
>>>>>>>>
>>>>>>>> 4. usai perolehan suara C1 diisi oleh petugas KPPS dengan
>>>>>>>> mencocokan C1 plano, dokumen tersebut ditandatangani pengawas lapangan
>>>>>>>> Panwaslu, saksi pasangan calon dan petugas KPPS serta pemantau..
>>>>>>>>
>>>>>>>> 5. Biasanya proses penghitungan suara di TPS ini juga disaksikan
>>>>>>>> masyarakat sekitar..
>>>>>>>>
>>>>>>>> 6. Panwas lapangan, saksi paslon, KPPS dan pemantau dan para pihak
>>>>>>>> lainnya, akan diberikan salinan dokumen C1 ini oleh petugas KPPS.
>>>>>>>>
>>>>>>>> 7. C1 berhologram ini kemudian dikirim secara berjenjang ke PPS
>>>>>>>> (kelurahan), PPK (kecamatan) untuk kemudian menjalani proses scan di 
>>>>>>>> kantor
>>>>>>>> KPU kota/kabupaten.
>>>>>>>>
>>>>>>>> 7. Usai di scan, langsung diaplod ke website KPU...
>>>>>>>>
>>>>>>>> pertanyaan saya ke bapak maturidi, kenapa masih ada kecurigaan pada
>>>>>>>> penghitungan suara di tingkat TPS dengan proses yang begitu transparan 
>>>>>>>> dan
>>>>>>>> dokumennya dimiliki oleh banyak pihak terkait...
>>>>>>>>
>>>>>>>> imran,
>>>>>>>> tingga di padang,
>>>>>>>> pernah jadi penyelenggara pilkada di tingkat kecamatan pada 2015
>>>>>>>> lalu...
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>> Pada Rabu, 21 September 2016 13:48, Maturidi Donsan <
>>>>>>>> [email protected]> menulis:
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>> Sanak dipalanta n.a.h
>>>>>>>>
>>>>>>>>  Pilkada  DKI 2017 mengasyikan juga diikuti.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Ada juga baiknya  kita  bincang Pilkada maupun Pilpres yang lalu,
>>>>>>>> masing-masing kita mungkin menyaksikan. Mudah-mudahan ada gunanya  
>>>>>>>> untuk
>>>>>>>> menghadapi pemilu/pilkada yang akan datang.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Pada Pilpres 2014, di TPS  nampaknya ada team pemenang kekurangan
>>>>>>>> saksi untuk menyaksikan  perhitungan suara, ini terlihat ada  pembantu
>>>>>>>> rumah tangga yang direkrut untuk menyaksikan perhitungan hasil suara.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Apalah yang bisa dilakukan PRT, mungkin hanya sekedar mlihat,
>>>>>>>> setelah itu dapat honor 150 ribu.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Kemungkinan besar kecurangan itu dimulai dari TPS dan seterusnya.
>>>>>>>> Isi formulir C1 itu sudah mulai di manipulasi  dari TPS.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Seandainya saksi calon dilengkapi dengan alat  penscan formulir C1
>>>>>>>> yang sudah ditanda tangani petugas TPS termasuk saksi, begitu discan
>>>>>>>> langsung kirim ke Pusat. Kalau  menscan  harus izin KPU pusat,
>>>>>>>> seharusnya izin tsb diurus dari sekarang atau mungkin sudah ada dalam
>>>>>>>> UU/peraturan KPU.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Pada 2014 yang lalu saksi TPS untuk salah satu calon ini  yang
>>>>>>>> menjadi kelemahan. Ini kelihatan waktu disidangkan di MK.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Selanjutnya penyedotan data, bagaimana pula kerjanya alat ini,
>>>>>>>> mungkin rang lapau ada yang tahu, mari kita berbagi.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Kalau Formulir C1 itu tidak bisa discan oleh saksi,
>>>>>>>> kecurangan-kecurangan mungkin akan berlanjut.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Umat Islam Jkt harus all out -  up to date untuk mendapatkan scan
>>>>>>>> formulir C1 itu disetiap TPS. Memang perlu biaya besar, disetiap TPS 
>>>>>>>> paling
>>>>>>>> tidak 2 orang saksi (2 shift – kadang penghitungan suara sampai magrib)
>>>>>>>> harus ada  dilengkapi alat scan
>>>>>>>>
>>>>>>>> Lebih baik lagi kalau ada   INVESTIGATIVE REPORTER seperti ide Pak
>>>>>>>> Saaf.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Umat islam JKT yang akan mati-matian  untuk mengalahkan AHOK,
>>>>>>>> kalau kurang melengkapi dengan alat yang cukup, rasanya berat.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Selama ini umat islam mungkin terlalu mengandalkan tokoh tapi
>>>>>>>> kurang mengamankan data.  Meskipun kemaren di Istiqlal sudah
>>>>>>>> ngumpul Pak Amin Rais, Hidayat Nurwahid, Didin Haifiduddin dst, belum
>>>>>>>> menjamin kalau data  tidak diamankan.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Pengusung Ahok juga akan all out dengan peralatan cangih dari
>>>>>>>> taipan door to door demi memenangkan Ahok.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Mohon kalau ada yang punya data, bagaimana pula kerjanya penyedotan
>>>>>>>> data ?.
>>>>>>>>
>>>>>>>> Wass,
>>>>>>>>
>>>>>>>>  Maturidi (L/78) Talang Solok Kutianyia, Duri Riau
>>>>>>>>
>>>>>>>> --
>>>>>>>> .
>>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>>>>> * DILARANG:
>>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>>>>> ---
>>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>>>>>>> Google Grup.
>>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op
>>>>>>>> tout.
>>>>>>>>
>>>>>>>>
>>>>>>>> --
>>>>>>>> .
>>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>>>>> * DILARANG:
>>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>>>>> ---
>>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>>>>>>> Google Grup.
>>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op
>>>>>>>> tout.
>>>>>>>>
>>>>>>>
>>>>>>> --
>>>>>>> .
>>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>>>>>> tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>>>> * DILARANG:
>>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>>>> ===========================================================
>>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>>>>>> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>>>> ---
>>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>>>>>> Google Grup.
>>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout
>>>>>>> .
>>>>>>>
>>>>>> --
>>>>> .
>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>> ===========================================================
>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>> * DILARANG:
>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>> ===========================================================
>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>> ---
>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>>> Grup.
>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>>> kirim email ke [email protected].
>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>>
>>>>
>>>> --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>>> --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke