Pertanyaannnya "Kenapa masih ada kecurigaan kepada Penghitungan suara di
tingkat TPS?Mungkin karena Pengemban amanah tidak dipercayaiMungkin karena
langkanya orang yang berkhlak baik di Indonesia sekarang ini.Mungkin karena
banyak orang yang tidak jujur.
Wassalam,RP. Palu- Sulawesi Tengah
Pada Kamis, 22 September 2016 15:59, Maturidi Donsan <[email protected]>
menulis:
Tk pak Palito.
Hanya saya tetap kuatir kalau saksi yang dipakai di TPS bukan kader dan malah
saya saksikan sendiri untuk menyaksikan perhitungan suara ada 2 pembantu rumah
tangga yang direkrut yang pekerjaannya sehari hari tukang cuci, sampai
dimanalah keguaannya prt ini di TPS.
Baiklah kalau menurut info Palito kemungkinan pengggelembungan suara tak
mungkin lagi karena sudah begitu ketat.
Kalau begitu bagaimana keluhan yang disuarakan halaman sebelah ini:
SaafroedinBahar20 jam · Mengingatpengalaman pahit tahun 2012 dan 2014, adalah
merupakan suatu hal yg mutlak utkmemperkirakan akan terjadinya berbagai bentuk
kecurangan. Perkirakanlah dengancermat, dan gagalkan.Top of
FormSukaTunjukkanlebih banyak tanggapanKomentariBagikan50 Pelmi Dt Sati
Mahadirajo dan 49 lainnyaKomentarBottom of FormPelmi Dt Sati Mahadirajo Agar
tidak terulangPermainan Kotor Tahun 2014 ( sedot data dan permainan2 licik
pemilu )....setiapTPS dalam Pilkada DKI 2017 nanti , diawasi oleh kader kader
yang benar2 Mauberbuat untuk Perubahan DKI atau Negara ini....jadi , pergunakan
lah kaderPartai Koalisi untuk bekerja semaksimal mungkin dalam pemantaauan
Hasil TPS TPSnanti....Cek benar2 dulu Daftar Pemilih Tetap dan
Sementara....crosceklangsung....apakah wajib pilih benar2 warga dalam satu TPS
...? hati2 wargasiluman ...aseng2 dan pendatang luar DKI....dan pantau
pelaksanaan pemungutandan penghitungan suara serta rekapitulasi tingkat Lurah
dan Kecamatan sertasampai ke Kotamadya.....PARTAI HARUS BEKERJA KERAS , jangan
SIBUK SAAT KAMPANYEDAN LENGAH SAAT PILKADA ....ikuti setiap langkah2
Pilkada...(Y) (Y) (Y)....kalau bisa biayai para mahasiswa untuk sebagai
Pemantau Pemilu ....janganterulang lagi kecolongan Pemilu 2014....KITA SAAT INI
SUDAH MERASAKANPENDERITAAN NYA ...baru 2 Tahun sudah sangat susah kehidupan
Berbangsa danBernegara.
Tambahan lagi pak Palito, bagaimana pula dengan penyedotan data, mungkin pak
Palito ada infonya , terima kasih
Maturidi
Pada 22 September 2016 14.11, palito_kato via RantauNet
<[email protected]> menulis:
Pak maturidi.
Ada dua proses di sini yakni penghitungan suara dan rekapitulasi hasil
penghitungan suara.
Proses penghitungan suara, hanya ada di TPS
Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara, dilakukan secara berjenjang mulai
dari PPK (kecamatan), KPU Kota/kabupaten dan terakhir di provinsi.
Setiap terjadi kesalahan penjumlahan, maka langsung dikoreksi pada setiap
tingkatan rekapitulasi.
Jika tak puasc, saksi pasangan calon (paslon) bisa meminta untuk dibuka lagi
kotak surat suara utk dilakukan proses penghitungan kembali.
Sejauh pengamatan saya, sulit bermain curang di proses penghitungan suara
maupun rekapitulasi berjenjang.
Yakin lah pak, masih banyak orang jujur dan berintegritas di negeri ini. Biar
lebih jelas, bertanya juga lah bapak pada warga yang pernah jadi penyelenggara
di Duri itu. Biar bapak punya perspektif baru soal permainan dalam wani piro
itu.
Karena, Saya pikir, bapak terlalu takut soal wani piro.
Yang saya perhatikan, wani piro itu berada di tataran pemilih. Permainannya
juga makin canggih. Ini lah yang harusnya kita perhatikan bersama. Serangan
fajar.
untuk penyelenggara, susah terlaksananya. Selain pengawasan yang ketat, sanksi
pidana dan denda juga menanti jika ketahuan main2 dgn wani piro itu.
Utk tambahan info, pemerintah juga telah menaikan standar honor penyelenggara
panitia ad hoc (ppk, pps, dan kpps serta panwas). Gaji komisioner nya juga jauh
lebih baik. Utk Tingkat provinsi sudah di angka belasan juta rupiah.
Demikian pak maturidi.
Semoga bapak punya perspektif baru soal pelaksanaan pilkada ini. Powered by
Telkomsel BlackBerry®From: Maturidi Donsan <[email protected]>Sender:
[email protected]: Thu, 22 Sep 2016 10:27:28 +0700To:
[email protected]<ran [email protected]>ReplyTo:
[email protected]: Re: [R@ntau-Net] Pilkada DKI 2017
mengasyikan juga diikuti
Ass wr wbr Sanak di palanta n.a.h
Tk infonya pak Imran.Di TPS yang sarananya lengkap mungkin semua bisa berjalan
seperti alur 1- 7, namundidaerah yang masih berkekurangan disanan sini APALAGI
DIDAERAH “WANI PIRO”,alur no 4, 5 dan 6 itu jadi masalah:
“4.usai perolehan suara C1 diisi oleh petugas KPPS dengan mencocokan C1
plano,dokumen tersebut ditandatangani pengawas lapangan Panwaslu, saksi
pasangan calondan petugas KPPS serta pemantau.. 5.Biasanya proses penghitungan
suara di TPS ini juga disaksikan masyarakatsekitar.. 6.Panwas lapangan, saksi
paslon, KPPS dan pemantau dan para pihak lainnya, akandiberikan salinan dokumen
C1 ini oleh petugas KPPS.” Saksi maupunpemantau sangat rawan bila
dihadapkandengan wani piro. Ini tidak semua, masih banyak penyelenggara
pemilu/pilkada yang baik-baik. Saksimasing-masing paslon sebaiknya 2 ata 3
orang disetiap TPS, selama ini nampaknya hanya satuorang, ini rawan disusupi
wani piro, karena tak ada pembanding. Mudah-mudahandi Pilkada DKI 2017 ini
diperhatikan betul pengamanan data autentik oleh pemuka masyarakat DKI karena
lawan sudahberpengalaman. Didaerahpekeja, para pemilih habis mencoblos,
kembali ketempat kerjamasing-masing. Di TPS yangtidak mempan wani piro, TPS
akan berjalan baik. Sepengetahuanpak Imran, apa saksi paslon bisa menscan C1 di
alur 4, yang sudah berisi perolehan suara itu. Kalauini bisa, ini data
autentik bagi timses calon, maka suara itu bisa langsung dikirim ke
pusattimses masing-masing. Bila sudahke kelurahan, kecamatan dst
keautentikannya sudah diragukan, inilah yang bikinramai di MK. MK
dalammenyelesaiakn perkara pemilu waktunya terbatas, harus segera memberikan
kepastianhukum. Drama diMK dalam kasus pemilu 2014 lalu, cukup jadi
pelajaran. Wass Maturidi
Pada 21 September 2016 23.42, Fashridjal M. Noor <[email protected]>
menulis:
👆Gubernur lalim bisa mencegah banjir di DKI Jakarta?
On Sep 21, 2016 23:40, "Fashridjal M. Noor" <[email protected]> wrote:
http://wartakota.tribunnews.co m/2016/09/19/breaking-news-kan
tor-ahok-pun-kebanjiran-pns-ko car-kacir-buka-sepatu
On Sep 21, 2016 23:33, "Fitrianto" <[email protected]> wrote:
Melihat partai yg mengaku2 Islam tidak bisa bersatu, melayu santun ternyata
jadi sasaran suap pengusaha keturunan, dan gubernur yg alim gak bisa mencegah
banjir di daerahnya, kemungkinan besar Ahok menang pilkada DKI.
Wassalamfitr
2016-09-21 5:04 GMT-04:00 'Imran Al' via RantauNet <[email protected]>:
alur kerja scan C1:1. Ditulis KPPS dengan merujuk hasil penghitungan suara
ditingkat TPS.
2. Hasil perolehan suara ini harus sama dengan C1 plano (ukuran besar yang
digunakan untuk hitungan secara teli) lalu disalin ke form C1 yang dibuat
rangkap 8...
3. satu dari delapan rangkap itu, diberi tanda hologram.
4. usai perolehan suara C1 diisi oleh petugas KPPS dengan mencocokan C1 plano,
dokumen tersebut ditandatangani pengawas lapangan Panwaslu, saksi pasangan
calon dan petugas KPPS serta pemantau..
5. Biasanya proses penghitungan suara di TPS ini juga disaksikan masyarakat
sekitar..
6. Panwas lapangan, saksi paslon, KPPS dan pemantau dan para pihak lainnya,
akan diberikan salinan dokumen C1 ini oleh petugas KPPS.
7. C1 berhologram ini kemudian dikirim secara berjenjang ke PPS (kelurahan),
PPK (kecamatan) untuk kemudian menjalani proses scan di kantor KPU
kota/kabupaten.
7. Usai di scan, langsung diaplod ke website KPU...
pertanyaan saya ke bapak maturidi, kenapa masih ada kecurigaan pada
penghitungan suara di tingkat TPS dengan proses yang begitu transparan dan
dokumennya dimiliki oleh banyak pihak terkait...
imran,
tingga di padang,
pernah jadi penyelenggara pilkada di tingkat kecamatan pada 2015 lalu...
Pada Rabu, 21 September 2016 13:48, Maturidi Donsan <[email protected]>
menulis:
Sanak dipalanta n.a.h
Pilkada DKI 2017mengasyikan juga diikuti. Ada juga baiknya kita bincang
Pilkada maupun Pilpres yang lalu, masing-masing kita mungkinmenyaksikan.
Mudah-mudahan ada gunanya untuk menghadapi pemilu/pilkada yang akan datang.
Pada Pilpres 2014, diTPS nampaknya ada team pemenang kekurangansaksi untuk
menyaksikan perhitungansuara, ini terlihat ada pembantu rumahtangga yang
direkrut untuk menyaksikan perhitungan hasil suara. Apalah yang bisa
dilakukanPRT, mungkin hanya sekedar mlihat, setelah itu dapat honor 150 ribu.
Kemungkinan besar kecuranganitu dimulai dari TPS dan seterusnya. Isi formulir
C1 itu sudahmulai di manipulasi dari TPS. Seandainya saksi calondilengkapi
dengan alat penscan formulirC1 yang sudah ditanda tangani petugas TPS termasuk
saksi, begitu discanlangsung kirim ke Pusat. Kalau menscan harus izin KPU
pusat, seharusnya izin tsbdiurus dari sekarang atau mungkin sudah ada dalam
UU/peraturan KPU. Pada 2014 yang lalu saksi TPSuntuk salah satu calon ini yang
menjadi kelemahan. Inikelihatan waktu disidangkan di MK. Selanjutnya penyedotan
data,bagaimana pula kerjanya alat ini, mungkin rang lapau ada yang tahu, mari
kitaberbagi. Kalau Formulir C1 itu tidak bisadiscan oleh saksi,
kecurangan-kecurangan mungkin akan berlanjut. Umat Islam Jkt harus all out - up
to date untuk mendapatkan scanformulir C1 itu disetiap TPS. Memang perlu biaya
besar, disetiap TPS palingtidak 2 orang saksi (2 shift – kadang penghitungan
suara sampai magrib) harusada dilengkapi alat scan Lebih baik lagi kalau ada
INVESTIGATIVEREPORTER seperti ide Pak Saaf. Umat islam JKT yang
akanmati-matian untuk mengalahkan AHOK,kalau kurang melengkapi dengan alat
yang cukup, rasanya berat. Selama ini umat islam mungkinterlalu mengandalkan
tokoh tapi kurang mengamankan data. Meskipun kemaren di Istiqlal sudah
ngumpulPak Amin Rais, Hidayat Nurwahid, Didin Haifiduddin dst, belum menjamin
kalaudata tidak diamankan. Pengusung Ahok juga akan allout dengan peralatan
cangih dari taipan door to door demi memenangkan Ahok. Mohon kalau ada yang
punyadata, bagaimana pula kerjanya penyedotan data ?. Wass, Maturidi (L/78)
Talang SolokKutianyia, Duri Riau
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group /RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group /RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group /RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group /RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/ group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+unsubscribe@ googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/ optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/ group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+unsubscribe@ googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/ optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.