Sebagian besar dari kita memang masih menaruh curiga ke penyelenggara pak RP 


Kenapa begitu? Karena, sebagian besar dari kita masih terpola pemikiran lama. 
Sementara, konteks kekinian, zaman sudah jauh berubah. Aturan telah banyak 
berganti jadi aturan yang lebih baik. 

Nan awak, masih curiga ka curiga se. 

Setiap kali bimbingan teknis ke penyelenggara baik itu KPPS, PPS, PPK maupun 
KPU, yang ditekankan itu pertama kali adalah sanksi PIDANA jika main-main. 
Kurungan 6 bulan atau denda jutaan rupiah, bagi yg terbukti bermain. 

Cukup banyak komisioner KPU dan panitia adhoc yang diberhentikan DKPP karena 
terbukti masih main curang. Sila di cek ke website www.dkpp.go.id

Sepanjang dilaksanakan transparan, yakin lah bakal tak ada permainan disitu. 

Demikian pak RP semoga sharing info nya bermanfaat. 

Imran, tingga di padang 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "'RAMADHANIL' via RantauNet" <rantaunet@googlegroups.com>
Date: Thu, 22 Sep 2016 11:21:29 
To: rantaunet@googlegroups.com<rantaunet@googlegroups.com>
Reply-To: rantaunet@googlegroups.com
Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Pilkada DKI 2017 mengasyikan juga diikuti

Pertanyaannnya "Kenapa masih ada kecurigaan kepada Penghitungan suara di 
tingkat TPS?Mungkin karena Pengemban amanah tidak  dipercayaiMungkin karena 
langkanya orang yang berkhlak baik di Indonesia sekarang ini.Mungkin karena 
banyak orang yang tidak jujur.
Wassalam,RP. Palu- Sulawesi Tengah

 

    Pada Kamis, 22 September 2016 15:59, Maturidi Donsan <maturid...@gmail.com> 
menulis:
 

 Tk pak Palito.

Hanya saya tetap kuatir kalau saksi yang dipakai di TPS bukan kader dan malah 
saya saksikan sendiri untuk menyaksikan perhitungan suara ada 2 pembantu rumah 
tangga yang direkrut yang pekerjaannya sehari hari tukang cuci, sampai 
dimanalah keguaannya prt ini di TPS.

Baiklah kalau menurut info Palito kemungkinan pengggelembungan suara tak 
mungkin lagi karena sudah begitu ketat.

Kalau begitu  bagaimana keluhan  yang disuarakan halaman sebelah ini: 

SaafroedinBahar20 jam · Mengingatpengalaman pahit tahun 2012 dan 2014, adalah 
merupakan suatu hal yg mutlak utkmemperkirakan akan terjadinya berbagai bentuk 
kecurangan. Perkirakanlah dengancermat, dan gagalkan.Top of 
FormSukaTunjukkanlebih banyak tanggapanKomentariBagikan50 Pelmi Dt Sati 
Mahadirajo dan 49 lainnyaKomentarBottom of FormPelmi Dt Sati Mahadirajo Agar 
tidak terulangPermainan Kotor Tahun 2014 ( sedot data dan permainan2 licik 
pemilu )....setiapTPS dalam Pilkada DKI 2017 nanti , diawasi oleh kader kader 
yang benar2 Mauberbuat untuk Perubahan DKI atau Negara ini....jadi , pergunakan 
lah kaderPartai Koalisi untuk bekerja semaksimal mungkin dalam pemantaauan 
Hasil TPS TPSnanti....Cek benar2 dulu Daftar Pemilih Tetap dan 
Sementara....crosceklangsung....apakah wajib pilih benar2 warga dalam satu TPS 
...? hati2 wargasiluman ...aseng2 dan pendatang luar DKI....dan pantau 
pelaksanaan pemungutandan penghitungan suara serta rekapitulasi tingkat Lurah 
dan Kecamatan sertasampai ke Kotamadya.....PARTAI HARUS BEKERJA KERAS , jangan 
SIBUK SAAT KAMPANYEDAN LENGAH SAAT PILKADA ....ikuti setiap langkah2 
Pilkada...(Y) (Y) (Y)....kalau bisa biayai para mahasiswa untuk sebagai 
Pemantau Pemilu ....janganterulang lagi kecolongan Pemilu 2014....KITA SAAT INI 
SUDAH MERASAKANPENDERITAAN NYA ...baru 2 Tahun sudah sangat susah kehidupan 
Berbangsa danBernegara.
Tambahan lagi pak Palito, bagaimana pula dengan penyedotan data, mungkin pak 
Palito ada infonya , terima kasih



Maturidi






Pada 22 September 2016 14.11, palito_kato via RantauNet 
<rantaunet@googlegroups.com> menulis:

Pak maturidi. 
Ada dua proses di sini yakni penghitungan suara dan rekapitulasi hasil 
penghitungan suara. 

Proses penghitungan suara, hanya ada di TPS

Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara, dilakukan secara berjenjang mulai 
dari PPK (kecamatan), KPU Kota/kabupaten dan terakhir di provinsi. 

Setiap terjadi kesalahan penjumlahan, maka langsung dikoreksi pada setiap 
tingkatan rekapitulasi. 

Jika tak puasc, saksi pasangan calon (paslon) bisa meminta untuk dibuka lagi 
kotak surat suara utk dilakukan proses penghitungan kembali. 

Sejauh pengamatan saya, sulit bermain curang di proses penghitungan suara 
maupun rekapitulasi berjenjang. 

Yakin lah pak, masih banyak orang jujur dan berintegritas di negeri ini. Biar 
lebih jelas, bertanya juga lah bapak pada warga yang pernah jadi penyelenggara 
di Duri itu. Biar bapak punya perspektif baru soal permainan dalam wani piro 
itu. 

Karena, Saya pikir, bapak terlalu takut soal wani piro. 

Yang saya perhatikan, wani piro itu berada di tataran pemilih. Permainannya 
juga makin canggih. Ini lah yang harusnya kita perhatikan bersama. Serangan 
fajar. 

untuk penyelenggara, susah terlaksananya. Selain pengawasan yang ketat, sanksi 
pidana dan denda juga menanti jika ketahuan main2 dgn wani piro itu. 

Utk tambahan info, pemerintah juga telah menaikan standar honor penyelenggara 
panitia ad hoc (ppk, pps, dan kpps serta panwas). Gaji komisioner nya juga jauh 
lebih baik. Utk Tingkat provinsi sudah di angka belasan juta rupiah. 


Demikian pak maturidi. 

Semoga bapak punya perspektif baru soal pelaksanaan pilkada ini. Powered by 
Telkomsel BlackBerry®From:  Maturidi Donsan <maturid...@gmail.com>Sender:  
rantaunet@googlegroups.comDate: Thu, 22 Sep 2016 10:27:28 +0700To: 
rantaunet@googlegroups.com<ran tau...@googlegroups.com>ReplyTo:  
rantaunet@googlegroups.comSubject: Re: [R@ntau-Net] Pilkada DKI 2017 
mengasyikan juga diikuti

Ass wr wbr Sanak di palanta n.a.h
 Tk infonya pak Imran.Di TPS yang sarananya lengkap mungkin semua bisa berjalan 
seperti alur 1- 7, namundidaerah yang masih berkekurangan disanan sini APALAGI 
DIDAERAH “WANI PIRO”,alur no 4, 5 dan 6 itu jadi masalah: 

 “4.usai perolehan suara C1 diisi oleh petugas KPPS dengan mencocokan C1 
plano,dokumen tersebut ditandatangani pengawas lapangan Panwaslu, saksi 
pasangan calondan petugas KPPS serta pemantau.. 5.Biasanya proses penghitungan 
suara di TPS ini juga disaksikan masyarakatsekitar.. 6.Panwas lapangan, saksi 
paslon, KPPS dan pemantau dan para pihak lainnya, akandiberikan salinan dokumen 
C1 ini oleh petugas KPPS.” Saksi maupunpemantau  sangat rawan bila 
dihadapkandengan wani piro. Ini tidak semua, masih banyak penyelenggara 
pemilu/pilkada yang baik-baik. Saksimasing-masing paslon sebaiknya 2 ata 3 
orang  disetiap TPS, selama ini nampaknya hanya satuorang, ini rawan disusupi 
wani piro, karena tak ada pembanding. Mudah-mudahandi Pilkada DKI 2017 ini 
diperhatikan betul pengamanan data autentik  oleh pemuka masyarakat DKI karena 
lawan sudahberpengalaman. Didaerahpekeja, para pemilih habis mencoblos,  
kembali ketempat kerjamasing-masing.  Di TPS yangtidak mempan wani piro, TPS 
akan berjalan baik. Sepengetahuanpak Imran, apa saksi paslon bisa menscan C1 di 
alur 4,  yang sudah berisi perolehan suara itu. Kalauini bisa, ini data 
autentik bagi timses calon,   maka suara itu bisa langsung dikirim ke 
pusattimses masing-masing. Bila sudahke kelurahan, kecamatan dst 
keautentikannya sudah diragukan, inilah yang bikinramai di MK.  MK 
dalammenyelesaiakn perkara pemilu waktunya terbatas, harus segera memberikan 
kepastianhukum. Drama diMK  dalam kasus pemilu 2014  lalu, cukup jadi 
pelajaran.  Wass  Maturidi
Pada 21 September 2016 23.42, Fashridjal M. Noor <fashridjalmn...@gmail.com> 
menulis:

👆Gubernur lalim bisa mencegah banjir di DKI Jakarta? 
On Sep 21, 2016 23:40, "Fashridjal M. Noor" <fashridjalmn...@gmail.com> wrote:

http://wartakota.tribunnews.co m/2016/09/19/breaking-news-kan 
tor-ahok-pun-kebanjiran-pns-ko car-kacir-buka-sepatu
On Sep 21, 2016 23:33, "Fitrianto" <fitr.tanju...@gmail.com> wrote:

Melihat partai yg mengaku2 Islam tidak bisa bersatu, melayu santun ternyata 
jadi sasaran suap pengusaha keturunan, dan gubernur yg alim gak bisa mencegah 
banjir di daerahnya, kemungkinan besar Ahok menang pilkada DKI.
Wassalamfitr 
2016-09-21 5:04 GMT-04:00 'Imran Al' via RantauNet <rantaunet@googlegroups.com>:

alur kerja scan C1:1. Ditulis KPPS dengan merujuk hasil penghitungan suara 
ditingkat TPS. 

2. Hasil perolehan suara ini harus sama dengan C1 plano (ukuran besar yang 
digunakan untuk hitungan secara teli) lalu disalin ke form C1 yang dibuat 
rangkap 8... 

3. satu dari delapan rangkap itu, diberi tanda hologram. 

4. usai perolehan suara C1 diisi oleh petugas KPPS dengan mencocokan C1 plano, 
dokumen tersebut ditandatangani pengawas lapangan Panwaslu, saksi pasangan 
calon dan petugas KPPS serta pemantau..
5. Biasanya proses penghitungan suara di TPS ini juga disaksikan masyarakat 
sekitar..
6. Panwas lapangan, saksi paslon, KPPS dan pemantau dan para pihak lainnya, 
akan diberikan salinan dokumen C1 ini oleh petugas KPPS.

7. C1 berhologram ini kemudian dikirim secara berjenjang ke PPS (kelurahan), 
PPK (kecamatan) untuk kemudian menjalani proses scan di kantor KPU 
kota/kabupaten. 

7. Usai di scan, langsung diaplod ke website KPU... 

pertanyaan saya ke bapak maturidi, kenapa masih ada kecurigaan pada 
penghitungan suara di tingkat TPS dengan proses yang begitu transparan dan 
dokumennya dimiliki oleh banyak pihak terkait...
imran, 
tingga di padang, 
pernah jadi penyelenggara pilkada di tingkat kecamatan pada 2015 lalu...

 

    Pada Rabu, 21 September 2016 13:48, Maturidi Donsan <maturid...@gmail.com> 
menulis:
 

 
Sanak dipalanta n.a.h

 Pilkada  DKI 2017mengasyikan juga diikuti. Ada juga baiknya  kita bincang 
Pilkada maupun Pilpres yang lalu, masing-masing kita mungkinmenyaksikan. 
Mudah-mudahan ada gunanya untuk menghadapi pemilu/pilkada yang akan datang. 
Pada Pilpres 2014, diTPS  nampaknya ada team pemenang kekurangansaksi untuk 
menyaksikan  perhitungansuara, ini terlihat ada  pembantu rumahtangga yang 
direkrut untuk menyaksikan perhitungan hasil suara. Apalah yang bisa 
dilakukanPRT, mungkin hanya sekedar mlihat, setelah itu dapat honor 150 ribu. 
Kemungkinan besar kecuranganitu dimulai dari TPS dan seterusnya. Isi formulir 
C1 itu sudahmulai di manipulasi  dari TPS. Seandainya saksi calondilengkapi 
dengan alat  penscan formulirC1 yang sudah ditanda tangani petugas TPS termasuk 
saksi, begitu discanlangsung kirim ke Pusat. Kalau  menscan  harus izin KPU 
pusat, seharusnya izin tsbdiurus dari sekarang atau mungkin sudah ada dalam 
UU/peraturan KPU. Pada 2014 yang lalu saksi TPSuntuk salah satu calon ini  yang 
menjadi kelemahan. Inikelihatan waktu disidangkan di MK. Selanjutnya penyedotan 
data,bagaimana pula kerjanya alat ini, mungkin rang lapau ada yang tahu, mari 
kitaberbagi. Kalau Formulir C1 itu tidak bisadiscan oleh saksi, 
kecurangan-kecurangan mungkin akan berlanjut. Umat Islam Jkt harus all out - up 
to date untuk mendapatkan scanformulir C1 itu disetiap TPS. Memang perlu biaya 
besar, disetiap TPS palingtidak 2 orang saksi (2 shift – kadang penghitungan 
suara sampai magrib) harusada  dilengkapi alat scan  Lebih baik lagi kalau ada  
 INVESTIGATIVEREPORTER seperti ide Pak Saaf. Umat islam JKT yang 
akanmati-matian  untuk mengalahkan AHOK,kalau kurang melengkapi dengan alat 
yang cukup, rasanya berat. Selama ini umat islam mungkinterlalu mengandalkan 
tokoh tapi kurang mengamankan data.  Meskipun kemaren di Istiqlal sudah 
ngumpulPak Amin Rais, Hidayat Nurwahid, Didin Haifiduddin dst, belum menjamin 
kalaudata  tidak diamankan.  Pengusung Ahok juga akan allout dengan peralatan 
cangih dari taipan door to door demi memenangkan Ahok. Mohon kalau ada yang 
punyadata, bagaimana pula kerjanya penyedotan data ?. Wass,   Maturidi (L/78) 
Talang SolokKutianyia, Duri Riau
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group /RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.


   -- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group /RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group /RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group /RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/ group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscribe@ googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/ optout.
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
============================== =============================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
============================== =============================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/ group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscribe@ googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/ optout.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscr...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


   

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscr...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscr...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke