*Sabtu, 29/10/2016 18:43 WIB **“Janjang 1001” di Objek Ikan Sakti Sungai 
Janiah Selesai Dibangun*


[image: Sungaki Janiah Agam] 

Sungaki Janiah Agam

*Agam, sumbarsatu.com-* Pekerjaan pembangunan “Janjang 1001” di Objek 
Wisata Ikan Sakti Sungai Janiah, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sudah 
selesai dikerjakan.

"Janjang tersebut, dibangun di perbukitan, yang banyak dihuni kera jinak, 
nantinya tembus ke Ngalau Baso. Para wisatawan akan mendapat pesona baru 
menapaki Janjang 1001, sambil menikmati suasana alam di sekitarnya. Wisata 
jenis ini bagus untuk wisata keluarga," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan 
Pariwisata (Disbudpar) Agam, Hadi Suryadi, SH, Sabtu (29/19/2016).


Menurutnya, pembangunan Janjang 1001 dimungkinkan karena objek wisata 
tersebut sudah diserahkan kepada Pemkab Agam. Pengelolaannya bekerja sama 
dengan pihak nagari,” ujarnya.

Sungai Janiah sudah dikenal luas wisatawan manca negara, nusantara, 
regional, dan lokal. Legenda, yang disebarkan melalui mulut ke mulut, 
sampai ke media internet, memungkinkan objek tersebut dikenal dunia.

Di samping membangun Janjang 1001, ke depan objek wisata itu akan dibenahi, 
sehingga kebersihan, ketertiban, dan keindahannya terjaga.

Di samping itu, para pedagang, yang berjualan di dalam objek wisata, juga 
akan dibekali dengan berbagai ilmu dan keterampilan tentang kepariwisataan, 
sehingga mereka benar-benar memahami tata cara berjualan, dan bertingkah 
laku di dalam objek wisata.

Menurut Hadi, objek wisata yang telah diserahkan kepada Pemkab Agam ada dua 
lokasi, yaitu objek wisata Bandar Mutiara, Kecamatan Tanjung Mutiara, dan 
Ikan Sakti Sungai Janiah. Khusus objek Bandar Mutiara, sudah diusulkan ke 
Pemerintah Pusat untuk mendapatkan dana pengembangan objek. Diharapkan 
dalam waktu tidak begitu lama, pekerjaan pengembangannya terwujud.


Menurut pantauan sumbarsatu.com, banyak objek wisata pontensial di daerah 
itu. Di antaranya adalah objek air terjun, seperti Badorai di Kecamatan 
Sungai Pua, dan Burai-Burai Indah di Malalak.

Menurut Hadi, Objek Air Terjun Badorai, yang terdiri dari 4 tingkat, namun 
yang sering dikunjungi wisatawan adalah Badorai 1 sampai 3. Namun kini 
terkesan tidak terurus.

“Sebenarnya, Pemkab Agam bisa saja mengelola objek tersebut. Namun, karena 
belum diserahkan kepada Pemkab Agam, maka tidak bisa dikelola, sebagaimana 
layaknya oleh Pemkab Agam,” jelasnyanya.

Persyaratan objek yang akan dikelola Pemkab Agam, objek dimaksud harus 
diserahkan kepada Pemkab Agam.

Menyinggung objek Burai-Burai Ikndah di Malalak, menurutnya ada kemungkinan 
dikelola Pemkab Agam. Karena ada keinginan pemilik ulayat untuk 
menyerahkannya kepada Pemkab Agam. Kini, pihak pemangku ulayat sedang 
mencari kesepakatan. Bila mereka sudah sepakat, dan objek tersebut 
diserahkan kepada Pemkab Agam, maka akan dikelola oleh Pemkab Agam, melalui 
Disbudpar. (MSM)


On Tuesday, November 1, 2016 at 8:26:35 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>
>
> *Janjang Sajuta di Lereng Singgalang Bakal Dibangun Pemkab Agam* 
> Selasa,01 November 2016 - 01:37:15 WIB
>
> <http://harianhaluan.com/news/detail/61485/janjang-sajuta-di-lereng-singgalang-bakal-dibangun-pemkab-agam>
>  
>
> *Agam, Haluan — *Pemerintah Kabupaten Agam menggulirkan lagi terbosan 
> baru dalam mengembangkan potensi ekowisata. Pemkab Agam bakal membangun 
> *Janjang 
> Sajuta* di Objek Agro Wisata Lereng Singgalang, Kecamatan Banuhampu. 
> Rencana pengembangan objek tersebut juga sudah mendapatkan dukungan 
> perantau Agam.
>
> Kepala Dinas Ke­bu­da­yaan dan Pariwisata (Dis­budpar), Hadi Suryadi, 
> Senin (31/10), mengatakan, Objek Agro Wi­sata di lereng Sing­galang, sangat 
> strategis. Jenjang itu nantinya akan membawa pe­ngunjung me­napaki medan 
> mendaki pada lereng pe­gu­nungan tersebut. “Pada tahun 2017 nanti 
> ke­inginan mem­bangun *Janjang Sajuta* di objek wisata itu bisa 
> direalisasikan. Jenjang akan tembus ke hutan pinus di pinggang Gunung 
> Sing­ga­lang. Pemandangannya sa­ngat bagus, dan memiliki nilai serta daya 
> tarik yang kuat,” kata Hadi.
>
> Tak hanya sampai di situ. Nantinya lokasi itu akan dilengkapi gerbang 
> masuk yang akan ditulis “Janjang Sajuta Lereng Singgalang”. Secara 
> bertahap, fasilitas pendukung objek akan di­lengkapi, sehingga Objek Agro 
> Wisata Lereng Sing­galang menjadi destinasi wisata layak jual. 
> Se­be­lum­nya juga sudah di­bangun Janjang 1001 di Objek Wi­sa­ta Ikan 
> Sakti Sungai Janiah, Kecamatan Baso, dan Janjang Koto Gadang di IV Koto.
>
> “Kita menginginkan wi­sa­tawan memiliki kesan men­dalam sehingga 
> pengunjung diharapkan selalu ber­ke­inginan kembali ke lokasi itu setelah 
> pulang. Kami optimis kerjasama Disbudpar dengan Dinas Kehutanan dan 
> Per­kebunan (Dishutbun) Agam, akan menjadikan Objek Agro Wisata Lereng 
> Singgalang terwujud,” jelasnya.
>
> Apa lagi rencana tersebut juga sudah direspon baik oleh para perantau, 
> dukungan pe­rantau tidak hanya dimulut saja. Beberapa waktu bela­kangan 
> sudah mengalirnya bantuan material, terutama dari perantau sukses. 
> Kemu­dian antusias anak nagari sekitar objek, juga sangat me­ngem­birakan. 
> Mudah- mudahan ini menjadi langkah baik kedepan.
>
> “Pembangunan Janjang Sajuta adalah sebuah ke­inginan tidak hanya dari 
> pemerintah namun juga anak nagari, serta perantau. Apa­bila dilihat ke 
> belakang, tidak ada hal yang mustahil dila­kukan apabila diper­sa­ma­kan,” 
> jelasnya. * (h/yat)*
>
>
> On Monday, October 31, 2016 at 8:44:46 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>>
>> Dari Haluan kito baco:
>>
>> Pengembangan Mandeh Butuh 600 Miliar 
>> Senin,31 Oktober 2016 - 01:52:13 WIB
>>
>> <http://harianhaluan.com/news/detail/61449/pengembangan-mandeh-butuh-600-miliar>
>>  
>>
>> *PADANG, HALUAN — * Sekitar 40 miliar anggaran dari APBD Provinsi telah 
>> tersedot untuk pengembangan kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan 
>> (Pessel). Namun untuk pengembangan kawasan ini secara keseluruhan, termasuk 
>> pembangunan jalan tembus ke Sunagi Pisang Kota Padang, setidaknya 
>> dibutuhkan biaya 600 miliar lagi.
>>
>> Meski begitu, Komisi V DPRD Sumbar meminta pemerintah setempat untuk 
>> menggali potensi yang ada untuk lebih mendongkrak perekonomian masyarakat.
>>
>> Ketua Komisi V DPRD Sumbar Apris Yaman menyebutkan potensi pulau-pulau di 
>> kawasan Mandeh bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Keyakinan ini 
>> didukung dengan telah ditetapkannya Mandeh sebagai salah satu destinasi 
>> wisata di Sumbar.
>>
>> “Pemkab dan Provinsi agar bisa menyikapi peluang ini sebaik mungkin. 
>> Sehingga nantinya pengembangan wisata di Mandeh turut bisa menekan angka 
>> ke­miskinan di Pessel,” papar Apris, Jumat (28/10).
>>
>> Ditambahkan Apris, hingga sekarang total APBD Provinsi yang sudah masuk 
>> ke Mandeh adalah sekitar Rp40 miliar. Ini dipakai untuk peningkatan jalan 
>> di daerah tersebut. Kedepan ia berharap investor lokal atau mas­ya­rakat 
>> juga bisa ikut andil me­nyediakan berbagai sarana dan prasarana  penunjang 
>> wahana pariwisata di sana. Seperti home­stay untuk penginapan, atau 
>> berbagai sarana hiburan lain seperti daiving, snorkling dan Banana Boot 
>> yang bisa dipakai menuju sejumlah pulau. 
>>
>> “Peran masyarakat khususnya investor local sangat diperlukan untuk 
>> menopang berbagai fasi­litas untuk kawasan Mandeh, de­mi kenyamanan 
>> pengunjung objek wisata tersebut,” ungkap Apris.
>>
>> DPRD Sumbar sendiri, tegas Apris, juga akan terus berupaya mengalokasikan 
>> anggaran untuk pengembangan selanjutnya. Saat ini DPRD tengah membahas APBD 
>> Sumbar 2017, meskipun tak merinci berapa anggaran yang akan dialokasikan, 
>> namun menu­rut dia tahun 2017 kawasan Man­deh masih sangat berpotensi 
>> menerima kucuran dana provinsi.
>>
>> Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pessel, Gunawan men­jelaskan 
>> Mandeh membutuhkan anggaran tak kurang dari Rp600 miliar lagi untuk 
>> pengembangan ke depan. Anggaran ini dibutuh­kan untuk perampungan jalan 
>> dari dari Mandeh sampai Sungai Pisang, Kota Padang. Saat ini jalan tersebut 
>> sudah dibuka, dan pe­ngerjaannya dimuat dalam ang­garan multiyears selama 
>> tiga tahun.
>>
>> Lebih lanjut disampaikan juga, dalam pengembangan pari­wisata Mandeh 
>> sejauh ini mas­yarakat juga disertakan dalam dinamika yang ada. Masyarakat 
>> tak hanya jadi penonton, tapi juga dilibatkan secara langsung.
>>
>> “Konsep itulah yang kita kembangkan. Salah satu cara mewujudkannya kita 
>> memberi pelatihan kepada kelompok-ke­lompok masyarakat yang tersebar di 
>> sembilan kawasan Nagari di Pessel,” pungkas Gunawan. *(h/len)*
>>
>>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke