Dari Antara Sumbar kita baca: *Jepang Berniat Investasi di Pelabuhan Panasahan Painan* Selasa, 1 November 2016 20:41 WIB Pewarta : Teddy Setiawan Ilustrasi. (ANTARA FOTO) Painan, (*Antara Sumbar*) - Satuan Kerja Pelabuhan Pelabuhan Panasahan Painan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengungkapkan Jepang berencana berinvestasi untuk mengembangkian pelabuhan itu.
Kepala Satuan Kerja Zulkifli di Painan, Selasa, mengatakan rencana investasi itu kini tinggal menunggu adanya kesepakatan antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan penanam modal. "Mereka sudah dua kali datang. Jika tidak ada aral melintang, investasi tersebut bakal terealisasi tahun depan, yakni pada 2017. Mudah-mudahan ini berjalan lancar," ungkapnya. Ada pun investor yang melirik Pelabuhan Panasahan sebagai rencana lokasi kegiatan investasinya itu PT Tata Sugih Mineral. Sesuai rencana awal investor dari Negeri Sakura itu berniat membenamkan investasinya di sektor pengapalan "crude palm oil" di Pelabuhan Panasahan. Tak hanya itu, lanjut dia, dalam investasi yang diperkirakan bernilai ratusan miliar itu pihak investor pun merencanakan adanya pengapalan cangkang kelapa sawit. "Cangkang dari kelapa sawit itu nantinya akan mereka ekspor ke India dan berbagai negara lainnya di kawasan Asia," tuturnya. Ia menegaskan adanya keinginan investasi asing itu di merupakan peluang bagi perkembangan Pesisir Selatan ke depannya. Tak hanya dari sisi perekonomian dan penghematan infrastruktur jalan semata, akan tetapi, lebih dari itu, juga dipastikan bakal banyak menyerap tenaga kerja. Untuk itu, ia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah seperti kemudahan perizinan dan pengadaan lahan untuk kebutuhan investasi. Sebab, yang menghambat laju investasi di daerah, umumnya di Sumatera Barat selama ini terkait dengan perizinan dan penyediaan lahan. Bahkan, menurutnya, sampai kini persoalan itu di Ranah Minang ini seakan menjadi masalah kronis yang tak kunjung usai. "Ini terbukti, dengan gagalnya rencana pembangunan dermaga kapal patroli di pelabuhan ini pada 2017. Padahal dananya mencapai Rp15 miliar dari Kemenhub," terangnya. Pelabuhan Panasahan merupakan salah satu pelabuhan penyangga Pelabuhan Teluk Bayur dalam program tol laut Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pelabuhan seluas 14 hektare itu kini telah memiliki dua dermaga dengan panjang masing-masing 50 meter, dengan kedalaman kolam dermaga mencapai 8-12 meter. (*) Editor : Joko Nugroho COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2016 On Tuesday, November 1, 2016 at 11:22:28 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: > > *Pariwisata Jadi Bisnis Paling Menarik di Sumbar* > Haluan Padang: > Rabu,02 November 2016 - 01:13:51 WIB > > <http://harianhaluan.com/news/detail/61520/pariwisata-jadi-bisnis-paling-menarik-di-sumbar> > > > *PADANG, HALUAN *— Bisnis di bidang pariwisata merupakan bisnis paling > menarik saat ini, karena banyak hal yang dilakukan orang selalu terkait > dengan pariwisata. Selain objek wisatanya, penyelenggara wisata, seperti > travel agent, perhotelan, transportasi (darat, laut, dan udara), makanan, > cendera mata, serta restoran dan rumah makan, terlibat di dalamnya. > > “Semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke satu daerah atau objek > wisata, dipastikan mereka akan membelanjakan banyak uang di sana, > tentunya dengan syarat bahwa pelayanan yang diberikan tuan rumah harus > maksimal. Layanan yang baik akan membuat tamu terkesan. Produk yang baik > yang dijual kepada tamu akan membuat produk tersebut selalu dicari > wisatawan,” ujar Ketua Asita Sumbar, Ian Hanafiah di Padang, Selasa (2/11). > > > Bisnis pariwisata semakin menarik, kata Ian, jika hal dikaitkan dengan > pariwisata Sumbar yang bakal menjadi wakil Indonesia pada ajang *World > Halal Tourism Award (WHTA)* 2016 di Abu Dhabi, Uni Emeriat Arab (UEA) > pada Desember. “Banyak hal yang harus kita persiapkan lagi dengan > sebaik-baiknya agar berhasil menang pada ajang tingkat dunia tersebut,” > tutur pemilik ERO Tour yang menjadi Biro Perjalanan Wisata Halal Indonesia > 2016. > > Ian mengakui bahwa saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumbar > turun daripada tahun lalu. “Angka persisnya saya kurang hafal. Berkisar di > antara 10 hingga 20 persen,” ucapnya. > > Menurutnya, penyebab turunya jumlah wisawatan ke Sumbar karena gencarnya > promosi wisata daerah atau negara lain. Selain itu karena akses penerbangan > yang biayanya lebih murah dengan waktu yang tidak terlalu lama dalam > perjalananya. > > “Di sisi lain, dari segi internalnya, biro perjalanan sebetulnya juga > harus lebih kreatif dan proaktif dalam menjual produknya. Galilah potensi > yang ada, buat program dan paket wisata dengan harga terjangkau. Selain > itu, persiapkan masyarakat di daerah tujuan wisata untuk bisa > berinteraksi dan berkomunikasi dengan wisatawan, terutama wisatawan > asing. Dengan demikian, para wisatawan pasti akan terkesan dan akan > membantu mempromosikan objek wisata setelah mereka balik ke daerah atau > negara mereka,” kata Ian tentang kiat meningkatkan kunjungan wisatawan ke > Sumbar. *(h/atv)* > > > On Tuesday, November 1, 2016 at 8:35:55 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> *Sabtu, 29/10/2016 18:43 WIB **“Janjang 1001” di Objek Ikan Sakti Sungai >> Janiah Selesai Dibangun* >> >> >> [image: Sungaki Janiah Agam] >> >> Sungaki Janiah Agam >> >> >>> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
