http://www.palingyess.com/wisata-arung-jeram-di-payakumbuh-limapuluh-kota-petualangan-arung-jeram-di-batang-agam-lompatan-taram-halaban-dan-pilubang-batang-mungo/

On Sunday, November 13, 2016 at 7:38:18 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> TANAH BERGERAK DI KABUPATEN LIMAPULUH KOTA 10 Ribu Jiwa Terancam Longsor 
> Senin,14 November 2016 - 00:56:37 WIB (Haluan Padang)
>
> [image: 10 Ribu Jiwa Terancam Longsor] Ruas jalan utama yang 
> menghubungkan Nagari Baruah Gunuang dan Nagari Sungai Naning Kabupaten 
> Limapuluh Kota terlihat hancur akibat tanahnya terus bergerak pasca longsor 
> sejak setahun lalu. Akibatnya, jalan jadi turun naik, bahkan aada yang 
> terban ke jurang. (DADANG) 
> <http://harianhaluan.com/news/detail/61911/10-ribu-jiwa-terancam-longsor> 
>
> Longsor besar setahun lalu yang melanda Nagari Baruah Gunuang dan Sungai 
> Naning, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga kini masih menyisakan masalah bagi 
> warga di dua nagari itu. Kondisi tanah belum stabil, sehingga mengancam 
> kehidupan warga. Belum lagi akses jalan yang rusak parah dan terbelah 
> akibat tanah yang bergerak. Butuh penanganan segera dari pemerintah.
>
> *LIMAPULUH KOTA, HALUAN* – Bencana besar mengancam ribuan warga Nagari 
> Baruah Gunuang dan Sungai Naniang, Kecamatan Bukit Barisan Kabupaten 
> Limapuluh Kota. Pasca long­sor yang melanda dua nagari tersebut setahun 
> lalu, hingga kini tanah per­bukitan itu terus bergerak. Akibat­nya, jalan 
> terbelah, rumah penduduk pun retak-retak bahkan ada yang hancur akibat  
> pergerakan tanah tersebut.
>
> Pantauan *Haluan*, pulu­han kilometer ruas jalan utama penghubung kedua 
> nagari tersebut tak ada yang rata. Jalan amblas bahkan sudah ada ruas jalan 
> yang
>
> terban ke dalam jurang akibat dikikis air perbukitan. Tak hanya itu, 
> kondisi tanah di kedua nagari yang terletak di kawasan per­bukitan tersebut 
> sudah retak akibat adanya pergerakan tanah yang terus terjadi sampai detik 
> ini.
>
> “Jalan ada yang terbelah akibat pergerakan tanah. Tanah tak rata lagi, 
> aspal jalan terkelupas. Belum lagi lumpur dan batuan yang jatuh dari tebing 
> sampai ke badan jalan. Begitulah kondisi jalan peng­hubung utama di daerah 
> kami ini. Mau tidak mau jalan tersebut harus kami manfaatkan. Karena tidak 
> ada akses jalan lain untuk dilewati kecuali jalan rusak ini,” terang Andi, 
> warga setempat saat ditemui di Sungai Naniang, Sabtu (12/11) lalu.
>
> Lebih menyedihkan, rumah-rumah berdinding tembok milik masyarakat setempat 
> banyak yang retak dan menganga akibat ber­geraknya dasar tempat rumah itu 
> berdiri. “Apalagi bila datang musim hujan seperti ini, membuat warga jadi 
> was-was. Takut dengan ancaman longsor yang bisa saja terjadi. Kami sudah 
> tak nyaman tinggal di sini, tapi mau pindah kemana?,”ucapnya lagi.
>
> Memang, kondisi jalan sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk dilalui. 
> Namun masyarakat setempat tetap harus me­man­faatkan jalan itu, karena 
> itulah akses penghubung satu-satunya antar nagari tersebut. Kendaraan roda 
> empat dan roda dua tetap melewati akses jalan yang sama meski mengancam 
> jiwa mereka. “Apabila melewati jalan tidak hati-hati, pengguna jalan bisa 
> jatuh dan terbawa tanah ke jurang dan lembah yang ada disamping jalan,” 
> ungkapnya.
>
> Ketua DPRD Kabupaten Li­ma­puluh Kota Safaruddin sangat prihatin dengan 
> kondisi yang terjadi di kampung halamannya. Di dua nagari tersebut, ucap 
> Ketua DPD Golkar Limapuluh Kota itu setidaknya terdapat 9 ribu lebih 
> penduduk yang menghuni Nagari Baruah Gunuang dan Nagari Sungai Naniang.
>
> Menurut Safaruddin, DPRD Kabupaten Limapuluh Kota su­dah menyurati 
> Gubernur Sumbar Irwan Prayitno terkait kondisi jalan dan kawasan Bukit 
> Barisan pasca bencana 2015 lalu. “Tanah bergerak berawal sejak 2015 lalu. 
> Gubernur pun sudah meninjau lokasi. Setelah itu, kita juga berupaya untuk 
> menanggulangi Bukit Barisan pasca bencana ke Pemprov Sumbar. Gubernur 
> di­surati tetapi dari keterangan gubernur seluruh penanganan sudah berbalik 
> ke daerah,” terang Safaruddin.
>
> Meski demikian,  lanjut Safa­ruddin DPRD Kabupaten Lima­puluh Kota terus 
> mendorong pemerintah daerah untuk serius menangani bencana di Bukit 
> Barisan. “Dahulu pernah ada dana penanggulangan bencana sementara sebesar 
> Rp 400 juta. Tetapi itu belum cukup untuk menangani bencana Bukit Bari­san 
> ini. Karena itu kita mendesak bupati untuk penanganan ben­cana ini segera. 
> Karena, hampir 10 ribu jiwa terancam,” terang Sa­faruddin.
>
> Terpisah, Wakil Bupati Lima­puluh Kota Ferizal Ridwan me­ngatakan, perlu 
> penanganan se­rius terhadap bencana Bukit Barisan. “Jangan 
> tanggung-tang­gung dalam menangani bencana ini. Kita juga sudah mendesak 
> instansi terkait agar secepatnya melakukan penanganan,” ucap Ferizal Ridwan.
>
> Dijelaskan Buya, sapaan akrab Wakil Bupati, dengan rusaknya infrastruktur 
> jalan, akan ber­dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. “Biaya 
> hidup jadi tinggi. Belum lagi kecemasan terhadap ancaman longsor dari 
> pergerakan tanah yang dirasakan masyarakat di saat memasuki musim hujan 
> ini. Secara psikologi, masyarakat jadi terganggu,” terangnya. 
> *(h/ddg) *
>
>
> On Sunday, November 13, 2016 at 9:09:41 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
>>
>> Mudah-mudahan rencana indah ini terjelma lengkap nanti untuk dihayati 
>> angkatan penerus:
>>
>>
>> https://www.google.com/amp/s/mediel.wordpress.com/2013/12/06/monumen-nasional-bela-negara-pdri/amp/
>>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke