Gempa Aceh 2004 dan 2016 Berkaitan Kamis,08 Desember 2016 - 01:09:15 WIB [image: Gempa Aceh 2004 dan 2016 Berkaitan] Sebuah rumah roboh di Pidie Jaya karena gempa yang melanda kawasan tersebut, Rabu (7/12). Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Aceh, gempa Aceh pada 2004 dan 2016 ini berkaitan.
*JAKARTA, HALUAN—*Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Akibat bencana ini, sejumlah bangunan porak-poranda lantaran tak kuat menahan guncangan gempa yang berlangsung selama 15 detik tersebut. Bumi Serambi Makkah memang menjadi langganan gempa. Tentu belum hilang dari ingatan kita gempa berkekuatan 9,1 SR yang mengguncang Aceh dan mengakibatkan tsunami pada 26 Desember 2004. Tsunami Aceh menjadi bencana terbesar pada abad ke-21. Lantas, apa perbedaan antara dua gempa yang melanda Tanah Rencong tersebut? Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Aceh, Faizal Adriansyah, menjelaskan, perbedaan itu salah satunya terletak pada pusat gempa. Bila gempa 2004 yang menimbulkan tsunami berpusat pada jarak 30 kilometer di dalam permukaan laut, gempa Aceh kali ini berpusat di daratan dengan kedalaman 10 kilometer. Dengan kata lain, terdapat perbedaan pusat gempa. “Gempa 2004 kan pusatnya di laut dan besarannya 9,1 SR. Sedangkan tahun 2016 ini pusatnya di darat dan besarannya (6,5 SR). Jadi tingkat kerusakan itu berasal dari energi pusat gempa,” kata Faizal seperti dikutip dari *Okezone*, Rabu (7/12). Ia melanjutkan, kerusakan yang ditimbulkan dari gempa yang berpusat di daratan akan jauh lebih parah. Pasalnya, getaran langsung menyentuh bangunan yang berada di atas permukaan tanah. “Ya, kalau pusat gempa dekat dengan kehidupan masyarakat (darat akan lebih parah rusaknya). Gempa sekarang ini dangkal karena kedalamannya 10 kilometer. Itu yang justru menyebabkan kerusakan,” tutur Faizal. Sementara itu, ketika gempa 2004, kata Faizal, sama-sama mengakibatkan kerusakan besar lantaran pusat gempa yang terletak di bawah permukaan laut membuat air naik menuju daratan. “(Pada) 2004 itu 9,1 SR tetapi pusatnya di bawah laut jadi energinya lemah. Menjadi hancur justru karena air,” ucapnya. *Gempa 2004 dan 2016 Berkaitan* Faizal menilai gempa Aceh 2004 dan 2016 saling berkaitan karena Indonesia adalah negara *ring of fire*, dengan cincin gunung api yang membentang dari utara ke selatan Pulau Sumatera. Terlebih, lempeng bumi bagaikan *puzzle* yang saling berkaitan. “Indonesia itu kan *ring of fire*, semua wilayah punya potensi. Jadi, (gempa kali ini) disebabkan oleh adanya bagian gempa tahun 2004 yang terpicu,” katanya. “Prediksi saya, pertama, gempa akan terakumulasi. Kedua, pelepasan energi terus terjadi sehingga gempa perlahan (skala kecil),” ujarnya. Untuk mengantisipasi korban yang diakibatkan gempa bumi, kata Faizal, pemerintah ke depannya harus merancang bangunan antigempa. “Pemerintah perlu ada regulasi yang tepat berkaitan dengan infrastruktur,” tuturnya. *(h/okz)* On Wednesday, December 7, 2016 at 7:04:09 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: > > GEMPA 6,45 SR TEWASKAN 94 ORANG Aceh Berduka Lagi > Kamis,08 Desember 2016 - 01:51:58 WIB > [image: Aceh Berduka Lagi] Warga bersama tim Basarnas dibantu aparat > TNI/Polri mengevakuasi korban yang tertimpa bangunan yang roboh akibat > bencana gempa 6,5 SR yang melanda Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). (ANTARA) > > > Musibah gempa kembali menerjang bumi serambi mekah, Nanggroe Aceh > Darussalam. Walau tak sebesar dan sehebat gempa 2004 lalu, tiga kabupaten > yang berada di pusaran gempa, luluh lantak. Banyak bangunan rumah, sekolah > dan masjid rata dengan tanah. Warga Aceh kembali menangis. > > > *ACEH, HALUAN —* Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kembali berduka. > Gempa berkekuatan 6,5 skala richter (SR) meluluh lantakkan Kabupaten Pidie, > Pidie Jaya, dan Kabupaten Bireuen, Rabu (7/12) sekitar pukul 05.03 WIB. > Puluhan warga meninggal, ratusan luka-luka akibat tertimpa reruntuhan > ratusan rumah dan ruko. > > Data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan > Bencana (BNPB) hingga pukul 15.00 WIB menyebutkan, korban meninggal > berjumlah 94 jiwa, (Pidie Jaya 91, Bireuen 2, Pidie 1), sedangkan luka > berat berjumlah 128 jiwa (Pidie Jaya 125, Bireuen 3), luka ringan 489 jiwa > (Pidie Jaya 411, Bireuen 78). > > Sebagian korban luka-luka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk > Chik Ditiro Sigli. RSUD ini juga membuka posko untuk memberikan informasi > kepada masyarakat terkait korban yang dirawat. > > Hasil kaji cepat kerusakan akibat dampak gempa ini menyebutkan, sebanyak > 161 rumah rusak berat (Pidie 86, Bireuen 35, Pidie 40) dan 105 ruko di > Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, 1 sekolah dan 1 > kesehatan. > > > Sebanyak tiga eskavator dari tadi pagi telah dikerahkan di Kecamatan > Meureudu, Pidie Jaya dan beberapa alat berat telah dikerahkan untuk mencari > korban yang tertimbun reruntuhan. BPBD setempat dibantu TNI, Polri, > dinas-dinas terkait dan relawan terus melakukan pencarian serta evakuasi. > Sekitar 740 personel TNI berada di lokasi terdampak untuk membantu > aktivitas tanggap darurat. > > > “Untuk membantu tenaga medis menangani korban gempa maka telah dikirim > tenaga medis dan obat-obatan dari daerah-daerah sekitar Pidie Jaya,” tutup > Sutopo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Standar > Penanggulangan Bencana seperti dilansir detik. com, Rabu 97/12). > > Sutopo juga mengatakan, Plt Gubernur Aceh menetapkan status Tanggap > Darurat Bencana menyusul gempa 6,4 SR yang mengguncang provinsi itu pada > Rabu (7/12) pagi tadi. Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, yakni > pada 7-20 Desember 2016 melalui surat Nomor 39/PER/2016. > > Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten yaitu Kabupaten > Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk > memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses menggunakan potensi > sumber daya yang ada. > > “Gubernur Aceh menetapkan status tanggap darurat bencana melalui surat > Nomor 39/PER/2016. Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten > yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. Penetapan tanggap darurat > diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses > menggunakan potensi sumber daya yang ada,” jelas Sutopo. > > Menurut Sutopo, status tanggap darurat dikeluarkan oleh Pemprov Aceh > selama 14 hari. Mulai hari ini, 7 Desember hingga 20 Desember mendatang. > > > Sementara itu TNI AD mengerahkan seribu prajurit lebih diturunkan untuk > ambil bagian dalam penanganan pasca gempa. > > Berdasarkan informasi dari Kadispen TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah, ada > 740 personel daerah yang sudah dikerahkan di lapangan. Dari Kodim > 0102/Pidie, ada 400 Babinsa. Juga ada satu SSK (satuan setingkat kompi) > dari Batalyon Artileri Medan 17/105 Rencong Cakti 100 orang. > > “Selain membantu evakuasi masyarakat korban gempa bersama dengan Tim SAR > dan Polri, Kodim 0102/Pidie juga mendirikan posko bantuan bencana berupa > posko Kesehatan dan posko dapur umum,” ungkap Sabrar. > > Untuk personel kesehatan, Kostrad akan mengirim 80 orang. Selain itu juga > ada dua orang bagian penerangan dan materi rumkitlap yang mampu melakukan > pengobatan umum. > > > Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk mengunjungi Kabupaten > Pidie Jaya. Jokowi pun telah memerintahkan semua aparat terkait untuk > terjun langsung ke lokasi. > > Jokowi sudah memerintahkan Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Panglima > TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Kesehatan Nila F Moelok dan Kepala > BNPB Willem Rampangilei untuk terjun langsung ke lokasi. > > “Karena setiap jam yang saya ikuti, korbannya terus bertambah,” kata > Jokowi usai ‘Sosialisasi Tax Amnesty’ di Gedung BNDCC, Nusa Dua, Badung, > Bali, Rabu (7/12). > > Saat ini, Jokowi mengaku tengah mempersiapkan waktu untuk mengunjungi > langsung lokasi bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Namun dia menegaskan > tak mau kehadirannya justru malah mengganggu proses evakuasi.* (h/ald)* > > > On Wednesday, December 7, 2016 at 7:52:51 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> >> http://aceh.tribunnews.com/2016/12/07/ratusan-santri-samalanga-dijemput-keluarga >> >> On Wednesday, December 7, 2016 at 7:43:37 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >>> >>> https://www.youtube.com/playlist?list=PLJXemAJdjfhkbuGOfM2qvZM_f0cgXnd7o >>> >>> On Wednesday, December 7, 2016 at 7:33:21 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >>>> >>>> http://geofon.gfz-potsdam.de/eqinfo/special/gfz2016xyws/ >>>> >>>> On Wednesday, December 7, 2016 at 7:31:35 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif >>>> wrote: >>>>> >>>>> http://geofon.gfz-potsdam.de/eqinfo/event.php?id=gfz2016xyws >>>>> >>>>> On Wednesday, December 7, 2016 at 7:22:42 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif >>>>> wrote: >>>>>> >>>>>> >>>>>> Hoyak-hoyak Gampo Aceh 6.4 SR Rabu 7 Des 2016 >>>>>> >>>>>> >>>>>> http://www.tribunnews.com/nasional/2016/12/07/detik-detik-aceh-diguncang-gempa-64-sr >>>>>> >>>>>> <http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2Fwww.tribunnews.com%2Fnasional%2F2016%2F12%2F07%2Fdetik-detik-aceh-diguncang-gempa-64-sr&sa=D&sntz=1&usg=AFQjCNEs9S_0fiDMJi1TKaYosnjx0vIfhw> >>>>>> >>>>>> MasyaAllah Gempa Besar terjadi lagi di Aceh. Banyak menderita >>>>>> kehilangan nyawa manusia, Innalillahi wainna ilaihi raajiun. Kita doakan >>>>>> tidak akan bertambaah dengan runtunan gempa yang lebih besar menakutkan >>>>>> lagi. Amiiin ya Rabbil aalamiiin. >>>>>> >>>>>> -- MakNgah >>>>>> Sjamsir Sjarif >>>>>> >>>>> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
