Kewajiban bagi bangsa Indonesia memperingatinya terutama bagi kita orang SUMBAR
PDRI adalah penyambung nyawa RI. Maturidi Pada 14 Desember 2016 06.35, Sjamsir Sjarif <[email protected]> menulis: > > *Jokowi Dijadwalkan Jadi Irup HBN* > > > Selasa,13 Desember 2016 - 02:16:53 wib | Dibaca: *397* kali > > > *PADANG, HALUAN *— Presiden Joko Widodo dijadwalkan menjadi > inspektur upacara (Irup) Peringatan Hari Bela Negara (HBN) yang > dipusatkan di lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, 19 Desember 2017 > mendatang. Kehadiran Presiden RI ketujuh di HBN ini diharapkan bisa > mempercepat kelanjutan pembangunan monument Bela Negara yang saat ini > sedang terlantar di Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota. > > > “Jika tidak ada alang melintang, pelaksanaan upacara Hari Bela Negara > di Lapangan Imam Bonjol, Padang akan dipimpin oleh Presiden Jokowi. Ini > pertama kalinya HBN dilaksanakan di tanah kelahiran PDRI,” kata Ketua DHD > 45 Sumbar, Zulwadi Dt. Bagindo Kali kepada *Haluan*, Jumat (9/12) lalu. > > Informasi Presiden Joko Widodo yang akan menjadi Inspektur Upacara > dalam peringatan Hari Bela Negara nanti didapat dari hasil rapat persiapan > peringatan HBN di Kantor Gubernur, Kamis (8/12). Kabar ini disambut > gembira oleh seluruh lembaga pejuang yang ada di Sumatera Barat karena > memperkuat pengakuan negara terhadap PDRI dan peluang untuk melanjutkan > pembangunan Monumen Bela Negara yang sedang terbengkalai. > > “Seluruh pejuang yang masih hidup sangat senang dengan informasi ini. > Bukti bahwa PDRI semakin diakui oleh negara dan menjadi peluang untuk > melanjutkan monument Bela Negara. Semoga apa yang telah direncanakan > berjalan dengan baik sampai hari H,” kata Zulwadi. > > > Sebelumnya, pengakuan negara terhadap PDRI hanya dinyatakan dalam > Kepres No 28 tahun 2006 dengan menetapkan hari lahir PDRI tanggal 19 > Desember sebagai Hari Bela Negara. Kendati presiden ke 6, Susilo Bambang > Yudhoyono (SBY)menetapkan HBN sejak tanggal 2006, peringatan HBN secara > nasional baru terlaksana pada 19 Desember 2014 di Jakarta. > > > Namun, dalam agenda Presiden Jokowi di Sumatera Barat pada peringatan > HBN, tidak ada kunjungan ke Monumen Bela Negara. DHD 45 Sumbar berencana > mendesak protokoler untuk menjadwalkan peninjauan Monumen Bela Negara di > Koto Tinggi, Kabupaten 50 Kota. > > “Jelang tanggal 19 Desember, kami mencoba berkomunikasi dengan protokol > untuk menjadwalkan presiden Jokowi ke Monumen Bela Negara di Koto > Tinggi, Kabupaten 50 Kota. Pembangunan monument ini terhenti karena > tidak ada biaya setelah dibuka oleh mantan Presiden SBY tahun 2014,” > katanya. > > Ia juga mengatakan selama pembangunan monument terhenti, masyarakat di > lokasi basis perjuangan PDRI serta veteran Sumbar kecewa. Mereka merasa > pemerintah tidak menghargai perjuangan berat dan kesetiaan PDRI untuk > menyambung nyawa republik ini. > > > “Jika Jokowi bisa meninjau ke lokasi monumen, kekecewaan itu bisa sedikit > terobati,” katanya. > > Wakil Bupati Kabupaten 50 Kota, Ferizal Ridwal mengatakan dirinya telah > menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk menurunkan biaya kelanjutan > pembangunan monumen. Dengan momentum ini, sangat diharapkan orang no 1 > di Indonesia ini bisa meninjau langsung ke lokasi monumen. > > “Harapan masyarakat Kabupaten 50 Kota, Presiden Jokowi datang meninjau > langsung ke lokasi monumen. Soalnya, di sini PDRI dilahirkan dan banyak > pribumi yang berjuang. Semoga presiden terketuk hatinya untuk mengucurkan > dana,” kata Ferizal. (*h/mg-ang*) > > > On Tuesday, December 13, 2016 at 3:25:21 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> Rencana Peringatan Hari Bela Negara di Limapuluh Kota, Kementerian >> Pertahanan RI Akan Undang Jokowi >> 09 August 2016 >> >> Wakil Bupati Ferizal Ridwan (kanan) tengah berdiskusi dengan Direktur >> Bela Negara Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Pertama TNI >> M Faisal (tengah) di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, >> beberapa waktu lalu >> >> *Gerak-an.com, Limapuluh Kota *— Kementrian Pertahanan RI memastikan >> diri bakal terlibat menyiapkan berbagai agenda kegiatan dalam rangka >> peringatan Hari Bela Negara (HBN) di Kabupaten Limapuluh Kota, 19 Desember >> mendatang. Menurut wacana, kegiatan HBN 2016 di Limapuluh Kota bakal >> dipusatkan di GOR Singa Harau, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. >> >> Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, ketika >> melakukan diskusi terbatas bersama Bagian Humas Setkab di Kantor Bupati >> setempat, Selasa (9/8). Ferizal menyebut, pada peringatan HBN di Limapuluh >> Kota, Kementerian Pertahanan bakal memboyong Presiden RI, Joko Widodo. >> >> “Saya beberapa waktu lalu sudah konsultasi dengan Direktur Bela Negara >> Ditjen Pothan, Kementrian Pertahanan RI, Bapak Laksamana Pertama TNI M >> Faisal di Jakarta. Beliau menyanggupi, untuk terlibat langsung dalam >> persiapan serta penyelenggaraan HBN di Limapuluh Kota,” sebut Wabup Ferizal >> Ridwan. >> >> Direktur Bela Negara, Laksamana Pertama TNI M Faisal, dikatakan Ferizal, >> juga berjanji akan mengupayakan kedatangan Presiden Jokowi ke Limapuluh >> Kota. Oleh sebab itu, Kemenhan meminta kepada pemerintah daerah Provinsi >> Sumatera Barat maupun Kabupaten Limapuluh Kota, bisa segera mempersiapkan >> baik skedul, tempat, maupun anggaran kegiatannya. >> >> >> Selain membicarakan persiapan kegiatan HBN dengan Kemhan, Pemkab >> Limapuluh Kota, lanjutnya, juga sudah menyiapkan bermacam agenda, mulai >> dari upacara gabungan/apel nasional, atraksi Bela Negara dan pameran di GOR >> Singa Harau. Kemudian juga ziarah ke makam pahlawan PDRI di Lurah Kincia, >> Situjuahbatua, hingga kunjungan ke Monumen Nasional PDRI di Koto Tinggi, >> Gunuang Omeh. >> >> Sebanyak 15.000 satuan khusus, forum relawan, serta generasi muda bela >> negara, akan terlibat dalam kegiatan ini. Satuan ini terdiri dari unsur >> TNI/Polri, Karang Taruna hingga OKP. Ferizal mengharapkan, jika agenda HBN >> di Limapuluh Kota mendapat perhatian pusat, maka daerah basis perjuangan >> PDRI, kelak akan diperhatikan dari segi pembangunan. >> >> “Setidaknya, kita nanti bisa pula menagih dan menuntut kompensasi terkait >> pembangunan di daerah-daerah basis PDRI. Sebab, bagaimana pun, Limapuluh >> Kota serta beberapa daerah lain di Sumbar termasuk daerah basis perjuangan, >> basis pertahanan serta mata rantai berdirinya negara Indonesia. Ini harus >> kita manfaatkan, agar cita-cita para pahlawan dari daerah ini bisa >> terwujud,” sebutnya. (rep) >> >> >> On Monday, December 28, 2015 at 6:29:43 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >>> >>> Sayang dalam reply nan partamu tadi gambarnyo indak muncul, antah apo >>> sababnyo katu mangirim. >>> Kini MakNgah kirimkan baliak tapisah 2 gambar nan kosong tadi, mudaan >>> jaleh. >>> >>> On Monday, December 28, 2015 at 4:55:21 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >>>> >>>> [image: image1.(null)] >>>> >>>> [image: image3.(null)] >>>> >>>> Dalam komunikasi MakNgah jo Angku Nalfira Pamenan dari PemKab 50 Koto >>>> MakNgah tarangkan baa rasahnyo hati mancaliak gambar-gambar bangkalai >>>> pembangunan Monumen Bela Nasional. Hari ko 28 Des 2015 MakNgah baru tarimo >>>> gambar sadang muloi dipasang atoknyo. >>>> >>>> Sajuak hati dapek info dek tampaknyo karajo tu lai diansua-ansua. Kito >>>> tunggu dan monitor jo saba perkembangannyo. >>>> >>>> Salam, >>>> -- MakNgah >>>> >>>> ~~ Via iPhone, Sjamsir Sjarif, Santa Cruz, CA, USA >>>> >>> -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
