PEMANASAN GLOBAL Bumi yang kita tempati hari ini telah ditempati
manusia ribuan tahun yang lalu. Banyak teori yang berbicara tentang umur bumi,
baik ilmuwan maupun agamawan. Menurut para Ilmuan, bumi telah berumur jutaan
tahun, bahkan ada yang berpendapat miliaran tahun. Sementara berdasarkan, Bibel
diperkirakan umur bumi telah mencapai 13000 tahun. Sampai detik ini, bumi
"masih bersedia" menampung manusia, menyediakan berbagai macam kebutuhan
manusia. Bumi memang tidak selalu memberikan kenyamanan, karena pada
waktu-waktu tertentu bumi menjadi kekuatan yang mengerikan bagi manusia dalam
rupa bencana alam. Banjir, gempa, badai, kekeringan serta berbagai bentuk
keganasan yang lain, memberikan rasa takut dan menghilangkan nyawa manusia.
Namun sampai detik ini, bumi tetaplah planet satu-satunya yang bisa ditempati
manusia, meskipun para ilmuan luar angkasa memprediksi ada "bumi lain" di
galaksi lain di alam semesta ini.
Manusia dengan segenap kemampuan yang dimilikinya, telah menjadi makhluk
superior melampaui makhluk-makhluk lain yang ada di bumi ini. Sebagai makhluk
penguasa, manusia mengeksplorasi apa saja yang ada di alam, sesuai dengan
keinginannya. Apalagi di zaman modern ini, melalui penemuan-penemuan teknologi
yang semakin hari semakin canggih manusia pada titik tertentu telah bisa
mengobok-obok tatanan kehidupan.
Modernisasi telah meletakan posisi alam tidak lagi sebagai "yang sakral".
Tidak ada "hantu-hantu alam" yang harus ditakuti manusia. Sehingga tindakan
apapun boleh dilakukan dalam rangka mencapai kemakmuran. Ekspoitasi
besar-besaran dilakukan tanpa mengenal batas kecuali kepuasan. Sebagaimana yang
disampaikan oleh para ahli lingkungan, fenomena pemanasan global lebih banyak
diakibatkan oleh polusi dari industri-industri, pemakaian bahan bakar dari
fosil dan semakin parah dengan adanya penebangan hutan di kawasan khatulistiwa,.
Persoalan pemanasan global sebenarnya murni persoalan ekologi dan lingkungan.
Namun menjadi rumit karena masuknya aspek-aspek lain ke dalamnya. Politik dan
ekonomi menjadi pengeruh utama. Yang terjadi saat ini adalah sikap tidak peduli
satu sama lain. Masing-masing Negara hanya memikirkan kepentingan nasional
masing-masing. Sehingga tindakan merugikan Negara lain untuk kepentingan Negara
sendiri menjadi "halal" untuk dilakukan. Tidak hanya Negara, penyakit egoisme
ini telah pula merambah tataran hubungan individu dengan individu yang lain.
Sebenarnya, bumi tidak akan menjadi hancur karena ulah manusia. Bumi akan
tetap ada sepanjang mekanisme jagad raya memberikan kesempatan untuk
bereksistensi. Umur bumi jauh lebih tua dari umur umat manusia. Bumi telah
mengalami berbagai macam gangguan dan peristiwa-peristiwa dasyat dalam
perjalanan keberadaannya. Sehingga dapat kita katakan bumi telah tahan uji.
Sebagaimana yang kita ketahui, bumi pernah mengalami zaman es, banjir besar,
namun bumi tetap kuat untuk hadir sampai hari ini dan mungkin ribuan tahun ke
depan. Bumi punya mekanisme sendiri, yang tidak ditentukan oleh manusia. Bumi
punya hukum-hukum sendiri yang tidak mampu dilawan manusia.
Pemanasan global hanyalah reaksi natural yang dilakukan bumi atas kerja-kerja
manusia yang telah merusaknya. Tapi bumi tidak rusak, karena konsep rusak
sendiri adalah milik manusia. Ketika rasa angkuh manusia mencapai puncak
tertinggi sekalipun, bumi tidak akan merasa terinjak-injak dan tersakiti.
Namun, yang menakutkan adalah reaksi natural bumi terkadang menjadi sesuatu
yang menyengsarakan manusia. Bahkan mungkin reaksi natural bumi dalam menjaga
keseimbangannya akan menghancurkan "koloni makhluk angkuh" yang bernama
"manusia".
Egoisme manusia bahwa dia bisa melakukan apa saja terhadap bumi, bukanlah
sebuah kemenangan manusia terhadap alam. Namun ini merupakan bom waktu yang
diikatkan manusia ke tubuhnya sendiri. Sehingga pertanyaan, apakah manusia
masih ingin hidup lebih lama di dunia ini, melanjutkan garis jejak sejarahnya
di dunia melalui keberlangsungan keturunan ? Jawaban, tergantung pada manusia
itu sendiri.
Tinjauan yang penulis sampaikan tidak lebih dari pandangan sederhana
"sebab-akibat" dan "reward dan punishment". Karena manusia zaman ini telah
terjangkit virus teramat berbahaya yaitu materialisme. Sehingga hal yang
membuat manusia terbangunkan akan keadaan dirinya sendiri memang melalui
datangnya penderitaan-penderitaan. Jika pemanasan global tidak segera
ditanggulangi maka penderitaan-penderitaan semakin berat, dan terus-menerus
mengronrong manusia.
http://grelovejogja.wordpress.com
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---