Assalamu'alaikum Ww Sanak Zulfan.....
Indak sakali-duo doh wacana sarupo iko timbul..... baiak di RN, di pertemuan Alumni, di Gebu Minang. dan di forum-forum urang awak..... sabananyo lah jaleh bana apo nan jadi masalah di awak itu.... bukti empirik nan dapek diliek.... Namun baa lah.....antah ambo nan talongsong-talongsong.... atau kare' an di ranah nan kurang progresif...... nan paralu saketek banyak kito guguah juo sumangaik barubah ka nan labiah baiak itu... Halangan klasik sarupo tanah ulayat, pemimpin nan statik, dll ... indak bisa diparambunkan doh.... dituka lah carito Minang Maimbau tu jo carito Minang ka Mars... Wassalam Z Chaniago - Palai Rinuak Pada 3 Mei 2008 09:56, Zulfan Tadjoeddin <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Bung Indra, Pak Saaf, Pak Jamal dan sanak sapalanta, > > Kasus Cakak antar nagari di Solok seharusnya menjadi 'wake-up call' untuk > Minangkabau, terutama yg di ranah. Menurut literatur konflik yg saya baca, > ini adalah salah satu ciri keterbelakangan atau langkah menuju > keterbelakangan (involusi). Ada yang salah dalam tubuh kita (Minangkabau > secara umum, ranah dan rantau). Saya kuatir, nasib 'Minangkabau di > Indonesia' akan mengarah seperti keadaan 'Bangladesh di dunia > internasional', yaitu: 'diasporanya santiang2, tetapi di kampuang > kacau-balau'. Ini tidak berarti saya pesimis, harapan harus tetap ada. > > Ada paradox yang cukup kasat mata. Disatu sisi Minangkabau boleh bangga > dengan budanya-nya yg adi-luhung, kiprah orang2nya di perantauan dan, yg > terakhir, Pilkada Sumbar adalah salah satu yg terbaik di Indonesia (artinya > cukup matang dalam berdemokrasi di tingkat lokal). Tetapi disisi lain: (1) > ekonomi lokal sumbar stagnant (tdk kompetitif walau tingkat regional, lihat > sektor industri, pendidikan, pariwisata dll), (2) secara traditional > bergantung pada remintance (ini tidak sehat, lihat Phillipines), (3) di > dalam terbelah (lihat dikotomi ranah-rantau, saling cemeeh), (4) memiliki > banyak dimensi negative atau ambivalence dari budayanya yg perlu di > reformasi (kalau memang mau maju), (5) berbagai dimesi kemiskinan semakin > tampak (busung lapar, putus sekolah, pengangguran, dll), dan (6) DLL. > Semuanya saling terkait. Dan jangan lupa, ekonomi Sumbar sangat tergantung > pada sektor pemerintah (APBD) yg sebagian besar berasal dari kasihan ombak > Jakarta, ini diukur dengan rasio APBD terdapat PDRB. Sumbar sangat > gamang menghadapi desentralisasi. > > Ini memang bukan pengamatan yg up-to-date, hanya sebatas ota-ota palanta. > Tetapi seperti yg Indra katakan, ini persoalan serius. Sayangnya, sejauh > ini, persoalan serius ini hanya sebatas ota-ota palanta saja, ini tidak > cukup. Belum kelihatan upaya2 serius yg memadai untuk memikirnya. Saya belum > pernah membaca semacam kajian political economy of Minangkabau yang mampu > membaca persoalan2 ini dari perspektif yang lebih luas (atau mungkin sudah > ada?). Pertanyaannya adalah mengapa tidak ada? Bukankah disporanya > bertebaran dimana-mana? Bukankah di ranah sendiri banyak profesor dan > doktor? Mungkin ada yg bisa memberi pencerahan. > > Salam > Zulfan Tadjoeddin (35) > > -- > Z Chaniago - Palai Rinuak > > Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun > Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008 > " Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia " > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
