Sanak Arnoldison,
Sepanjang yang dapat saya amati, dukungan publik Amerika terhadap Obama 
adalah jujur, spontan, dan murni, baik dari yang berkulit putih maupun dari 
yang berkulit hitam. Sebabnya adalah karena persiapan dan penampilan 
pribadi Obama yang bukan main hebat, yang sangat mirip dengan Soekarno waktu 
muda, atau Soekarno dalam tahun 1950-an. 

 Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA)




----- Original Message ----
From: Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]>
To: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Sent: Wednesday, June 18, 2008 9:30:58 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: OOT: Catatan-catatan Lepas Perjalanan 11: Barack 
Obama, Soekarno Muda Amerika Serikat.


    Wassalamu'alaykum wr.wb

    Terima kasih pak Syaf atas informasinya.

    Saya masih mempertanyakan keikhlasan publik Amerika atas
    kesediaan merelakan orang kulit hitam menjadi orang nomor satu di
    Amerika.

    Kalau seandainya itu terjadi maka merupakan suatu lompatan besar,
    kalau Bill Gates mengatakan bahwa internet merupakan revolusi
    komunikasi, maka seandainya Barack Obama yang berkulit hitam itu
    betul-betul menjadi presiden AS maka merupakan revolusi human
    rights di AS.

    Selama ini saya selalu membedakan antara US Goverment dan American
    People, keyakinan saya publik Amerika tidak suka
    perang, karena perang yang dilakukan AS selama menciptakan musuh
    dimana-mana, sehingga bagi rakyat Amerika merupakan kerugian
    karena mengalami keterbatasan untuk pergi keluar negeri, akibat ketakutan 
terancam keselamatan.

    Sudah selayaknya publik Amerika bangkit untuk memonitor dan
    mengkoreksi kebijakan pemerintahnya , gaya kehidupan
    yang selama ini mereka nikmati telah  menutupi informasi-informasi 
sesungguhnya
    keadaan dunia yang semakin buruk akibat kebijakan pemerintahnya.

    Kita menunggu kebangkitan publik Amerika.

    Arnoldison

Tuesday, June 17, 2008, 11:32:42 PM, you wrote:

DSB> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta RN dan pegiat pariwisata  
Sumbar,
DSB>  
DSB> Hari Senin malam tanggal 16 Juni 2008  bersamaan dengan dengan hari Selasa 
pagi tanggal 17 Juni 2008 di Jakarta  saya sungguh terpaku menyaksikan siaran 
langsung pidato calon presiden Amerika
DSB> Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama, di Chicago, pusat industri 
mobil, yang sedang  menghadapi masa suram, bukan hanya akibat kenaikan harga 
BBM tetapi juga akibat persaingan dengan
DSB> mobil-mobil buatan Jepang dan Korea Selatan. Banyak pengamat politik 
Amerika yang beranggapan bahwa kepiawaiannya sebagai politisi benar-benar akan 
diuji sewaktu berhadapan dengan massa pemilih
DSB> di kota ini. 
DSB>  
DSB> Hasilnya luar biasa. Dengan wajah serius dan dengan sikap penuh percaya 
diri tanpa terkesan angkuh, Obama yang berusia 46 tahun dan sudah mendapatkan 
dukungan para delegasi dan super-delegates
DSB> dari Partai Demokrat, dan yang masih harus diresmikan dalam Konvensi 
Partai Demokrat pada tanggal 25 Agustus mendatang, menyampaikan 
program-programnya dengan kalimat-kalimat sederhana yang
DSB> mudah difahami setiap orang  lengkap dengan angka-angka dukungan anggaran 
untuk melaksanakan setiap program -- mengenai berbagai masalah yang sedang 
menjadi keprihatinan bangsa Amerika Serikat
DSB> dewasa ini. Walaupun masih berstatus sebagai calon presiden, namun secara 
amat meyakinkan, Obama sudah tampak sebagai seorang presiden baru Amerika 
Serikat, yang berbicara kepada seluruh bangsa
DSB> Amerika Serikat, terlepas apakah yang bersangkutan dari pengikut Partai 
Demokrat atau Partai Republik. 
DSB>  
DSB> Saya yang secara pribadi sudah mengalami  kurun kepresiden lima orang 
presiden Indonesia, dengan segera teringat pada gaya pidato Presiden Soekarno, 
yang selain mampu memukau orang banyak, juga
DSB> mampu menyampaikan gagasan dan kebijakannya dengan dukungan  data dan 
fakta, tanpa membaca konsep pidato sama sekali. Saya  yakin, pidatonya yang 
memukau massa tersebut selain berasal dari
DSB> pengalamannya sebagai senator, ingatan yang kuat, dukungan para 
penasihatnya dan ahli strategi kampanyenya, juga karena ia mempelajari seluruh 
masalah yang sedang dihadapi Amerika Serikat, baik
DSB> masalah dalam negeri maupun masalah luar negeri, dan mengembangkan 
serangkaian program yang cerdas untukmengatasinya. Seluruhnya itu 
jelas bersumber dari dedikasinya yang luar biasa kepada
DSB> Bangsa dan Negaranya yang sedang dirundung berbagai masalah itu.
DSB>  
DSB> Tentang masalah Perang Irak, ia menyatakan akan menarik pasukan Amerika 
Serikat dari perang yang dilancarkan tanpa dasar yang kuat dan selama lima 
tahun ini  telah memakan korban lebih dari 4000
DSB> orang anggota militer Amerika Serikat serta telah memakan biaya ratusan 
miliar dollar, pada saat Amerika Serikat sendiri sedang dirundung hutang luar 
negeri yang amat besar. Biaya yang bisa
DSB> dihemat, yang selama ini digunakan untuk membiayai perang yang 
sesungguhnya tidak perlu terjadi itu, akan digunakannya untuk membangun 
perekonomian Amerika Serikat sendiri. Untuk menyediakan
DSB> lapangan kerja, ia menjanjikan akan menambah anggaran untuk keperluan 
pendidikan dan pelatihan bagi setiap anak, menambah anggaran untuk mendorong 
penelitian dan pengembangan sehingga industri
DSB> Amerika Serikat bisa bersaingan dengan industri negara-negara lainnya, dan 
akan meninjau kembali perjanjian perdagangan luar negeri yang tidak adil. Ia 
menjamin agar orang Amerika paling sedikit
DSB>  mempunyai pendidikan setingkat college. Untuk itu ia akan menyediakan 
bantuan keuangan kepada setiap mahasiswa, yang harus dibayar kembali melalui 
pekerjaan sosial atau sebagai anggota Peace
DSB> Corps di luar negeri.Bagi anggota militer yang selesai menjalankan 
tugasnya di Irak, ia akan memperjuangkan G.I Bill , yaitu undang-undang yang 
menjamin kelanjutan pendidikannya di perguruan
DSB> tinggi. 
DSB>  
DSB> Bagi saya pribadi, yang amat mengesankan adalah program Obama untuk 
menghubungkan seluruh Amerika Serikat  dari kota-kota besar sampai ke desa-desa 
terpencil --- dengan jaringan internet
DSB> broadband dalam tempo sepuluh tahun mendatang.. Bukan main. Dapat saya 
bayangkan bahwa dengan dukungan jaringan internet broadband tersebut seluruh, 
ulangi seluruh, Amerika Serikat benar-benar
DSB> akan masuk ke abad 21. Jangan kita kira seluruh orang Amerika itu sudah 
makmur. Belum. Tahun 1974 dahulu saya pernah menyaksikan kemiskinan masyarakat 
Amerika, khususnya warga kulit hitam,  di
DSB> kota-kota Negara Bagian Louisiana. Saya tidak yakin keadaannya sudah 
berubah banyak selama 34 tahun ini. Saya pernah membaca tentang kemiskinan 
penduduk di pegunungan Appalachia, yang sampai
DSB> sekarang masih demikian halnya.. Saya percaya jaringan internet selain 
akan membuka wawasan mereka juga akan membuka peluang mereka untuk maju.
DSB>  
DSB> Dalam membela kepentingan nasional Amerika Serikat, ia tidak lupa 
kaitannya dengan politik luar negeri. Ia mengeritik pemerintahan Irak yang sama 
sekali tidak mau mengeluarkan anggaran untuk
DSB> membangun kembali negerinya sendiri. Secara khusus ia mengeritik 
perjanjian perdagangan dengan Korea Selatan, yang pada suatu sisi mengekspor 
ratusa ribu mobil ke Amerika Serikat, tetapi pada
DSB> sisi lain memproteksi hasil pertanian negerinya sendiri.
DSB>  
DSB> Secara amat meyakinkan ia benar-benar melumat seluruh kebijakan Presiden 
George W Bush serta kebijakan calon presiden Partai Republik John McCain, 
sehingga kedua tokoh Partai Republik tersebut
DSB> bagaikan sudah tinggal bayang-bayang belaka dalam pentas politik Amerika 
Serikat. Walau pemilihan presiden Amerika Serikat akan berlangsung empat bulan 
lagi, namun Obama sudah tampil secara amat
DSB> meyakinkan sebagai seorang presiden, yang selain mampu menyatukan kembali 
Bangsa Amerika juga mampu menunjukkan masa depan yang lebih baik untuk sepuluh 
tahun mendatang. Sebabnya sederhana.
DSB> Calon presiden Partai Demokrat lainnya, Senator Hillary Rodham Clinton, 
telah menghentikan kampanyenya dan secara ksatria mengakui kemenangan Obama, 
mengucapkan selamat, dan mendorong
DSB> pendukungnya untuk mendukung Barack Obama.Presiden incumbent George W Bush 
yang secara pribadi selama ini bersikap sangat angkuh, fanatik, terkesan tidak 
jujur, dan gagal dalam Perang Irak yang
DSB> tidak
DSB>  populer itu, secara in concreto seakan-akan sudah dilupakan oleh Bangsa 
Amerika .Calon presiden John McCain dari Partai Republik sudah cukup tua tua  
71 tahun   berambut putih dan terkesan
DSB> sakit-sakitan, selain tidak mahir berpidato dan kaku, juga tidak mampu 
menampilkan kebijakan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah 
yang sedang dihadapi oleh Bangsa Amerika.
DSB> Setelah tampil menyedihkan dalam rapat-rapat umum, sekarang ia berkampanye 
di kota-kota kecil. Dengan kata lain, Barack Obama sekarang ini merupakan 
seorang prima donna dalam panggung politik
DSB> Amerika Serikat. Tidaklah mengherankan bahwa mantan Wakil Presiden Al 
Gore, yang juga merupakan seorang pemenang Hadiah Nobel, memberikan dukungan 
kepada Barack Obama.
DSB>  
DSB> Para sanak pegiat pariwisata Sumatera Barat,
DSB>  
DSB> Selama malala sebulan lebih di Negara Bagian Texas dan California saya 
sudah sering mengikuti siaran langsung pidato kampanye para calon presiden 
Amerika Serikat, khususnya Senator Hillary
DSB> Rodham Clinton, Senator John McCain, dan Senator Barack Obama. Sungguh, 
dari pengamatan langsung ini  walau hanya melalui siaran televisi --  saya 
banyak belajar bagaimana sistem pemerintahan
DSB> demokrasi presidensial berfungsi sejak dari taraf yang paling awal, 
khususnya dalam memilih seorang calon presiden pada negara adikuasa tunggal di 
dunia masa kini. Saya merasa bersyukur selain
DSB> dapat menyaksikan munculnya seorang presiden Amerika Serikat pertama yang 
berkulit hitam juga menyaksikan akan lahirnya suatu era baru  Amerika Serikat, 
pasca rezim Presiden George W Bush yang
DSB> angkuh, fanatik, dan gila perang itu. Amerika Serikat telah melahirkan 
seorang statesman baru.
DSB>  
DSB> Sungguh menarik, bahwa Obama yang sebelum penampilannya yang fenomenal 
dalam bulan-bulan terakhir ini relatif belum banyak dikenal orang, bisa melejit 
demikian cepat mengalahkan para politisi
DSB> senior, sehingga di Indonesia ia bisa disebut sebagai seorang  satrio 
piningit. Juga amat menarik untuk diperhatikan bahwa biaya kampanye Obama 
tidaklah didukung oleh cukong-cukong besar yang
DSB> kemudian minta jabatan di pemerintahan  seperti terjadi di Indonesia   
tetapi berasal dari sumbangan para puluhan ribu  simpatisannya..Saya mendapat 
kesan bahwa walaupun Obama dicalonkan
DSB> melalui 'kenderaan' sebuah partai politik, namun hampir tidak terlihat 
peran dari dewan pimpinan pusat Partai Demokrat ini. Saya juga tidak pernah 
mendengar siapa ketua Partai Demokrat ini.
DSB> Seperti juga dengan para calon presiden lainnya, Obama didukung oleh 
sebuah tim sukses yang terdiri dari para sukarelawan yang dibiayai dari 
dukungan dana yang disumbangkan para pendukungnya.
DSB> Saya
DSB>  yakin betul, bahwa dalam sistem pemilihan presiden di Amerika ini tidak 
ada permintaan pimpinan pusat partai untuk mendapatkan  gizi  dari para calon, 
yang bagaimanapun juga  harus bertarung
DSB> sendiri memperoleh dukungan pemilih.
DSB>  
DSB> Mau tidak mau tentu saja saya membandingkan proses pemilihan presiden 
Amerika Serikat ini dengan proses pemilihan presiden di Indonesia, yang akan 
berlangsung bulan April 2009 yang akan datang.
DSB> Terbayang dalam pikiran saya para calon yang akan maju, antara lain: 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden M.Jusuf Kalla, para mantan 
presiden KH Abdurrahman Wahid dan Megawati
DSB> Soekarnoputri, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, mantan 
Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI/ Jenderal TNI Wiranto, mantan Gubernur 
DKI Jakarta Letjen Sutiyoso dan
DSB> beberapa ketua serta tokoh partai politik lainnya. 
DSB> Sungguh amat menyolok, bahwa tidak seorangpun di antara para calon 
presiden Indonesia mendatang ini yang merupakan orator yang mampu memukau 
publik, dan tidak seorangpun yang  sampai saat ini
DSB> -- telah menampilkan gagasan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab 
masalah-masalah besar bangsa Indonesia yang sudah dirundung krisis selama 10 
tahun terakhir. Lebih dari itu beberapa orang
DSB> di antara para calon presiden  ini menyandang masalah masa lampau yang 
perlu dijernihkannya lebih lanjut. Secara pribadi saya memperoleh kesan bahwa 
beberapa orang di antara para calon presiden
DSB> ini  hanya berbekal  jual pesona,  memanfaatkan fanatisme pendukung, atau 
jika hal-hal itu tidak dimilikinya, bersiap-siap untuk mengucurkan dana untuk  
membeli  suara pada saatnya nanti. Sedih
DSB> memang.
DSB>  
DSB> Akhirulkalam, saya  bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah sistem 
politik Indonesia melahirkan seorang Barack Obama Indonesia, yaitu seorang 
calon presiden yang merupakan tokoh muda
DSB> nasional  di bawah umur 50 tahun -- yang selain merupakan orator yang 
piawai dan relatif berpengalaman dalam pemerintahan,  juga mampu merumuskan 
kebijakan kenegarawanan yang meyakinkan untuk
DSB> menanggulangi kompleksitas masalah nasional yang demikian berat, terutama 
menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran, yang sudah benar-benar 
mencekik leher Rakyat ?  Terus terang, selama
DSB> partai politik Indonesia masih berfungsi seperti sekarang, yaitu sebagai 
broker dalam  industri politik  yang bergelimang uang,  saya koq tidak yakin. 
Mau tidak mau, nampaknya perlu ada
DSB> Reformasi Gelombang Kedua, untuk mengoreksi dan menuntaskan agenda 
Reformasi Gelombang Pertama yang telah dibajak  oleh para avonturir politik.
DSB>  
DSB> Bagi para sanak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang calon presiden 
baru Amerika Serikat mendatang ini silakan dibuka situs website-nya: 
www.barackobama.com. Pasti asyik. 
DSB> Wassalam,
DSB> Saafroedin Bahar
DSB> (L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA)



      
DSB> 



-- 
Best regards,
Arnoldison                            mailto:[EMAIL PROTECTED]






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke