Satuju jo usul pak Saaf. wassalam
2008/6/21, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>: > > Waalaikumsalam w.w. Sanak Hilman Mahyuddin, Ambo memang sering mandanga > para dunsanak kito maminta -- mungkin juo malah sampai manuntuik -- agar > kepresidenan Mr Assaat sebagai presiden Republik Indonesia > Jogjakarta dalam rangka Republik Indnesia Serikat, dan agar kepresidenan Mr > Syafruddin Prawinegara sebagai 'presiden PDRI' diakui. Ambo dapek kesan > bahaso umumnyo tuntutan tu alun dikaji batua-batua sacaro mendalam dan > labiah banyak karano perasaan sajo. Babarapo catatan ambo manganai masalah > ko adalah sabagai barikuik. > 1. Tentang kepresidenan Mr Assaat, memang sacaro *de facto *dan sacaro *de > jure *baliau malaksanakan tugas presiden Republik Indonesa nan > diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Nan mungkin jadi masalah adolah > apokah sacaro *konstitusional *memang dapek baliau disabuik sabagai > 'presiden kaduo', karano sabananyo baliau kan bafungsi sebagai *acting > *presiden > nan hanyo batugas salamo tujuah bulan antaro tanggal 27 Desember 1949 sampai > 17 Agustus 1950. Dalam sejarah ketatanegaraan kito banyak tokoh nan > ditugaskan sebagai pejabat presiden ko, antaro lain Dr Leimena, > Kalau parmintaan para sanak kito dipanuahi, tantu mungkin ada kiro-kiro > sapuluah urang presiden kito. Ambo indak bakabaratan. Tasarah ka para ahli > konstitusi. > 2. Tentang kepresidenan Mr Syafruddin Prawinegara, sepanjang pangatahuan > ambo, baliau sendiri indak panah manyabuik diri sabagai 'presiden', tetapi > sebagai 'Ketua PDRI'. Rasonyo baiak juo kito hormati sikap Mr Syafruddin > Prawiranegara tasabuik > Ambo raso, jauah labiah penting dan labiah rancak dari sakadar mamintak > baliau-baliau di ateh sabagai presiden nomor duo atau presiden nomor > tigo, adolah kalau ado urang Minang nan jadi capres dalam pilpres 2009 atau > 2014 atau 2019. Baa gak hati ? > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA) > > ----- Original Message ---- > From: Hilman Mahyuddin <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Saturday, June 21, 2008 5:48:19 AM > Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: OOT: Catatan-catatan Lepas Perjalanan 11: > Barack > Obama, Soekarno Muda Amerika Serikat. > > Assalamu'alaikum wr wb. > > Pak Saaf yht;Saketek usul bahwa de facto di Indonesia ko alah tujueh urang > Presiden Republik ko Yang indak disabuik sabuik dan masih alun diakui > keberadaannyo yolah Mr Asaat sebagai presiden R I S dimana waktu itu R I > dalam lingkungan R I S;serta Mr Syafrudin Prawiranegara sebagai presiden P D > R I,dimana R I waktu itu sudah tak ada.Ini perlu diungkapkan sesering > mungkin supaya kita tidak mengabaikan yang telah terjadi di republik > ini,juga untuk menyampaikan hal ini pada yang mudo2 seperti Miko,dr Rahyu > Salim dan sebagian besar urang dapue Rantaunet yang lahie sasudah thn 50 an. > Mudah2 an berkenan dan terima kasih. > > Wassalam; > > Hilman Mahyuddin.65 > > 2008/6/17 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>: > >> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta RN dan pegiat pariwisata >> Sumbar, >> >> >> >> Hari Senin malam tanggal 16 Juni 2008 – bersamaan dengan dengan hari >> Selasa pagi tanggal 17 Juni 2008 di Jakarta – saya sungguh terpaku >> menyaksikan siaran langsung pidato calon presiden Amerika Serikat dari >> Partai Demokrat, Barack Obama, di Chicago, pusat industri mobil, yang sedang >> menghadapi masa suram, bukan hanya akibat kenaikan harga BBM tetapi juga >> akibat persaingan dengan mobil-mobil buatan Jepang dan Korea Selatan. Banyak >> pengamat politik Amerika yang beranggapan bahwa kepiawaiannya sebagai >> politisi benar-benar akan diuji sewaktu berhadapan dengan massa pemilih di >> kota ini. >> >> >> >> Hasilnya luar biasa. Dengan wajah serius dan dengan sikap penuh percaya >> diri tanpa terkesan angkuh, Obama yang berusia 46 tahun dan sudah >> mendapatkan dukungan para delegasi dan *super-delegates* dari Partai >> Demokrat, dan yang masih harus diresmikan dalam Konvensi Partai Demokrat >> pada tanggal 25 Agustus mendatang, menyampaikan program-programnya dengan >> kalimat-kalimat sederhana yang mudah difahami setiap orang – lengkap dengan >> angka-angka dukungan anggaran untuk melaksanakan setiap program -- mengenai >> berbagai masalah yang sedang menjadi keprihatinan bangsa Amerika Serikat >> dewasa ini. Walaupun masih berstatus sebagai calon presiden, namun secara >> amat meyakinkan, Obama sudah tampak sebagai seorang presiden baru Amerika >> Serikat, yang berbicara kepada seluruh bangsa Amerika Serikat, terlepas >> apakah yang bersangkutan dari pengikut Partai Demokrat atau Partai Republik. >> >> >> >> >> Saya yang secara pribadi sudah mengalami kurun kepresiden lima orang >> presiden Indonesia, dengan segera teringat pada gaya pidato Presiden >> Soekarno, yang selain mampu memukau orang banyak, juga mampu menyampaikan >> gagasan dan kebijakannya dengan dukungan data dan fakta, tanpa membaca >> konsep pidato sama sekali. Saya yakin, pidatonya yang memukau massa >> tersebut selain berasal dari pengalamannya sebagai senator, ingatan yang >> kuat, dukungan para penasihatnya dan ahli strategi kampanyenya, juga karena >> ia mempelajari seluruh masalah yang sedang dihadapi Amerika Serikat, baik >> masalah dalam negeri maupun masalah luar negeri, dan mengembangkan >> serangkaian program yang cerdas untukmengatasinya. Seluruhnya itu >> jelas bersumber dari dedikasinya yang luar biasa kepada Bangsa dan Negaranya >> yang sedang dirundung berbagai masalah itu. >> >> >> >> Tentang masalah Perang Irak, ia menyatakan akan menarik pasukan Amerika >> Serikat dari perang yang dilancarkan tanpa dasar yang kuat dan selama lima >> tahun ini telah memakan korban lebih dari 4000 orang anggota militer >> Amerika Serikat serta telah memakan biaya ratusan miliar dollar, pada saat >> Amerika Serikat sendiri sedang dirundung hutang luar negeri yang amat besar. >> Biaya yang bisa dihemat, yang selama ini digunakan untuk membiayai perang >> yang sesungguhnya tidak perlu terjadi itu, akan digunakannya untuk membangun >> perekonomian Amerika Serikat sendiri. Untuk menyediakan lapangan kerja, ia >> menjanjikan akan menambah anggaran untuk keperluan pendidikan dan pelatihan >> bagi setiap anak, menambah anggaran untuk mendorong penelitian dan >> pengembangan sehingga industri Amerika Serikat bisa bersaingan dengan >> industri negara-negara lainnya, dan akan meninjau kembali perjanjian >> perdagangan luar negeri yang tidak adil. Ia menjamin agar orang Amerika >> paling sedikit mempunyai pendidikan setingkat *college.* Untuk itu ia >> akan menyediakan bantuan keuangan kepada setiap mahasiswa, yang harus >> dibayar kembali melalui pekerjaan sosial atau sebagai anggota *Peace >> Corps *di luar negeri.* *Bagi anggota militer yang selesai menjalankan >> tugasnya di Irak, ia akan memperjuangkan *G.I Bill *, yaitu undang-undang >> yang menjamin kelanjutan pendidikannya di perguruan tinggi. >> >> >> >> Bagi saya pribadi, yang amat mengesankan adalah program Obama untuk >> menghubungkan seluruh Amerika Serikat – dari kota-kota besar sampai ke >> desa-desa terpencil --- dengan jaringan *internet broadband *dalam tempo >> sepuluh tahun mendatang*. *Bukan main. Dapat saya bayangkan bahwa dengan >> dukungan jaringan *internet broadband *tersebut seluruh, ulangi seluruh, >> Amerika Serikat benar-benar akan masuk ke abad 21. Jangan kita kira seluruh >> orang Amerika itu sudah makmur. Belum. Tahun 1974 dahulu saya pernah >> menyaksikan kemiskinan masyarakat Amerika, khususnya warga kulit hitam, di >> kota-kota Negara Bagian Louisiana. Saya tidak yakin keadaannya sudah berubah >> banyak selama 34 tahun ini. Saya pernah membaca tentang kemiskinan penduduk >> di pegunungan Appalachia, yang sampai sekarang masih demikian halnya.. Saya >> percaya jaringan internet selain akan membuka wawasan mereka juga akan >> membuka peluang mereka untuk maju. >> >> >> >> Dalam membela kepentingan nasional Amerika Serikat, ia tidak lupa >> kaitannya dengan politik luar negeri. Ia mengeritik pemerintahan Irak yang >> sama sekali tidak mau mengeluarkan anggaran untuk membangun kembali >> negerinya sendiri. Secara khusus ia mengeritik perjanjian perdagangan dengan >> Korea Selatan, yang pada suatu sisi mengekspor ratusa ribu mobil ke Amerika >> Serikat, tetapi pada sisi lain memproteksi hasil pertanian negerinya >> sendiri. >> >> >> >> Secara amat meyakinkan ia benar-benar *melumat *seluruh kebijakan >> Presiden George W Bush serta kebijakan calon presiden Partai Republik John >> McCain, sehingga kedua tokoh Partai Republik tersebut bagaikan sudah tinggal >> bayang-bayang belaka dalam pentas politik Amerika Serikat. Walau pemilihan >> presiden Amerika Serikat akan berlangsung empat bulan lagi, namun Obama >> sudah tampil secara amat meyakinkan sebagai seorang presiden, yang selain >> mampu menyatukan kembali Bangsa Amerika juga mampu menunjukkan masa depan >> yang lebih baik untuk sepuluh tahun mendatang. Sebabnya sederhana. Calon >> presiden Partai Demokrat lainnya, Senator Hillary Rodham Clinton, telah >> menghentikan kampanyenya dan secara ksatria mengakui kemenangan Obama, >> mengucapkan selamat, dan mendorong pendukungnya untuk mendukung Barack >> Obama.Presiden *incumbent *George W Bush yang secara pribadi selama ini >> bersikap sangat angkuh, fanatik, terkesan tidak jujur, dan gagal dalam >> Perang Irak yang tidak populer itu, secara *in concreto *seakan-akan >> sudah dilupakan oleh Bangsa Amerika .Calon presiden John McCain dari Partai >> Republik sudah cukup tua tua – 71 tahun – berambut putih dan terkesan >> sakit-sakitan, selain tidak mahir berpidato dan kaku, juga tidak mampu >> menampilkan kebijakan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab >> masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh Bangsa Amerika. Setelah tampil >> menyedihkan dalam rapat-rapat umum, sekarang ia berkampanye di kota-kota >> kecil. Dengan kata lain, Barack Obama sekarang ini merupakan seorang *prima >> donna* dalam panggung politik Amerika Serikat. Tidaklah mengherankan >> bahwa mantan Wakil Presiden Al Gore, yang juga merupakan seorang pemenang >> Hadiah Nobel, memberikan dukungan kepada Barack Obama. >> >> >> >> Para sanak pegiat pariwisata Sumatera Barat, >> >> >> >> Selama *malala* sebulan lebih di Negara Bagian Texas dan California saya >> sudah sering mengikuti siaran langsung pidato kampanye para calon presiden >> Amerika Serikat, khususnya Senator Hillary Rodham Clinton, Senator John >> McCain, dan Senator Barack Obama. Sungguh, dari pengamatan langsung ini – >> walau hanya melalui siaran televisi -- saya banyak belajar bagaimana >> sistem pemerintahan demokrasi presidensial berfungsi sejak dari taraf yang >> paling awal, khususnya dalam memilih seorang calon presiden pada negara >> adikuasa tunggal di dunia masa kini. Saya merasa bersyukur selain dapat >> menyaksikan munculnya seorang presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit >> hitam juga menyaksikan akan lahirnya suatu era baru Amerika Serikat, >> pasca rezim Presiden George W Bush yang angkuh, fanatik, dan gila perang >> itu. Amerika Serikat telah melahirkan seorang *statesman *baru. >> >> >> >> Sungguh menarik, bahwa Obama yang sebelum penampilannya yang fenomenal >> dalam bulan-bulan terakhir ini relatif belum banyak dikenal orang, bisa >> melejit demikian cepat mengalahkan para politisi senior, sehingga di >> Indonesia ia bisa disebut sebagai seorang *satrio piningit.* Juga amat >> menarik untuk diperhatikan bahwa biaya kampanye Obama tidaklah didukung oleh >> *cukong-cukong *besar yang kemudian minta jabatan di pemerintahan – >> seperti terjadi di Indonesia – tetapi berasal dari sumbangan para >> puluhan ribu simpatisannya..Saya mendapat kesan bahwa walaupun Obama >> dicalonkan melalui 'kenderaan' sebuah partai politik, namun hampir tidak >> terlihat peran dari dewan pimpinan pusat Partai Demokrat ini. Saya juga >> tidak pernah mendengar siapa ketua Partai Demokrat ini. Seperti juga dengan >> para calon presiden lainnya, Obama didukung oleh sebuah *tim sukses *yang >> terdiri dari para sukarelawan yang dibiayai dari dukungan dana yang >> disumbangkan para pendukungnya. Saya yakin betul, bahwa dalam sistem >> pemilihan presiden di Amerika ini tidak ada permintaan pimpinan pusat partai >> untuk mendapatkan 'gizi' dari para calon, yang bagaimanapun juga harus >> bertarung sendiri memperoleh dukungan pemilih. >> >> >> >> Mau tidak mau tentu saja saya membandingkan proses pemilihan presiden >> Amerika Serikat ini dengan proses pemilihan presiden di Indonesia, yang akan >> berlangsung bulan April 2009 yang akan datang. Terbayang dalam pikiran saya >> para calon yang akan maju, antara lain: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, >> Wakil Presiden M.Jusuf Kalla, para mantan presiden KH Abdurrahman Wahid dan >> Megawati Soekarnoputri, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, >> mantan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI/ Jenderal TNI Wiranto, >> mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen Sutiyoso dan beberapa ketua serta tokoh >> partai politik lainnya. >> >> >> >> Sungguh amat menyolok, bahwa tidak seorangpun di antara para calon >> presiden Indonesia mendatang ini yang merupakan orator yang mampu memukau >> publik, dan tidak seorangpun yang – sampai saat ini -- telah menampilkan >> gagasan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah besar >> bangsa Indonesia yang sudah dirundung krisis selama 10 tahun terakhir. Lebih >> dari itu beberapa orang di antara para calon presiden ini menyandang >> masalah masa lampau yang perlu dijernihkannya lebih lanjut. Secara pribadi >> saya memperoleh kesan bahwa beberapa orang di antara para calon presiden >> ini hanya berbekal *jual pesona, * memanfaatkan fanatisme pendukung, >> atau jika hal-hal itu tidak dimilikinya, bersiap-siap untuk mengucurkan dana >> untuk 'membeli" suara pada saatnya nanti. Sedih memang. >> >> >> >> *Akhirulkalam, *saya bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah >> sistem politik Indonesia melahirkan seorang Barack Obama Indonesia, yaitu >> seorang calon presiden yang merupakan tokoh muda nasional – di bawah umur 50 >> tahun -- yang selain merupakan orator yang piawai dan relatif berpengalaman >> dalam pemerintahan, juga mampu merumuskan kebijakan kenegarawanan yang >> meyakinkan untuk menanggulangi kompleksitas masalah nasional yang demikian >> berat, terutama menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran, yang >> sudah benar-benar mencekik leher Rakyat ? Terus terang, selama partai >> politik Indonesia masih berfungsi seperti sekarang, yaitu sebagai *broker >> *dalam "industri politik" yang bergelimang uang, saya *koq *tidak yakin. >> Mau tidak mau, nampaknya perlu ada Reformasi Gelombang Kedua, untuk >> mengoreksi dan menuntaskan agenda Reformasi Gelombang Pertama yang telah >> dibajak oleh para avonturir politik. >> >> >> >> Bagi para sanak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang calon presiden >> baru Amerika Serikat mendatang ini silakan dibuka *situs website*-nya: >> www.barackobama.com. Pasti asyik. >> >> Wassalam, >> Saafroedin Bahar >> (L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA) >> >> >> >> >> > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
