Batua Da…jadi memang alun ado nilai-nilai basamo nan kamanjadi dasar 
untuak manggabuangkan partai Islam nan ado kiniko. Sebagaimana halnya 
Islam yang tidak tunggal, begitu pula parpol Islam akan mengusung 
kepentingan masing-masing, ideologi masing-masing serta ambisi masing-
masing.

Ambiaklah contoh PKS (dek banyak nan manyabuik partai ko ) di 
sumatera selatan bakoalisi jo PDIP dalam pilgub mendatang. Kalau 
dikaji lewat ideologi dan historis kedua partai ini sesungguhnya 
tidak cocok berkoalisi. satu Islam puritan, satu lagi nasionalis 
abangan. Kalau menurut Clifort Geerzt abangan dan santri ini akan 
sulit untuk disatukan. Tidak ada nilai-nilai bersama yang bisa 
diperjuangkan sebagai landasan untuk bersatu dan bekerjasama. Tapi 
kenyataannya mereka berkoalisi meskipun temporer untuk merebut 
kekuasaan-- diluar apakah kalau mereka menang atau kalah, perbedaan 
ideologi partai ini akan bermasalah kelak dikemudian hari--.

Menarik untuk mencermati partai Islam ini khususnya PKS. Ketika masih 
bernama Partai Keadilan (PK), kader PK ini sangat militant dan 
puritan. Sehingga ketika pemilu 2004 lalu dengan bermodal militansi 
dan manajemen yang bagus PKS menjadi fenomenal karena mampu masuk ke 
6 besar. 

Menghadapi pemilu 2009 ini juga akan sangat menarik karena PKS secara 
tegas menyatakan sebagai partai plural pada Rakernas di Bali kemaren. 
Penegasan sebagai partai plural ini menarik karena secara image, PKS 
adalah Islam puritan dimana kadernya boleh dikatakan menjalani Islam 
secara kaffah yang kalau diartikan lebih jauh lagi menjalankan Islam 
secara konseptual.  Dengan menjadi partai pluralis berarti PKS siap 
menampung kader dari agama lain (hal ini dibuktikan dengan adanya 
caleg kristian di Papua). Yang menjadi pertanyaan apakah kader 
militan PKS yang menjalankan Islam puritan tersebut tidak akan kecewa 
dan beralih meningglkan PKS ? bisa jadi iya dan bisa juga tidak 
karena PKS adalah partai yang mempunyai kepemimpinan kolektif, basis 
massa PKS sangat patuh kepada keputusan yang dibuat partai.

Waduh kok jadi membahas PKS ya ? tapi yang jelas, mengharapkan partai 
Islam untuk berkuasa saat ini butuh perjuangan ekstra keras kalau 
bukan hampir mustahil….

mengenai paragraf terakhir Uda ambo no commentlah..itu salah satu 
contoh Islam sebagai kedok dalam berpolitik…jadi umat harus pintar-
pintar dan jeli dalam memilih partai berlabel Islam. Jangan mau 
terkecoh dengan slogan dan penampilan belaka…apalagi sekedar sentimen 
etnis :)

salam

Ben


--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Batua Ben....
> 
> Sepintas terlihat lebih mudah kalau partai yang berideologi sama 
'berfusi' 
> menggabungkan diri. 
> Persoalannyo, setelah mereka berfusi, apo awak masih merasa 
terwakili dek 
> partai hasil fusi itu?
> Misalkan si A adalah pendukung partai X, lalu partai X, Y, Z 
kemudian 
> merger jadi partai '('ain)....lalu apo si A masih maraso se-
ideologi jo 
> partai 'ain tadi? Atau malah jadi golput...? Mamak kanduang ambo, 
> partainyo PERTI. Sasudah islam hanya diwakili PPP, beliau memilih 
golput. 
> Kalau ditanyo, piliah apo Mak?..PERTI, katonyo. :-)
> Sebab kalau berfusi, pasti ado idealisme yang 
dikorbankan...Pengorbanan, 
> bagi partai barangkali dianggap strategi, tapi bagi pemilih bisa 
jadi 
> dianggap pengkhianatan.
> 
> Ambo suko partai A, dan sangaik mambanci partai C. Makonyo di 
pemilu ambo 
> piliah partai A. Ternyata, belakangan demi strategi pemenangan 
pilkada, 
> partai A ambo malah berduet jo partai C. Pasangan A dan C ko 
ternyata 
> manang. Bagi partai A, itu strategi, bagi ambo itu pengkhianatan. 
Kalau ka 
> merger juo jo si C, manga ambo piliah A patang2? Karena bagi 
sebagian 
> orang, pilihan partai adalah masalah ideologi, bukan masalah kalah 
manang. 
> 
> 
> Tidak ada teman abadi, yang ada hanya kepentingan abadi...berlaku 
bagi 
> politisi. Bagi rakyat, baa? Ambo ingek haru biru di milis Amien-
Siswono 
> katiko pak Amien Rais kalah 2004.....ado yang nulis giko : ndak baa 
pak 
> Amien kalah, tapi dek kami memilih pak Amien ko sekaligus 
menunjukkan 
> identitas kami. Jadi memang banyak waktu tu ndak yakin pak Amien 
manang, 
> tapi tetap juo 'kekeuh' miliah pak Amien.  'Sia' nan dipiliah, 
menunjukkan 
> 'sia' pemilihnyo. 
> Kalau ambo ambiak contoh, kalau bintang film (reagen, estrada)  
manjadi 
> presiden tantu yang mamiliah kebanyakan dari golongan penggemar 
film, kan 
> baitu.
> 
> Itulah saketek uneg2.. :-)
> Saketek lai yang maugia-ugia juo di kiro2...baa kok sampai ado 
partai yang 
> berasas islam yang mamecat salah satu ketuanyo, karena si ketua 
> berpoligami :-) Katonyo, poligami sang ketua bisa mengurangi suaro 
> partainyo tahun 2009.
> 
> 
> salam
> 
> ridha/male/30thn-jkt
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> "benni_inayatullah" <[EMAIL PROTECTED]> 
> Sent by: [email protected]
> 07/08/2008 10:26 AM
> Please respond to
> [email protected]
> 
> 
> To
> [email protected]
> cc
> 
> Subject
> [EMAIL PROTECTED] OOT: PEMILU 2009, URANG AWAK GOLPUT atau pilih PKS
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Bung Mantari, kalau anda bermaksud memilih partai berdasarkan 
> ideologi maka saya pastikan anda akan bingung seketika, karena 
> ideologi partai hanya ada diatas kertas  semata, sementara dalam 
> realita tidak ada partai yang mempunyai ideologi jelas. Bila anda 
> ragu, coba anda bandingkan ideologi Golkar dengan Demokrat.  apa 
> bedanya ? atau PAN dengan PKS,  sama sama partai yang berbasiskan 
> Islam sosiologis dan sama-sama menegaskan sebagai partai Pluralis.
> 
> Kemudian sebagai orang Minangkabau, seandainya ABS-SBK 
diterjemahkan 
> menjadi urang awak harus  memilih partai Islam, maka harus 
dibedakan 
> lagi partai yang Islam mana ? apakah secara teologis seperti PPP, 
PBB 
> dan PBR atau Partai yang Islam secara sosiologis seperti PAN, PKS 
> atau PKB. 
> 
> Kalaupun anda memilih salah satu dari sekian banyak partai yang 
> berlabelkan Islam tersebut, maka secara tujuan politik saya percaya 
> tidak akan tecapai, boleh dikatakan mustahil salah satu partai 
> tersebut untuk muncul sebagai pemenang. Akan menang kalau sekiranya 
> partai berlabelkan Islam tersebut melakukan merger menjadi satu 
> partai atau paling tidak menjadi dua partai yang bisa digolongkan 
> secara sederhana misalnya tradisionalis dan modernis.
> 
> tapi pilihan itu juga hampir mustahil karena modal sosial (social 
> capital) yang dimiliki partai tersebut sangat tipis. saking 
tipisnya 
> sehingga sulit untuk bekerjasama apalagi dalam keadaan merger. 
Sebab, 
> lainnya fragmentasi Islam itu sendiri sangat rumit dan terpecah 
> belah. Bagaimana akan bekerja sama bila modal sosial tidak ada ? 
> bagaimana akan bekerjasama bila "trust" tidak terbangun ? Bagaimana 
> akan bekerjasama bila elite partai sendiri tidak dewasa menyikapi 
> perbedaan ?
> 
> sehingga tidak dapat disalahkan bila sebagian besar masyarakat 
> memilih untuk Golput atau memilih partai berdasarkan patronase. 
> 
> bingungkan ?  sama, saya juga bingung
> 
> tapi biar gak dikatakan kurang tegas, plin plan, sarupo baliang-
> baliang diateh bukik, sebagai orang awak coba saja anda cermati 
> silsilah pimpinan partai yang ada. Kalau ada bau-bau 
Minangnya..pilih 
> saja partainya meskipun marganya Batak (Misalnya loh seperti 
> kebiasaan urang awak)
> 
> atau seperti yang sudah anda lakukan, pilih saja calonnya..apakah 
itu 
> calon mertua, tetangga sebelah rumah, langganan kacang tojin, 
mantan 
> mandan bamain domino atau siapapun itu tanpa melihat partainya. 
sebab 
> dalam pemilihan langsung ini, yang kita pilih adalah orangnya. 
kalau 
> orangnya punya integritas, apapun partainya tidak jadi masalah
> 
> jadi jangan golput, karena itu tidak mendidik meskipun sikap itu 
> suatu pilihan juga sesungguhnya…
> 
> 
> salam
> 
> Ben
> 
> 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke