Aha..... Cubolah ado kompetitornyo PLN itu , mungkin baru akan barubah....
Liek sajolah si sombong Telkom..... kini baru mulai tau baraso salamo iko karajo banyak mangicuah-nyo.... Z Chaniago 2008/7/10 Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>: > Ha ha, > > PLN saya rasa adalah perusahaan yang agak2 lucu > > Dibangun dengan dana dari APBN), pasar tidak perlu dicari, pesaing tidak > punya. > Kalau pelanggan melalaikan kewajiban, listrik diputus. > Sebaliknya, kalau penyaluran listrik yang terganggu, yang salah adalah > debit air, atau apa saja, dan sekarang lelucon terbaru: mutu batubara. > Pokoknya, yang namanya PLN itu ga pernah salah ... > > Tentang pesan untuk mengurangi pemborosan, he he lucu juga. Daripada > menyuruh pelanggan mengganti lampu dengan LHE, mematikan lampu 2 biji > semalam dst2 (kaya slogan jaman dulu), lebih baik suruh gedung2 bertingkat > sepanjang jalan sudirman - thamrin mematikan lampu di ruangan yang tidak ada > orangnya. Itu aja udah ga tau berapa puluh ribu lampu tuh ... > > Riri > > > > > > 2008/7/9 Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]>: > > Mau klarifikasi aja... >> PLTA memiliki ambang batas elevasi, dan hanya memindahkan air (energi >> kinetik digunakan untuk memutar turbin), bukan menghisap, karena yang >> digunakan adalah tenaga airnya bukan airnya. Dan sampai saat ini PLTA masih >> merupakan pembangkit listrik teraman, murah dan ga ada polusinya. Dan PLTA >> memiliki standar elevasi dan amdal. >> Dari PLTA yang ada di Jawa, kekeringan bukan disebabkan oleh PLTA, namun >> karena lahan tangkapan hujan berupa hutan disekitar danau/waduk/bendungan >> beralih fungsi menjadi lahan perumahan, dan industri. >> YAng jadi PR kita saat ini adalah bagaimana mengamankan sumber-sumber hulu >> air dari kedua danau tersebut, khsuusnya bukit dan hutan disekitar Singkarak >> dan Maninjau yang sudah banyak beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan >> perumahan. >> Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama. Dan mohon juga kepada >> milister di rantau net, mengajak sanak saudaranya di ranah untk mengurangi >> pemakaian listrik nya yang ga perlu: >> - Matikan lampu yang tidak digunakan, gunakan lampu LHE (8 watt setara 40 >> watt) >> - Gunakan alat listrik seperlu, dan hindari peralatan yang boros listrik, >> seperti magic jar dll. >> Dan lain-lain.Apabila beban konsumsi listrik berkurang maka defist juga >> berkurang dan tentu saja pemadaman bergilir juga dapat dikurangi. >> Di Bali, Pemda sudah mengurangi pemakaian listrik dengan mengurangi jam >> nyala lampu jalan, dan khusus di kantor2 PLN Bali kami melakukan audit >> energi. Mudah-mudahan di kantor PEMDA SUmbar juga melakukan hal yg sama. >> >> Salam >> Bot SP >> >> >> *hambociek <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: >> >> Keterangan pendek ini sangat membantu pengertian masyarakat >> ditengah-tengah kekeliruan remang-remang kegelapan. Tetapi ada lagi >> kekhawatiran sebagai efek samping obat pahit 4 kali sehari ini: >> > Akibatnya PLN memaksimalkan PLTA MAninjau dan Singkarak sepanjang hari, >> sehingga air kedua danau itu pun cepat surut. >> Dahulu dalam Lapau ini pernah didiskusikan penurunan permukaan air >> danau-danau di Sumatera, terutama Danau Maninjau, Singkarak, dan Toba. >> Kalau pengisapan air Danau Singkarak dan Maninjau dilakukan terus sebagai >> obat penawar sementara (pahilangkan, paengah sakik panipu diri) apakah kita >> tidak khawatir nanti dengan Malapetaka Besar jangka panjang kehilangan >> suplai tenaga air di kedua danau ini? Daerah-daerah sekitar Danau Singkarak >> dan Maninjau misalnya akan menjadi bukit tandus seperti pemandangan kita di >> gambar-gambar bukit-bukit batu sekitar Mekah? >> Salam, >> --MakNgah >> Sjamsir Sjarif >> >> --- In [EMAIL PROTECTED], Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> > >> > Pagi tadi, sahabat lama saya, FErri yang sekarang jadi pengusaha >> komputer di kota Padang, tiba-tiba mengirim sms. Awalnya, saya merasa >> "surprise" karena lama tidak berhubungan dengan sahabat saya tersebut. Namun >> saya terkejut itu surut karena sms dalam bahasa Minang tersebut isi begini; >> > "Apo pangana PLN SUmbar ko Bot, bantuak makan ubek se mamatian lampu, 4 >> kali sahari" (Apa yang dipikirkan oleh PLN Wil Sumbar ini Bot, seperti makan >> obat saja, mematikan lampu 4 kali sehari) >> > Kemudian saya segera menghubungi rekan saya di bagian HUMAS PLN Wil. >> Sumbar untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Ternyata alasan nya tepat seperti >> apa yang saya pikirkan, 2 Unit mesin PLTU Ombilin yang menjadi baseload Wil >> Sumbar rusak. Usut punya usut, ternyata kerusakan tersebut sebagai akumulasi >> kerusakan akibat menggunakan batubar akalori rendah yang terpaksa digunakan >> karena batubara kalori tinggi sudah habis di ekspor untuk emmenuhi kontrak >> jangkapanjang yang ditnda tangani beberapa tahun silam. Tragis. >> > Menyikpi hal ini, PLN Sumbar kemudian mengenjot penggunaan PLTA >> Singkarak dan Maninjau serta puluhan mesin PLTD yang boros BBM dan sangat >> mahal. Air Danau Maninjau dan Singkarak pun terbatas hingga elevainya tidak >> memadai karena memang digunakan pada Peak Load saja. Hasilnya, Sumatera >> BArat, khususnya kota PAdang harus menderita pemadaman bergilir. >> > Dan Ferri, satu diantara ratusan pengusaha kecil di Sumtera Barat harus >> menerima kerugian yang tidak sedikit. Pertanyannya klasik, Siapa yang salah, >> LAngkah apa yang dialkuakn , kemana harus mengadu? >> > Nan, masyarakat pun dengan bulat sepakat menuding PLN yang tidak becus, >> korupsi, "gadang ota" dan lain-lain. Tapi tak banyak yang "mau tahu" >> bagaimana listrik ini dibuat oleh insinyur2 PLN yang juga anak bangsa >> sendiri⦠>> > Andaikan listrik itu bisa dijual seperti menjual minyak goring, di buat >> missal, dibungkus, lalu dikirim ke seluruh di Indonesia, tentu pekerjaan itu >> akan lebih mudah. Tapi listrik adalah barang yang harus dibuat, disalurkan >> dan disajikan kepemakai pada saat itu juga. >> > Mungkin sebagai gambaran saja buat milister disini, untuk wilayah SUMBAR >> sendiri, dari informasi yang saya dapat dari HUMAS PLN Sumbar, base load >> (penyuplai dasar) untuk Sumbar adalah jaringan interkoneksi Sumbagsel >> sebesar 200 MW, dan PLTU Ombilin sebesar 160 MW. Pada saat peak load (beban >> puncak, dimana waktu pemakaian listrik sedang tinggi2nya, biasanya jam 6 >> sampai 10 malam), barulah PLTA Singkarak dan MAninjau digunakan, hal ini >> dilakukan untuk menjaga elevasi (pasokan air keduadanau tersebut). Kalau >> masih belum tertutupi, barulah PLTD dan PLTG yang berbahan baker Minyak >> Solar (PLN membeli Solar dengan harga pasar internasional Rp. 11.000/Liter) >> dinyalakan. >> > Kondisi saat ini, PLTU Ombilin keluar dari system, akibat kerusakan pada >> turbin yang ternyata merupakan akumulasi penggunaan Batubar kalori rendah >> (padahal spec baubara yang digunakan untuk pembangkit ini adalah Batubaa >> kalori tinggi). Penggunan batu bara kalori rendah ini dugunakan akibat >> langka nya batubara kalori tinggi yang diekspor ke Malaysia, Thailand, >> Australi, Jepng dan New Zealand guna memenuhi kontrak jangka panjang. >> > Akibatnya PLN memaksimalkan PLTA MAninjau dan Singkarak sepanjang hari, >> sehingga air kedua danau itu pun cepat surut. Sedangkan tambahan dari >> system interkoneksi SUMBAGSEL tidak bisa ditambah. Hasilnya, >> kekurangan/deficit daya yang cukup parah sehingga terjadilah pemadaman yang >> tidak tentu diseluruh system Sumatera Barat. >> > >> > Itu informasi yang baru ambo dapat dari rekan ambo di HUMAS PLN Sumbar. >> Kebetulan ambo karajo di PLN dan mengikuti perkembangan krisis listrik di >> Ranah. >> > >> > Salam >> > Bot SP >> >> >> >> > > > > -- Z Chaniago - Palai Rinuak Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008 " Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia " --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
