So nan kini baa galehe... Eaa solusinyo? itu nan penting. Ka dibuek pulo kompetitor... nan ado malah maikuiki harago listrik Internasional pulo bak cando BBM ko eh... lah jiruih dunsanak awak dek kanaikan BBM kini ka naiak pulo listrik..(cubo liek sektor retail di BBM ko) disampiang harago BBM nan manjujuik naik apokah kabijakan mahapuih/manurunkan subsidi bukan merupakan sebuah konspirasi perush2 retail yg merupakan kompetitornyo Pertamina.. "hanya sebagai pembanding"
Pertanyaannyo adolah; baa bana kebijakan Nasional Energi di Republik ko... (indak sajo BBM, Gas, bahkan sampai ke Electricity Sourches) iko nan sangat krusial untuak diperbincangkan... Kok nan salah tata kelola dan nan mengelolanyo nan tidak/kurang transparan dan kurang amanah tantunyo iko nan harus dipaeloki.., kalau maikuti kaedah perusahaan standar internasional nan utamo adolah kapuasan pelanggan. kok dapek ko heh... hilangkan budaya kongkalingkong antaro pemerintah, perusahaan "dalam hal ko PLN" jo DPR. Harus dituka pulo gandang jo iramanyo... tamasuak panari dan lainnyo.. hahaaa... lah bakujuik-kujuik ko nampaknyo... Wassalam Deddy. S - Maninjau nan maimbau sadang manaruko di Dubai --- On Thu, 7/10/08, Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Penyebab Krisis Listrik Sumbar==> Batubaro e bajua ka Japang sadoalah e... To: [email protected] Date: Thursday, July 10, 2008, 1:14 AM Assalamu'alaikum Ww Wah-wah..... kalau cuma minta maaf... sudah terlalu biasa....sudah nggak ada greget-nya.... lebih baik suruh tobat saja biar nggak kebeban di akhirat.... soal PLN .. tidak semua pembangkit itu memakai sumber fosil... juga telah banyak pembangkit yang sudah UNTUNG... seperti banyak PLTA-PLTA yang telah BEP...yang sumber energi kinetik-nya relatif gretong...... yang jadi masalah sekarang..... apakah PLN tersebut sudah bekerja maksimal dan effisien? itu baru PLN-nya... belum oknum-oknum karyawan-nya..... Kalau di sisi pelanggan.... selama gua bisa bayar ....apa secara bisnis ekonomi salah kalau gua pakai banyak? Wassalam Z Chaniago - Palai Rinuak 2008/7/10 Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]>: Dulu, sewaktu kuliah saya berpikiran sama. Secara logika bisnis, PLN tidak mungkin rugi. Tapi ternyata logika bisnis itu tidak berlaku di PLN. BAgaimana akan untung kalau disuruh menjual listrik dibawah harga pokoknya. Sebagai pengetahuan saja, 1 liter Solar menghasilkan maksimal 3 kWh. PLN diwajibkan membeli Solar ke Pertamina sesuai harga pasar internasional, yakni Rp. 11.000,- maka 1 kWh itu untuk modal BBMnya saja sudah membutuhkan uang Rp. 3.600. Sedangkan 1 kWh dijual ke masy. antara Rp 500 - 1380. Siapa yang mau berbisnis seperti ini? Kalau mau, pemerintah tinggal meliberalisasikan listrik, harga listrik sesuai harga keekonomian, yang ujung2nya bukan membuat listrik lebih murah. Karena listrik memang mahal, punya variable penentu yakni harga energi primer yang fluktuatif, berbeda dengan pulsa hp. Tapi intinya bukan itu Bapak, Ibu, Mamak jo Bundo ambo nan di palanta, tapi adalah "awareness" kita semua bahwa listrik itu adalah kewajiban PLN untuk menyediakan, tapi kewajiban kita juga untuk menggunakan sebijak mungkin karena listrik itu memang mahal. Gampang saja membanding, 1 kWh cuma seharga 1 bungkus mie sedaap. Padahal dengan 1 kWh itu Bapak ibu sudah bisa menyetrika 3 jam. Sebelumnya, saya mohon maaf atas pelayanan rekan-rekan di PLN Sumbar yang mungkin tidak berkenan dan kurang memuaskan. Salam Bot SP -- Z Chaniago - Palai Rinuak Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008 " Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia " --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
