Balimau Bukan Syarat Memasuki Ramadan   Jumat, 29 Agustus 2008

[image: Image]Padang, Singgalang
Rencana Camat Koto Tangah Al Amin yang akan memisahkan tempat balimau antara
laki-laki dan perempuan mendapat dukungan berbagai pihak. Anggota DPRD Kota
Padang Budiman, S.Ag berpendapat itu adalah sebuah solusi cerdas dalam
menghadapi tradisi balimau dalam menghadapi Ramadhan 1429 H beberapa hari
lagi. "Saya sebagai anggota dewan mendukung 100 persen rencana camat Koto
Tangah itu. Saya juga menghimbau pihak lain untuk mendukung itu, bahkan
kalau bisa meniru apa yang akan dilakukan Camat koto tangah," ujar anggota
Komisi D DPRD Padang itu ketika dihubungi Singgalang, Kamis (28/8).

Dikatakannya, rencana itu akan berdampak positif baik bagi kalangan generasi
muda yang datang maupun masyarakat setempat. "Dengan pemisahan itu, maka
akan berkurang perbuatan yang mengarah kepada kemaksiatan. Kita harus dukung
itu," ulas Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang itu.

Senada dengan itu, Buya Mas'oed Abidin menyatakan rencana pemisahan tempat
balimau itu menujukkan sebuah kecerdasan baik secara intelektual maupun
spiritual pemikirnya. Menurut Buya Mas'oed, balimau bukanlah sebuah syarat
untuk memasuki bulan Ramadan, namun itu sudah menjadi tradisi yang sangat
sulit dihapuskan. Namun, yang bisa dilakukan hanya dengan meluruskan tradisi
itu menjadi sesuatu yang tidak melanggar adat dan agama.

"Dengan memisahkan tempat laki-laki dan perempuan, berarti ada usaha untuk
meluruskan tradisi yang selama ini dijadikan sebagai ajang hura-hura oleh
sebagian kalangan itu," ulas Buya Mas'oed.

Dia mengatakan rencana Camat Koto Tangah untuk memisah tempat laki-laki dan
perempuan perlu didukung semua pihak. "Itu rencana yang sangat baik, kita
harus dukung itu," ujarnya.

Namun begitu, Buya Mas'oed lebih menyarankan, daripada mengunjung
tempat-tempat wisata yang lebih ke hura-huranya, lebih baik kiranya umat
Islam melakukan silaturahmi ke rumah sanak famili dan saling bermaafan.

"Kiranya lebih bermakna jika kita menyambung bersilaturahmi dan minta maaf
ayah, bunda, sanak famili, teman. Selain membersihkan diri secara lahir,
kita juga harus membersihkan iri secara bathin. Makanya kembali sambung
silaturahmi yang selama ini mungki sedikit terputus," pungkas Buya
Mas'oed.cr04


2008/8/28 andre suchitra <[EMAIL PROTECTED]>

> Subhanallaah..
>
> mengaku ulama tetapi kok menghalalkan bahkan menganjurkan balimau?
>
> semoga Allah memberi dia ptunjuk, dan kepada smua muslim dan muslimah..
>
>
>
> 2008/8/28 sawir pribadi <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>> Antah ambo nan bodoh atau memang balimau tu sunat? Tolonglah dek dunsanak
>> ambo senek
>>  ---
>>
>> Sijunjung, Singgalang
>> Ditinjau dari sudut agama, balimau hukumnya sunat. Artinya bila dikerjakan
>> berpahala, kalau ditinggalkan tidak berdosa dan juga tidak membatalkan puasa
>> bila tidak dilakukan.
>> "Hanya saja lantaran sudah merupakan kebiasaan bagi orang tua kita dari
>> zaman dulu, akhirnya menjadi tradisi. Tapi bagi orangtua kita, balimau tidak
>> perlu pergi jauh-jauh, cukup di tepian mandi atau di bak masjid, surau dan
>> di bak musala, karena yang penting niat dan pelaksanaannya," kata salah
>> seorang ulama Kabupaten Sijunjung, Suar Jusad Rajo Intan, Selasa (26/8).
>> Kendati tradisi dan sunat hukumnya dalam Islam, tapi bagi kaum muslimin
>> dan muslimat yang senantiasa mencari keridhaan Allah SWT, balimau dan
>> membersihkan diri untuk memasuki Ramadan sudah merupakan tuntutan hati
>> nurani yang dilandasi iman dan aqidah.
>> Selain dilandasi niat untuk membersihkan diri, balimau yang dilakukan kaum
>> muslimin dan muslimat sebelum memasuki Ramadan juga mengandung harapan
>> supaya amal ibadah yang dikerjakan dalam bulan Ramadan yang suci danmulia
>> diterima oleh Allah SWT.
>> Tapi, balimau tradisi remaja yang disinyalir sebagai hura-hura dan memadu
>> kasih, Suar Jusad juga tidak membantah. Sebab, balimau yang intinya
>> membersihkan diri lahir dan batin tidak perlu di danau, di laut atau di
>> objek wisata, cukup di rumah saja asal airnya suci lagi mensucikan.
>> Jika balimau betul-betul didasari niat untuk membersihkan diri sebelum
>> memasuki bulan suci Ramadan, imbalannya tentu pahala. "Tapi bila balimau
>> dijadikan tameng untuk memadu kasih dan perbuatan yang bertentangan dengan
>>  agama, itu bukan membersihkan diri namanya, melainkan mengotori,
>> tegasnya..............
>>
>> Ambo kutib dari barita surek kaba 'Singgalang' tanggal 28 Agustus 2008
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke