Tradisi nan ado, manuruik ambo, kalau indak mangganggu indak paralu diapuih. 
Kalau dapek dimanfaatkan untuak 'kemakmuran' rakyaik. Misalnya dengan balimau 
tukang jua bungo rampai, panjua sate, dll baruntuang. RT atau lurah juo bisa 
baruntuang kalau dibuek retribusi nan jaleh, sakali masuak ka tapian Rp500 atau 
Rp1.000. Parkir diatur, jalan diatur.
 
Tapi rancaknyo iyo sarupo rencana Pak Camaik ko, pisahkan tapiannyo, buek 
tando, agiah patunjuak, misalnyo dilarang mandi talanjang walau sadonyo 
laki-laki. Panjagonyo pisahan pulo, tampek padusi jan dijago laki-laki (sanang 
bana inyo beko).
 
Kalau sadonyo dilarang beko abih tradisi awak nan bisa dijadikan wisata lokal 
jo internasional tu. Bisuak-bisuak suruah sajo bule gai ikuik balimau, suruah 
nyo mamakai bungo rampai, bia nyo caritoan ka kawan-kawanyo.
 
Pendeknyo jadikan sajo objek wisata, tapi nan sehat, awak pun indak ribuik tiok 
tahun nan urusan itu-itu sajo.....
 
Salam,
Syof
 

--- On Fri, 29/8/08, ajo duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: ajo duta <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Balimau dan Ulama Kaliru
To: [email protected]
Date: Friday, 29 August, 2008, 8:46 AM







Balimau Bukan Syarat Memasuki Ramadan 



Jumat, 29 Agustus 2008 



Padang, Singgalang
Rencana Camat Koto Tangah Al Amin yang akan memisahkan tempat balimau antara 
laki-laki dan perempuan mendapat dukungan berbagai pihak. Anggota DPRD Kota 
Padang Budiman, S.Ag berpendapat itu adalah sebuah solusi cerdas dalam 
menghadapi tradisi balimau dalam menghadapi Ramadhan 1429 H beberapa hari lagi. 
"Saya sebagai anggota dewan mendukung 100 persen rencana camat Koto Tangah itu. 
Saya juga menghimbau pihak lain untuk mendukung itu, bahkan kalau bisa meniru 
apa yang akan dilakukan Camat koto tangah," ujar anggota Komisi D DPRD Padang 
itu ketika dihubungi Singgalang, Kamis (28/8).

Dikatakannya, rencana itu akan berdampak positif baik bagi kalangan generasi 
muda yang datang maupun masyarakat setempat. "Dengan pemisahan itu, maka akan 
berkurang perbuatan yang mengarah kepada kemaksiatan. Kita harus dukung itu," 
ulas Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang itu.
Senada dengan itu, Buya Mas'oed Abidin menyatakan rencana pemisahan tempat 
balimau itu menujukkan sebuah kecerdasan baik secara intelektual maupun 
spiritual pemikirnya. Menurut Buya Mas'oed, balimau bukanlah sebuah syarat 
untuk memasuki bulan Ramadan, namun itu sudah menjadi tradisi yang sangat sulit 
dihapuskan. Namun, yang bisa dilakukan hanya dengan meluruskan tradisi itu 
menjadi sesuatu yang tidak melanggar adat dan agama.
"Dengan memisahkan tempat laki-laki dan perempuan, berarti ada usaha untuk 
meluruskan tradisi yang selama ini dijadikan sebagai ajang hura-hura oleh 
sebagian kalangan itu," ulas Buya Mas'oed.
Dia mengatakan rencana Camat Koto Tangah untuk memisah tempat laki-laki dan 
perempuan perlu didukung semua pihak. "Itu rencana yang sangat baik, kita harus 
dukung itu," ujarnya.
Namun begitu, Buya Mas'oed lebih menyarankan, daripada mengunjung tempat-tempat 
wisata yang lebih ke hura-huranya, lebih baik kiranya umat Islam melakukan 
silaturahmi ke rumah sanak famili dan saling bermaafan.
"Kiranya lebih bermakna jika kita menyambung bersilaturahmi dan minta maaf 
ayah, bunda, sanak famili, teman. Selain membersihkan diri secara lahir, kita 
juga harus membersihkan iri secara bathin. Makanya kembali sambung silaturahmi 
yang selama ini mungki sedikit terputus," pungkas Buya Mas'oed.cr04


2008/8/28 andre suchitra <[EMAIL PROTECTED]>


Subhanallaah..

mengaku ulama tetapi kok menghalalkan bahkan menganjurkan balimau?

semoga Allah memberi dia ptunjuk, dan kepada smua muslim dan muslimah..




2008/8/28 sawir pribadi <[EMAIL PROTECTED]> 





Antah ambo nan bodoh atau memang balimau tu sunat? Tolonglah dek dunsanak ambo 
senek
 ---

Sijunjung, Singgalang
Ditinjau dari sudut agama, balimau hukumnya sunat. Artinya bila dikerjakan 
berpahala, kalau ditinggalkan tidak berdosa dan juga tidak membatalkan puasa 
bila tidak dilakukan.
"Hanya saja lantaran sudah merupakan kebiasaan bagi orang tua kita dari zaman 
dulu, akhirnya menjadi tradisi. Tapi bagi orangtua kita, balimau tidak perlu 
pergi jauh-jauh, cukup di tepian mandi atau di bak masjid, surau dan di bak 
musala, karena yang penting niat dan pelaksanaannya," kata salah seorang ulama 
Kabupaten Sijunjung, Suar Jusad Rajo Intan, Selasa (26/8).
Kendati tradisi dan sunat hukumnya dalam Islam, tapi bagi kaum muslimin dan 
muslimat yang senantiasa mencari keridhaan Allah SWT, balimau dan membersihkan 
diri untuk memasuki Ramadan sudah merupakan tuntutan hati nurani yang dilandasi 
iman dan aqidah.
Selain dilandasi niat untuk membersihkan diri, balimau yang dilakukan kaum 
muslimin dan muslimat sebelum memasuki Ramadan juga mengandung harapan supaya 
amal ibadah yang dikerjakan dalam bulan Ramadan yang suci danmulia diterima 
oleh Allah SWT.
Tapi, balimau tradisi remaja yang disinyalir sebagai hura-hura dan memadu 
kasih, Suar Jusad juga tidak membantah. Sebab, balimau yang intinya 
membersihkan diri lahir dan batin tidak perlu di danau, di laut atau di objek 
wisata, cukup di rumah saja asal airnya suci lagi mensucikan.
Jika balimau betul-betul didasari niat untuk membersihkan diri sebelum memasuki 
bulan suci Ramadan, imbalannya tentu pahala. "Tapi bila balimau dijadikan 
tameng untuk memadu kasih dan perbuatan yang bertentangan dengan  agama, itu 
bukan membersihkan diri namanya, melainkan mengotori, tegasnya..............

Ambo kutib dari barita surek kaba 'Singgalang' tanggal 28 Agustus 2008

















      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke