Ulama Sumbar: Tinggalkan Tradisi “Balimau”
Thursday, 28 August 2008 10:02 Ulama Sumbar meminta 'budaya balimau', tradisi masyarakat Sumbar mandi bersama-sama di tempat wisata menjelang Ramadhan sebaiknya ditinggalkan Hidayatulllah.com--Ulama Sumbar, Buya Masoed Abidin, mengatakan, 'budaya balimau', yakni tradisi masyarakat Sumbar mandi bersama-sama di tempat wisata pemandian di sungai-sungai atau lubuk sehari menjelang puasa datang, sebaiknya ditinggalkan karena tidak diajarkan agama Islam. "Balimau menyambut Ramadhan dengan mandi berbuka aurat laki-laki atau perempuan tidak pernah diajarkan agama, dan tak perlu berwisata ke lubuk-lubuk pemandian dan sungai-sungai yang akan merusak adat dan akhlak," katanya. Ia mengatakan itu terkait 'balimau', yakni satu tradisi masyarakat Kota Padang selalu menyambut bulan suci Ramadhan dengan kegiatan mandi bersama di tempat-tempat wisata pemandian yang ada di Kota Padang, Lubuk Paraku, Lubuk Minturun, Lubuk Tempurung Aie Dingin dan lainnya. Tradisi ini dilakukan sehari menjelang puasa datang. Menurut dia, balimau merupakan kegiatan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. "Islam tidak mengizinkan kaum laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim mandi bersama dalam satu tempat," kata buya yang juga salah seorang ketua Dewan Penasehat MUI Sumbar itu. Ia mengatakan, Islam mengajarkan umatnya beramal untuk menyempurnakan ibadah dan membersihkan diri lahir batin, bukan mengotorinya. Umat Islam, ajaknya lagi, berwisatalah ke dalam lubuk hati dengan merenungi nikmat Allah Swt, bertauhid dan tak perlu berwisata ke lubuk-lubuk pemandain dan sungai-sungai yang pada akhirnya akan merusak adat dan akhlak itu. "Kegiatan itu sebaiknya diganti dengan kegiatan yang bermanfaat lainnya seperti berkunjung ke sanak famili, kerabat dekat dan handai taulan lainnya. Atau menggantinya dengan kegiatan syukuran, doa bersama. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dan diridhai Tuhan," katanya. Ia menjelaskan, Ramadhan adalah bulan terpilih, bulan berpuasa, bulan Al-Quran dan bulan ibadah, serta latihan takwa dan lainnya untuk memupuk syukur. [ant/www.hidayatullah.com] "zul amry piliang" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 08/29/2008 11:54 AM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject [EMAIL PROTECTED] Balimau dan Ulama Kaliru Sanak Palanta Yth ; Maapuih suatu tradisi adolah suatu pakarjaan nan amat sulik . Lah labiah tigo minggu ambo tingga dikampuang , mako ambo masih bisa maliek tradisi lamo nan masiah dikarajokan sabagian urang awak contohnyo mambaka kumayan wakatu kaba doa , walau iko sabananyo tradisi paninggalan hindu / budha . Banyak disebagian masyarakek kito yang baranggapan kalau indak mambaka kumayan doanyo indak mukabua . Wassalam : zul amry piliang --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
