Bundo Hifni nan ambo hormati,

Saya kok melihatnya lain ya.  Bagi saya kajian-kajian seperti ini perlu kita 
lakukan.  Kalau memang nanti akan ada perdebatan, tentulah sebisanya dilakukan 
dalam kerangka kajian ilmiah sejarah juga.  Penderitaan perempuan dalam konflik 
memang seharusnya terus kita buka, karena perempuan (dan anak-anak)lah yang 
paling menjadi korban dalam sebuah konflik.  Saya juga tidak melihat tendensi 
bahwa kajian yang dilakukan Reni ini bertujuan untuk menjatuhkan martabat 
perempuan minang.  Sepanjang yang saya ketahui dari pemaparan Angku Jacky, Reni 
telahj melakukan sebuah pendekatan ilmiah lain.  Rasanya juga kurang bijak, 
jikalau mengkaitkan dengan Reni yang bukan orang minang.  Menurut saya, mungkin 
seharusnya tantangan yang kita berikan kepada perempuan minang untuk mengkaji 
lebih dalam lagi. 

Pemaparan sebuah kisah-kisah atau fakta-fakta sejarah, tentu akan selalu 
mengundang pro dan kontra.  Rosihan Anwar pernah dicerca karena membuat tulisan 
bahwa Soekarno pernah meminta maaf kepada pemerintah kolonial.  Polemik tidak 
terhindari ketika itu, sampai menjadi berhenti selepas Taufik Abdullah membuat 
sebuah tulisan juga tentang pemisahan seorang manusia dan aktor sejarah.

Kembali ke topik perempuan minang di masa PRRI, perlu terus kita lakukan 
kajian.  Jangan pernah berhenti. Jangan ketika di mata dipicingkan, ketika di 
perut dikempiskan.  Kalaupun bakal ada pernyataan kepada saya, semisal, "waang 
indak tau bana marasainyo kami wukatu itu, makonyo gampang se minta ditaruihan 
curito pandaritaan padusi minang".  Justru disitu titik awalnya.  Agar 
orang-orang seperti saya bisa mendapatkan informasi secara cukup,netral dan 
berimbang. Sehingga tidak cepat berkesimpulan.  Tidak cepat menjadikannya mitos 
atau cerita keramat.  Kalau soal respek, ambo raso orang minang dan sebagian 
besar Indonesia respek dengan apa yang diperjuangkan oleh PRRI.  Kepada 
tokoh-tokohnya pun ambo kagum.  Namun rasanya pemaparan ilmiah dari sejarah dan 
perjuangan PRRI dan akses-akses lain pergolakan ini perlu juga kami ketahui.  
Terutama kami yang muda-muda ini.

Mohon maaf.

MS/29



From: HIFNI HFD <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, November 3, 2008 12:41:46 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] - Perempuan Minang saat PRRI - 
respon bundokandung


Assalamualaikum, wr. wb
 
Mohon maaf sanak sapalanta,
Walaupun themanya sudah sangat basi - namun bagi saya tidak  - karena barulah 
saat ini saya ikut berkomentar. Setelah membaca posting dan tanggapan atas 
email Sdri. Reni Nuryanti, dapat saya simpulkan  sebagai berikut :
 
1. Saya setuju dengan pendapat Ajo Duta, bahwa penemuan derita - Perempuan 
Minang saat PRRI tidak perlu diangkat kepermukaan lagi. Percuma...!! Saya 
kawatir berita ini seakan diekplorasikan dan diekploitasikan oleh pihak pihak 
tertentu yang menjatuhkan martabat padusi Minang, khususnya dan orang minang 
pada umumnya.
 
2. kalau tidak salah Sdr. Reni Nuryanti adalah bukan padusi minang melainkan 
perempuan dari Banyumas. Saya kawatir ada tatakrama, yang tidak sepantasnya 
dikemukakan dan menyama ratakan pengalaman yang dialami perempuan minang waktu 
itu, dengan penderitaan yang dialami oleh umumnnya perempuan didaerah konflik, 
seperti yang dilansir oleh pak Jacky Mardono, yaitu  :
 
- melakukan kawin kontrak, sehingga nasib mereka seperti piala bergilir. mana 
mungkin.......????
- melacurkan diri, mana mungkin....????
- mejadi korban pelecehan seksual oleh pihak pendatang atau pihak yang 
diubernya. .. apa iya ada...????
 
3. Bagaimana mungkin ada perempuan minang,  dapat diperlakukan semena-mena 
karena keberadaan tentara " pusek " itu di Sumbar itu efektifnya berlangsung 
selama 2 tahun saja. 
 
3. Banyak adik - adik dibawah usia saya menyeseuaikan nama ala Wong Jowo - 
namun hakikatnya,  tetap tidak memulihkan image pada generasi itu menjadi 
manusia yang dianggap memiliki kapasitas dan kapabilitas tertentu. Tetap saja 
generasi kami disebut si padang bengkok yang pemberontak alias pembakang.
 
4. Saya dapat merasa kesedihan peristiwa PRRI itu - khususnya para kaum prianya 
- ketika ia berpisah dari keluarga, mereka sering mendendangkan sebuah lagu 
gubahan seorang Seniman Minang ALm Yusaf Rahman, sehingga bunyi lagu itu 
menjadi seperti ini ;
 
. 
 
 
 3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com



 



--- On Fri, 10/24/08, H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Abdul Jabbar <[EMAIL 
PROTECTED]> wrote:

Date: Friday, October 24, 2008, 8:11 PM


Pahit memang, tetapi bentengnya hanya taqwa semata.


Pada 25 Oktober 2008 07:06, Rainal Rais <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Pak Jacky yang baik....Dengan membaca cerita ibu reni,kita dan generasi muda 
lebih paham apa yang terjadi pada masa itu..Sewaktu kejadian PRRI,saya sendiri 
berada di Jakarta..dan pada waktu itu masih duduk di SMP..Saya tunggu pula 
pengalaman bapak sewaktu di Sumatra Barat..Saya ingin pula mengirim buku kepada 
bapak,saya tunggu alamat di Jakarta..wass Rainal Rais ( Jkt 65 th - 2 hr )

--- On Sat, 25/10/08, Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Trs: Bls: Penemuan
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Saturday, 25 October, 2008, 5:14 AM


Bapak Rainal Rais yang budiman
 
Komentar saya terhadap temuan Reni.
Wass, Jacky Mardono.


--- Pada Rab, 22/10/08, Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[EMAIL PROTECTED]> menulis:



  
 
________________________________
 




 



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke