Assalamu'alaikum Ww

Dalam hal iko...ambo setuju dengan sanak..... maluruihkan nan bengkok...
memajukan nan mundur....,mengurangi yang mubazir....
lebih beradat terus lebih beragama....

kalau masih ada yang berkata ; tak lekang dek panas tak lapuk dek hujan.. ,
itu mah berlawanan dengan hukum alam.....

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak


2008/12/23, Defiyan Cori <[email protected]>:
>
>   Ambo ingin mengulang kato2 Buya SyafiĆ­ Ma'arif (salam hormat) dalam
> suatu kesempatan seminar di Padang:"Adat boleh berubah...Agama dan keyakinan
> kita yang tidak boleh berubah".
> Jadi, kita memang perlu merekonstruksi ADAT kita supaya tetap eksis..
>
> Salam
> Defiyan Cori
>
> --- On *Mon, 12/22/08, Nofend Marola <[email protected]>* wrote:
>
> From: Nofend Marola <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Anak Gadis Mencari Jodoh
> To: [email protected]
> Date: Monday, December 22, 2008, 11:35 PM
>
> Anak Gadis Mencari Jodoh
>
> Kehidupan masyarakat urban Minangkabau memiliki sisi-sisi yang unik dan
> khas. Di samping masalah ekonomi dan sosial budaya, tuntutan hidup telah
> membawa masyarakat pada kehidupan yang lain dari kehidupan rural, atau
> setidaknya masyarakat di daerah menengah.
>
> Salah satu misal adalah masyarakat Minangkabau yang merantau ke kota-kota
> besar. Mereka bergelut dengan desakan pemenuhan kebutuhan hidup yang keras
> dan kejam. Ditambah lagi dengan hubungan antarkeluarga yang sedikit banyak
> berkurang. Di sini, peran keluarga terhadap perantau, atau sebaliknya,
> berlangsung dengan caranya sendiri, akibat dari keberjarakan yang terjadi.
> Peran dan kewajiban mamak, atau ayah, terhadap anak, dan terutama anak
> perempuan, telah berubah seiring dengan budaya baru yang dihadapi. Salah
> satunya adalah masalah jodoh dan perkawinan.
>
> Seperti disinggung oleh Wisran Hadi (Padang Ekspres, Minggu, 27 Agustus
> 2006) fenomena seperti di atas bukanlah hal jarang kita temui. Pergeseran
> peran dan kewajiban tetua kaum, yang lazimnya menjadi salah satu
> perkecualian dengan diizinkannya menggadai atau memanfaatkan harta pusaka
> karena pernikahan anak perempuan, mungkin saja tidak terjadi lagi saat ini.
> Di satu sisi, peran mamak (dan praktik adat dan budaya) telah mengalami
> perubahan. Di sisi lain, terlihat bahwa sebagian masyarakat tidak lagi
> mematuhi atau memenuhi tuntutan adat dan budayanya. Mereka berpikir bahwa
> persoalan kini yang mereka hadapi lebih banyak menyangkut diri mereka
> sendiri, apa lagi perantau itu berada jauh di luar wilayah adat, adat
> salingka nagari. Tentu saja perlu dialas di awal ini, bahwa ini merupakan
> sebuah fenomena dan belum mewakili secara keseluruhan.
>
> Saya ingin melihatnya dari contoh kasus yang menarik. Jika kita membaca
> beberapa koran, dan terutama koran Minggu, yang menyediakan rubrik kontak
> jodoh, tentu kita akan mendapati fenomena seperti ini. Seorang gadis Minang,
> berumur di atas 30an tahun, bekerja di sebuah instansi atau perusahaan,
> lulusan minimal sekolah menengah atas, mencari seorang jejaka atau duda,
> mapan, pendidikan minimal sekolah atas, tinggi dan berat seimbang dan
> seterusnya. Mungkin kita akan membacanya sebagai sebuah kelumrahan saja,
> tidak ada yang janggal dari kalimat-kalimat tersebut.
>
> Namun jika kita menariknya dalam kerangka berpikir di awal tulisan ini, dan
> tentu saja dari sudut keilmuan seperti antropologi dan sosiologi, tentu dari
> sana akan tergambar bagaimana perubahan-perubahan adat dan budaya itu
> terjadi. Meski pemasang kontak jodoh anonim, namun bagaimana ia memandang
> keluarga atau kaumnya ketika persoalan yang menurut adat ini menjadi
> tanggung jawab mamak, atau menyangkut nama kaum. Apakah mamak atau kaum,
> seperti ditulis Wisran, masih perhatian, care, terhadap anggotanya, yang
> menurut adat sudah semestinya menjadi perhatian dan pemikiran tetua kaum.
>
> Inilah fenomena masyarakat urban, yang ternyata menyimpan berbagai masalah
> yang menarik untuk dibahas. Tidak saja pertanyaan tentang bagaimana praktik
> adat dan budaya berlangsung, namun juga fleksibilitas dan kemampuan adat dan
> budaya menembus perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dorongan
> dan keinginan untuk merantau menjadi hal yang lumrah. Anak-anak muda
> merantau untuk melanjutkan sekolah atau mencari kerja di kota-kota besar.
> Bukan saja anak laki-laki, namun juga anak perempuan. Sebagian mendapatkan
> kerja dan karir yang menjanjikan. Tidak sedikit juga yang hanya mendapatkan
> kesempatan untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
>
> Persinggungan dengan dunia luar juga menumbuhkan perubahan dalam berpikir,
> bersikap, dan bertindak. Seperti contoh di atas, kebutuhan dan keinginan
> untuk mendapatkan jodoh haruslah diupayakan dengan berbagai cara. Ketika
> peran mamak atau mereka yang berkewajiban akan hal itu tidak berfungsi
> (semoga saja tidak terjadi), maka harus dipikirkan cara yang lain, misalnya
> dengan mencari sendiri, dan hal ini sudah menjadi semacam praktik berterima
> dan bahkan membudaya atau keharusan. Bahkan di kalangan anak muda atau ABG
> cerita seperti ini akan lebih menarik lagi untuk diteliti.
>
> Demikianlah, zaman berubah, adat berubah, masyarakat berubah, dan berbagai
> fenomena kadang mengejutkan dan menyisakan banyak pertanyaan.*
>
> Sudarmoko, bergiat di Komunitas Langkan Budaya 
> Padanghttp://mantagisme.blogspot.com/2007/05/anak-gadis-mencari-jodoh.html
> Selasa 22 Mei 2007
>
>
>
>
>
>
> >
>


-- 
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau - Menjadikan
Adat menjadi rasional .

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke