Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Kurang lebih empat bulan lagi Pemilu 2009 akan berlangsung, dan kita sebaiknya 
memilih wakil kita dengan baik, karena  mereka inilah yang akan menentukan 
undang-undang apa yang akan dibuat, berapa alokasi anggaran APBN untuk setiap 
sektor, dan siapa yang akan duduk dalam jabatan-jabatan penting.
Selama ini ada kesan bahwa para pemilih memilih berdasar perasaan saja. Kali 
ini orang parpol sendiri menyarankan agar pemilih memilih berdasar kinerja 
parpol, khususnya berdasar kualitas undang-undang yang dihasilkannya, apakah 
memihak rakyat atau tidak.
Secara pribadi saya setuju dengan saran ini. Sudah tentu untuk mewujudkannya 
para pemilih perlu dibekali -- terutama oleh pers dan media massa serta oleh 
kaum cendekiawan -- tentang partai mana yang menjadi sponsor utama dan 
mendukung UU yang tak memihak Rakyat tersebut.
Bagaimana Bung IJP dan bung Saldi Isra ? Atau diadakan semacam sarasehan oleh 
para pemilih ?


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]


Jadikan 2009, Tahun Penghukuman Partai

Kompas, Jumat, 26 Desember 2008 | 00:37 WIB 

Jakarta, Kompas - Masyarakat harus disadarkan bahwa tahun 2009 merupakan tahun 
pemilu yang sangat penting bagi perjalanan bangsa. Ketika saat pemilu itu tiba, 
artinya waktu yang tepat untuk menghukum partai politik yang tidak memedulikan 
nasib rakyat.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Daerah Adhie Massardi di 
Jakarta, Kamis (25/12). ”Rakyat perlu disadarkan bahwa mereka harus memilih 
partai yang baik. Partai yang baik itu bukan yang banyak menggelar spanduk 
kandidat legislatif di berbagai tempat strategis yang mengotori ruang publik, 
atau memajang foto calon presiden, bukan pula spanduk berbagai ucapan selamat 
atas berbagai peristiwa rutin keagamaan, juga bukan partai yang mengembalikan 
uang gratifikasi anggota Dewan,” ujarnya.
Partai yang baik, menurut Adhie, akan tampak dari kinerja yang ditampilkan 
anggota legislatif partai politik di DPR. Kinerja anggota legislatif itu, yang 
paling konkret, bisa dilihat dari produk hukum yang dihasilkan selama mereka 
duduk di kursi anggota Dewan.
”Lihat saja produk hukum yang dihasilkan anggota Dewan dan pemerintah sekarang, 
apa ada yang betul-betul membela kepentingan rakyat? Apa ada yang memberikan 
perlindungan bagi rakyat secara langsung terhadap usaha kecilnya? Apa rakyat 
kecil, petani dan pedagang kecil, merasakan manfaat sebuah produk undang-undang 
yang melindungi mereka, yang dibuat anggota Dewan dengan pemerintah? Saya rasa 
tidak ada,” ujarnya.
Jika rakyat bisa disadarkan tentang partai yang berkualitas, menurut Adhie, 
dengan sendirinya mereka tidak akan memilih partai yang melupakan 
kepentingannya. Namun, terkadang masyarakat memang gampang melupakan apa yang 
menimpa mereka, untuk kemudian menyesal selama lima tahun ke depan.
Sering mnmgecewakan
Fungsionaris Partai Amanat Nasional, Nasrullah, yang berkecimpung dalam bidang 
pertanian mengungkapkan, pemerintah dan partai-partai pendukungnya perlu 
dipertanyakan tentang komitmen pembelaan terhadap kepentingan rakyat.
Misalnya, petani sering kali mengalami kekurangan bibit unggul menjelang musim 
tanam. Setelah musim tanam, rakyat sulit mendapatkan pupuk karena pupuk 
menghilang dari pasar. Pupuk yang tersedia harganya mahal.
”Ketidaknyambungan antara apa yang ingin dicapai dan ingin dilakukan dengan 
kenyataan praktik yang dilakukan pemerintah sering kali mengecewakan. Namun, 
tetap saja pemerintah dan partai-partai pendukungnya dengan gagah berani 
mengumumkan bahwa mereka sudah berhasil dan punya banyak kemajuan,” ujarnya.
Nasrullah mengakui sudah saatnya masyarakat memberikan penilaian dengan jujur 
kepada partai politik. (MAM)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke